Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Positif Terinfeksi Corona, BNPB: Belum Pernah Divaksin

Doni Monardo sempat akan disuntik vaksin pada 13 Januari lalu, tetapi batal.


zoom-inlihat foto
ketua-satuan-tugas-satgas-penanganan-covid-19-doni-monardo-123.jpg
DOKUMENTASI BNPB
Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (29/12/2020). Doni Monardo belum pernah disuntik vaksin Covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Egy Massadiah, mengatakan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, belum pernah disuntik vaksin Covid-19.

Dia mengatakan Doni Monardo, yang juga menjadi Kepala BNPB, sempat akan disuntik vaksin pada 13 Januari lalu.

Namun, kata Egy, Doni tidak jadi disuntik karena mendahulukan tokoh masyarakat dan pejabat publik lain.

"Pak Doni belum pernah divaksin," ujar Egy, Jumat, (22/1/2021, dikutip dari Kompas.

Egy mengatakan Doni juga direncanakan akan disuntik vaksin setelah tugas kunjungannya Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan selesai.

Namun, Kepala Satgas Penanganan Covid-19 itu dinyatakan positif terinfeksi virus corona berdasarkan hasil tes swab PCR pada Jumat (22/1/2021) malam.

Karena itu, rencana vaksinasi untuk Doni kembali batal. Kendati begitu, Egy mengatakan Doni akan mendonorkan plasma konvalesen jika nanti sembuh dari Covid-19.

"Penyintas tidak bisa divaksin. Mungkin nanti setelah beliau sembuh akan donor plasma, itu pasti Pak Doni akan lakukan," ujarnya.

Baca: Ketua Satgas Doni Monardi Positif Covid-19, Kini Isolasi Mandiri

Doni Monardo
Doni Monardo (TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI)

Pada Sabtu (23/1/2021) pagi ini, Doni Monardo mengumumkan dirinya positif Covid-19. Ia melakukan tes swab PCR pada Jumat (22/1/2021) malam.

Tanpa gejala

Doni mengaku tidak merasakan gejala apa pun. Ia menjalani isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan bencana alam di berbagai daerah.

"Saya sama sekali tidak merasakan gejala apapun dan pagi ini tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki 8 kilometer," ujarnya.

Menurut Doni, aktivitas dirinya selama sepekan terakhir memang padat.

Ia memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan.

Baca: Doni Monardo: Sudah Tak Terhitung Pejabat Kita yang Terpapar Covid-19, bahkan Meninggal

Ia menegaskan selama ini selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan mencuci tangan.

Selain Doni, salah satu stafnya yang ikut mendampingi kunjungan kerja di Sulbar dan Kalsel juga dinyatakan positif Covid-19.

Ilustrsai vaksin Covid-19 buatan Sinovac
Ilustrsai vaksin Covid-19 buatan Sinovac (AFP)

Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Dengan kejadian ini saya meminta masyarakat agar jangan kendor dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," kata Doni.

Doni mengingatkan bahwa virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit infeksi pernapasan Covid-19, bisa jadi begitu dekat dalam kehidupan sehari-hari.

"Covid-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular," ujar Doni dalam keterangan tertulis, Sabtu ini.

Baca: Bupati Sleman Diduga Sudah Positif Covid-19 Saat Divaksin, Kemenkes: Bisa Dilaporkan Sebagai KIPI

Dia mengatakan selama ini dia disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan mencuci tangan. Namun, nyatanya dia pun tertular Covid-19.

Doni: Tak ada jaminan setelah divaksin akan terbebas Covid-19

Doni Monardo menekankan masyarakat supaya tetap berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 sekalipun sudah menjalani vaksinasi.

"Jadi tidak ada jaminan bahwa setelah vaksin diberikan pun kita akan terbebas (dari Covid-19) kalau kita tidak disiplin," ujar Doni dalam webinar yang digelar BNPB, Kamis (24/12/2020).

Doni mengatakan Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah berulang kali mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Baca: Bupati Sleman Positif Covid-19, Kemenkes: Kemungkinan Sudah Terpapar saat Disuntik Vaksin

Karena itu, kata dia, tantangan ke depan saat ini adalah bagaimana masyarakat bisa secara kolektif untuk saling mengajak mematuhi protokol kesehatan.

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu kunci supaya bisa memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Mereka yang berani menyampaikan untuk orang lain patuh, sebenarnya dia telah menjadi pahlawan, karena dia bisa menghindari orang lain terpapar Covid-19," kata dia.

Ia mengatakan peningkatan penerapan protokol kesehatan harus dilakukan dengan berbagai cara. Hal itu semata-mata supaya masyarakat tidak kendor dalam menghadapi Covid-19.

"Karena sudah sembilan bulan lebih, sejak pemerintah menerapkan kekarantinaan kesehatan pada 13 Maret yang lalu. Masyarakat sudah mulai jenuh, kemudian juga mungkin sedikit kendor di beberapa daerah," imbuh dia.

(Tribunnewswiki/Tyo/Tsarina Maharani/Achmad Nasrudin Yahya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Positif Covid-19, Doni Monardo Belum Pernah Divaksin", dan "Doni Monardo: Tak Ada Jaminan Setelah Divaksin akan Terbebas Covid-19, Jika Tak Disiplin"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved