Retardasi Mental

Retardasi mental atau disabilitas intelektual adalah gangguan intelektual yang ditandai dengan kemampuan mental atau intelegensi di bawah rata-rata


zoom-inlihat foto
Retardasi-mental-atau-disabilitas-intelektual.jpg
halodoc
Retardasi mental atau disabilitas intelektual adalah gangguan intelektual yang ditandai dengan kemampuan mental atau intelegensi di bawah rata-rata

Retardasi mental atau disabilitas intelektual adalah gangguan intelektual yang ditandai dengan kemampuan mental atau intelegensi di bawah rata-rata




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Retardasi mental atau disabilitas intelektual adalah gangguan intelektual yang ditandai dengan kemampuan mental atau intelegensi di bawah rata-rata.

Orang dengan retardasi mental mempelajari kemampuan baru, namun lebih lambat.

Terdapat berbagai derajat retardasi mental, mulai dari ringan hingga sangat berat.

Kemampuan intelegensi biasanya diukur dengan menggunakan skor IQ.

Seseorang dikatakan retardasi mental apabila didapati skor IQ < 70>

Retardasi mental disebabkan oleh gangguan perkembangan otak
Retardasi mental disebabkan oleh gangguan perkembangan otak

Baca: Rubella

  • Gejala


Retardasi mental biasanya diketahui saat kecil.

Terdapat beberapa gejala dan tanda dari retardasi mental pada anak-anak.

Gejala ini muncul bergantung dari berat ringannya penyakit.

Beberapa tanda dan gejala retardasi mental yaitu:

  • Sering berputar, duduk-berdiri, merangkak, atau terlambat berjalan.
  • Memiliki gangguan dalam berbicara, atau sering telat dalam berbicara.
  • Lamban dalam memelajari sesuatu hal yang sederhana, seperti berpakaian, membersihkan diri, dan makan.
  • Kesulitan mengingat barang
  • Kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain.
  • Gangguan perilaku, seperti tantrum.
  • Kesulitan dalam diskusi penyelesaian masalah atau pola pikir logis.

Anak dengan retardasi mental berat biasanya akan disertai dengan masalah kesehatan lainnya. Masalah ini terkait kejang, gangguan mood (cemas dan autisme), kelainan motorik, gangguan penglihatan atau gangguan pendengaran.

  • Penyebab


Retardasi mental disebabkan oleh gangguan perkembangan otak.

Namun, penyebab pasti dari retardasi mental hanya bisa ditentukan dengan pasti sepertiga dari seluruh angka kejadian.

Berikut ini penyebab paling sering dari retardasi mental:

  • Kelainan genetik. Kelainan seperti sindrom down dan sindrom fragile X yang berkaitan erat dengan kelainan genetik dapat menyebabkan retardasi mental.
  • Masalah selama kehamilan, beberapa keadaan saat kehamilan dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak janin, seperti penggunaan alkohol, obat-obatan terlarang, gizi buruk, infeksi, dan preeklamsia.
  • Masalah selama masa bayi, Retardasi mental dapat disebabkan bayi yang selama masa kelahiran tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup, atau bayi yang sangat prematur sehingga paru-paru belum matang secara sempurna.
  • Cedera atau penyakit yang lainnya, infeksi seperti meningitis, atau campak dapat menyebabkan retardasi mental. Cedera kepala berat, keadaan hampir tenggelam, malnutrisi ekstrem, infeksi otak dapat berpengaruh terhadap retardasi mental.

  • Pengobatan dan Pencegahan


Beberapa penyebab retardasi mental.

Salah satu yang paling sering dan dapat dicegah adalah sindrom janin alkohol.

Sehingga, wanita hamil sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol.

Pemeriksaan kehamilan yang baik juga dapat mencegah timbulnya retardasi mental.

Asupan vitamin, vaksin dan edukasi yang diberikan petugas kesehatan dapat membantu mengurangi faktor risiko.

Pada keluarga yang memiliki riwayat penyakit keturunan, konseling genetik dapat dilakukan sebelum merencanakan kehamilan.

Beberapa pemeriksaan seperti USG dan pengambilan cairan ketuban, dapat dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya retardasi mental.

Meskipun, pemeriksaan ini hanya sebagai penapisan sebelum persalinan, bukan sebagai pengobatan.

Terdapat beberapa program pengobatan pada anak dengan retardasi mental.

Semakin cepat didiagnosis, maka semakin baik pula perkembangan yang dapat diusahakan saat pengobatan. 

Untuk bayi dan anak-anak, intervensi awal meliputi terapi wicara, terapi okupasi, terapi motorik-fisik, konseling keluarga, latihan penggunaan alat khusus hingga program pengaturan nutrisi.

Pada anak usia sekolah dengan retardasi mental, anak dapat didaftarkan pada program sekolah khusus untuk retardasi mental untuk dapat meningkatkan kemampuan adaptabilitas anak.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Penyakit Retardasi Mental
Faktor Risiko Faktor biologis, contohnya pada kelainan kromosom pada pengidap sindrom down
Faktor prenatal, perawatan pra kelahiran yang buruk dapat meningkatkan risiko retardasi mental pada bayi, contohnya konsumsi alkohol pada kehamilan dan infeksi cytomegalovirus saat kehamilan
Gejala Sering berputar, duduk-berdiri, merangkak, atau terlambat berjalan


Sumber :


1. www.halodoc.com


Penulis: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved