Lebih Dari 19 Ribu Warga Mengungsi Akibat Gempa Sulbar, 81 Orang Meninggal, 253 Luka Berat

“Pengungsi terbanyak di Kabupaten Mamuju. Di sana terdapat 15.014 warga yang mengungsi lalu di Kabupaten Majene ada 4.421 orang mengungsi,”


zoom-inlihat foto
warga-yang-mengungsi-di-tepi-jalan-trans-sulawesi.jpg
KOMPAS.COM/HIMAWAN
Warga yang mengungsi di tepi jalan trans Sulawesi, Kecamatan Malunda, Majene, Sulawesi Barat pasca gempa besar, Sabtu (16/1/2021)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tercatat lebih dari 19 ribu warga memadati sejumlah titik pengungsian akibat gempa di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya Jati mengungkapkan berdasarkan data per Senin, 18 Januari 2021 pukul 08.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan sebanyak 19.435 orang mengungsi pascagempa terjadi sekitar pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

“Pengungsi terbanyak di Kabupaten Mamuju. Di sana terdapat 15.014 warga yang mengungsi lalu di Kabupaten Majene ada 4.421 orang mengungsi,” kata Raditya seperti dikutip Kompas.tv dari bnpb.go.id, Senin (18/1/2021).

Dari belasan ribu warga yang mengungsi tersebut, ungkap Raditya, tercatat 25 titik pengungsian di Kabupaten Majene. Lokasi pengungsian ini tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua yang masih dalam proses pendataan.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat lima titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro yang masih dalam proses pendataan.

“Korban meninggal akibat gempa tersebut sebanyak 81 orang, yaitu 11 orang meninggal di Kabupaten Majene dan 70 orang di Kabupaten Mamuju,” jelasnya.

Baca: Anggota TNI Peluk Anak dan Istri saat Gempa Sulbar, Gunakan Punggung sebagai Tameng Reruntuhan

Baca: Kisah Perawat RS Mitra Mamuju Korbankan Nyawa, Tertimpa Reruntuhan Gempa saat Selamatkan Bayi

Menurut Raditya Jati, Pusdalops BNPB juga melaporkan sebanyak 64 orang mengalami luka berat di Kabupaten Majene dan 189 orang di Kabupaten Mamuju, sehinggal total korban dengan luka berat mencapai 253 orang.

Sedangkan korban dengan luka ringan tercatat sebanyak 679 orang.

“BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI - Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak,” papar dia.

Lebih lanjut diungkapnnya, saat ini personil BNPB masih melakukan assestment untuk wilayah terdampak gempa di Kabupaten Majene.

Puluhan pengungsi gempa di Majene tepaksa tinggal di kandang ayam, Minggu (17/1/2021).
Puluhan pengungsi gempa di Majene tepaksa tinggal di kandang ayam, Minggu (17/1/2021). (TRIBUN-TIMUR.COM/HASAN)

189 Orang Dirawat di Mamuju

Gempa susulan dengan getaran lebih kuat mengguncang wilayah Sulawesi Barat pada Jum'at (15/1/2021).

Gempa bermagnitudo 6,2 skala richter ini terjadi sekitar pukul 02.30 WITA.

Sebanyak tiga kali gempa susulan ini dirasakan hingga Kota Makassar.

Diketahui, sebelumnya terjadi gempa bermagnitudo 5,9 mengguncang Majene, Kamis (14/1/2021) pukul 14.30 WITA.

Terjadinya gempa susulan ini memicu kepanikan warga di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.

Dilansir Kompas.com, warga berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri.

"Ada gempa," teriak warga sambil lari keluar rumah.

Struktur beton di bangunan bertingkat gedung gubernuran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat hancur remuk pasca gempa susulan mengguncang wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (15/1/2021) sekitar pukul 02.30 WITA.
Struktur beton di bangunan bertingkat gedung gubernuran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat hancur remuk pasca gempa susulan mengguncang wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (15/1/2021) sekitar pukul 02.30 WITA. (Ist via Tribunnews)

Durasi gempa susulan ini lebih lama dan getarannya lebih besar dibandingkan gempa pertama.

Sejumlah bangunan di Kota Mamuju, Sulawesi Barat roboh.

Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, dan berpusat di 6 kilometer laut Kabupaten Majene dengan koordinat 2,98 LS-118,94 BT.

Akibat gempa susulan ini, gedung-gedung dan rumah sakit pun rusak.

Baca: Mensos Tri Rismaharini Siapkan Santunan Rp 15 Juta bagi Keluarga Korban Meninggal Gempa Sulbar

Baca: 189 Korban Gempa di Mamuju Alami Luka Berat dan Dirawat, Bantuan TNI Masih Dalam Perjalanan

Kantor Gubernur Ambruk

Dalam sebuah video, terlihat warga mendatangi Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar)  yang rusak parah.

“Kantor Gubernur Sulbar ambruk. Hancur. Alhamdulillah masih diberi keselamatan. Hotel Matos (Mamuju), hancur,” kata warga yang merekam gambar yang tersiar pada Jumat (15/1/2021) dini hari, seperti ditulis Tribun-Timur.com.

Kantor Gubernur Sulbar yang berlokasi di Jalan Abd Malik Pattana Endeng, Mamuju nampak ambruk dan menyisakan reruntuhan bangunan.

Sementara, dua orang terjebak dalam runtuhan bangunan kantor gubernur tersebut. 

Bangunan kantor gubernur Sulbar sebagian besar ambruk di bagian depan.

Selain kantor gubernur, RS Mitra Manakarra juga ambruk.

Diketahui enam orang terjebak dalam reruntuhan bangunan rumah sakit.

Berdasarkan pantauan media seperti dilansir Tribun-Timur.com, puluhan bangunan beserta rumah Kadis PUPR Kabupaten Mamuju Salihin Saleh juga ambruk.

Karena takut adanya gempa susulan yang lebih besar, ribuan warga diungsikan ke dataran tinggi.

Berdasarkan hasil data sementara hingga saat ini, dilaporkan tiga orang meninggal akibat tertimpa reruntuhan dan 24 orang luka-luka.

Berpusat di Majene, gempa bumi juga dirasakan di wilayah Mamuju Tengah, Mamuju Utara, Polewali Mandar, Pinrang, Pare-pare, Mamasa, Makassar, dan Gowa.

Baca: Gempa Susulan di Majene Sulawesi Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Baca: Update Gempa Sulbar: Kantor Gubernur Ambruk, Pasien Covid-19 Panik dan Lari Keluar Rumah Sakit

Evakuasi korban gempa Mamuju
Petugas sedang mengevakuasi korban gempa Mamuju, Sulawesi barat yang terjebak reruntuhan bangunan.

189 Orang Dirawat, 637 Luka Ringan

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Raditya Jati melaporkan, ada 189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat.

"189 orang tersebut di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat pascagempa M 6,2 yang terjadi pada Jum'at (15/1/2021)," ungkap Raditya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu.

"Sedangkan di Kabupaten Majene, sekitar 637 orang mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan rawat jalan serta kurang lebih 15.000 orang mengungsi di 10 titik pengungsian," tambahnya.

Selain itu, dikabarkan 42 orang meninggal akibat gempa susulan tersebut.

Yakni 34 orang meninggal dunia di kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majene.

Raditya menerangkan, hingga saat ini, Kabupaten Majene masih dilakukan proses perbaikan arus listrik sehingga seluruh wilayah masih dalam keadaan padam.

"Sedangkan sebagian wilayah di kabupaten Mamuju sudah dapat aliran listrik dan sebagian lainnya masih mengalami gangguan," paparnya.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya gempa susulan.

"Untuk itu BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan," ujar Raditya.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.

Mengingat potensi gempa susulan yang dapat memicu longsoran dan runtuhan batu.

"Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir juga diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan," tandas Raditya.

Baca: Selain Majene, Wilayah Tobelo, Kebumen dan Banyumas juga Diguncang Gempa, Dipicu Sesar Aktif

Baca: Gempa Majene, 3 Warga Meninggal, 2000 Orang Mengungsi, Sejumlah Bangunan Rusak

(TRIBUNNEWSWIKI/ KOMPAS.TV/TRIBUNTIMUR.COM/KOMPAS.COM) 

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul Hingga Senin Pagi, 19.435 Warga Mengungsi Pascagempa Mamuju-Majene





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved