Vaksin Sinovac Boleh Digunakan Meski Uji Fase III Belum Selesai, Ini Penjelasan BPOM

Ketua DPOM, Penny K. Lukito menjelaskan bahwa vaksin covid-19 buatan Sinovac Biotech Ltd ini sudah memiliki bukti ilmiah yang cukup untuk digunakan.


zoom-inlihat foto
str-afp.jpg
STR / AFP
Seorang pekerja medis menunjukkan botol vaksin Biotek Sinovac melawan virus corona COVID-19 di pusat perawatan kesehatan di Yantai, di provinsi Shandong, China timur pada 5 Januari 2021.


Setelah Presiden, vaksinasi dilanjutkan kepada pejabat, para menteri, dan berbagai lintas profesi. 

Sementara, belakangan beredar isu bahwa vaksin yang disuntikkan ke Presiden Jokowi bukanlah Sinovac asli.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari PT Bio Farma Bambang Heriyanto memaparkan, terdapat perbedaan dari sisi kemasannya.

Vaksin Sinovac yang digunakan untuk uji klinis, jelas Bambang, menggunakan prefilled syringe (PFS).

"Maksudnya, vaksin dan alat suntik dikemas dalam satu wadah dosis tunggal," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, kamis (14/1/2021).

Sedangkan, vaksin untuk program vaksinasi tidak menggunakan PFS, namun dikemas dalam vial.

Vaksin Sinovac yang digunakan untuk memvaksin Presiden Jokowi, Rabu (13/1/2021).
Vaksin Sinovac yang digunakan untuk memvaksin Presiden Jokowi, Rabu (13/1/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Dalam program vaksinasi yang sedang berlangsung, menggunakan jarum suntik terpisah.

"Jarum suntiknya terpisah seperti biasa yang banyak dipakai di Yankes atau puskesmas, tergantung ukuran yang akan dipakainya," kata Bambang.

"Bukan satu paket kemasan seperti uji klinis," tambahnya.

Dalam 1 vial berukuran 2 mililiter tersebut, jelas Bambang, berisi 1 dosis vaksin Sinovac yang akan disuntikkan kepada penerima vaksin.





Halaman
1234
Penulis: saradita oktaviani
Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved