189 Korban Gempa di Mamuju Alami Luka Berat dan Dirawat, Bantuan TNI Masih Dalam Perjalanan

Gempa di Mamuju telah merobohkan Kantor Gubernur Sulbar dan merobohkan kantor fasilitas pemerintah, termasuk rumah sakit, pusat perbelanjaan, dll.


zoom-inlihat foto
suasana-halaman-rumah-sakit-rsu-regional-sulbar-pasca-gempabumi.jpg
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Suasana halaman rumah sakit RSU Regional Sulbar pasca gempabumi. Para pasien dievakuasi keluar gedung bersama tempat tidur dan ventilator.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masyrakat korban gempa di Mamuju yang kini berada di pengungsian gelisah bantuan dari pemerintah tak kunjung datang.

Komandan Kodim 1418 Kabupaten Mamuju Kolonel TNI Tri Aji Sartono mengatakan, aparat TNI dan Polri bersama pemerintah telah melakukan koordinasi.

TNI bersama pihak lainnya menjalankan tugas menangani dampak dan korban yang ditimbulkan pasca gempa magnitudo 6,2 di Mamuju.

"Bantuan dari TNI saat ini dalam perjalanan menuju ke Mamuju. Bantuan itu berupa personel TNI, truk 10 buah, dapur lapangan, alat berat berupa ekskavator, damp truk, serta tenda serba guna lainnya," kata Aji seperti dikutip dari Antara, Jumat (15/1/2021).

Aji berharap, seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas dan yang tidak bertanggung jawab.

Baca: Gempa Majene, 3 Warga Meninggal, 2000 Orang Mengungsi, Sejumlah Bangunan Rusak

Baca: Selain Majene, Wilayah Tobelo, Kebumen dan Banyumas juga Diguncang Gempa, Dipicu Sesar Aktif

Ia juga berharap, seluruh relawan yang akan membantu dalam penanganan gempa bumi di Mamuju agar berkoordinasi dengan baik melaksanakan tugas kemanusiaan ini.

Gempa di Mamuju telah merobohkan Kantor Gubernur Sulbar dan merobohkan kantor fasilitas pemerintah, termasuk rumah sakit, pusat perbelanjaan, hotel dan permukiman penduduk.

Selain itu, gempa bumi membuat jaringan listrik padam, sehingga masyarakat sulit berkomunikasi.

Update korban gempa

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan data terbaru terkait gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, hingga Sabtu (16/1/2021) pukul 02.00 dini hari.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, setidaknya hingga pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat, ada 189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat.

"189 orang tersebut di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat pascagempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2021)," kata Raditya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu.

"Sedangkan di Kabupaten Majene, sekitar 637 orang mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan rawat jalan serta kurang lebih 15.000 orang mengungsi di 10 titik pengungsian," kata dia.

Baca: Update Gempa Sulbar: Kantor Gubernur Ambruk, Pasien Covid-19 Panik dan Lari Keluar Rumah Sakit

Baca: Belum Aman, Sulbar Masih Bisa Digoyang Gempa Susulan, Berpotensi Tsunami Jika Hal Ini Terjadi

Raditya mengatakan, saat ini pasien yang dirawat di rumah sakit terdampak juga telah dievakuasi sementara ke RS Lapangan.

Selain itu, Pusdalops BNPB juga melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa tersebut mencapai 42 orang, dengan rincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane.

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Polewali Mandar, kata Raditya, masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan, dan instansi terkait dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa tersebut.

Gedung kantor Gubernur Sulawesi Barat ambruk akibat gempa kuat susulan yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) dini hari pukul 01.20 WITA.
Gedung kantor Gubernur Sulawesi Barat ambruk akibat gempa kuat susulan yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) dini hari pukul 01.20 WITA. (Istimewa/Tribunnews)

"Hingga saat ini, Kabupaten Majene masih dilakukan proses perbaikan arus listrik sehingga seluruh wilayah masih dalam keadaan padam," ujar Raditya.

"Sedangkan sebagian wilayah di Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik dan sebagian lainnya masih mengalami gangguan," ucap dia.

Raditya menuturkan, guna mencegah potensi penularan Covid-19 pada lokasi terdampak bencana, Kementerian Kesehatan juga telah mengaktifkan klaster kesehatan yang terletak di Kabupaten Mamuju dengan menyediakan 25 ambulans, tenda, peralatan ortopedi, obat-obatan ortopedi dan logistik berupa masker bedah 50.000 pcs dan masker kain 20.000 pcs.

(TribunnewsWiki.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba" dan "UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene".





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved