Tiga menit sesaat setelah kawasan Tobelo, gempa lain juga mengguncang wilayah Jawa Tengah.
Kamis (14/1/2021) pukul 00.36 WIB, gempa bermagnitudo 3,6 turut mengguncang
wilayah Kebumen dan Banyumas, Jawa Tengah.
Pada kedalaman 10 km, dengan episenter pada koordinat 7,57 dan 109,43 BT berada di darat.
Tepatnya gempa terpusat di wilayah Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen pada jarak 26 km arah barat daya Kota Kebumen.
Menurut Daryono, gempa berkekuatan 3,6 skala richter ini merupakan jenis gempa dangkal akibat sesar aktif.
"Diduga pembangkit gempa ini adalah Sesar Kebumen yang jalurnya cenderung berarah tenggara-barat laut, melalui utara Kota Kebumen ke arah Waduk Sempor," ungkap Daryono dalam keterangan tertulisnya.
Daryono memaparkan, mekanisme sumber gempa tersebut oblique fault, yakni kombinasi gerak geser mengiri (sinistral strike-slip) dan (normal) dengan nilai jurus 154 derajat.
Menurut laporan masyarakat, gempa dirasakan disekitar wilayah Rowokele, Sempor, Gombong, Karanganyar, Kebumen, Ayah, Purwokerto, dan Banyumas.
Hingga pukul 05.00 WIB tadi, hasil pemantauan BMKG menyatakan bahwa gempa tidak diikuti gempa susulan (aftershock).
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya Suci Pertiwi)
Sebagian rtikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS Rincian Korban Gempa di Majene 3 Meninggal, 24 Luka, 2.000-an Mengungsi
Dan di Kompas.com dengan judul "Gempa Hari Ini: M 5,9 Guncang Majene Sulawesi Barat, 2 Kali Susulan"
"Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Tobelo Maluku Utara, Dipicu Sesar Lokal"
"Gempa Hari Ini: M 3,6 Guncang Kebumen dan Banyumas, Dipicu Sesar Aktif"