TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berikut ini adalah 5 fakta menarik dari film Sobat Ambyar yang merupakan karya terakhir dari mendiang Didi Kempot.
Film Sobat Ambyar diproduseri dan dibintangi oleh mendiang Didi Kempot yang terkenal dengan julukan 'Godfather of Broken Heart'.
Film yang telah lama dinantikan ini menceritakan mengenai pahit-manisnya cinta dan patah hati yang diiringi oleh berbagai lagu campursari sang maestro.
Baca: 5 Tipe Monster yang Ada di Dalam Drama Korea Netflix, Mana yang Paling Mengerikan?
Baca: Sinopsis dan Trailer Perdana Film Sci-Fi Laga Outside the Wire, Segera Tayang di Netflix
Diperankan oleh Bhisma Mulia, Denira Wiraguna, Erick Estrada, Asri Welas, Sisca JKT48, Asri Welas, dan Mo Sidik, film ini sangat menarik perhatian para penggemar.
Berikut ini beberapa fakta menarik dari film Sobat Ambyar yang disampaikan oleh para sutradara dan pemainnya.
Simak selengkapnya di sini!
1. Didi Kempot adalah inspirasi sang sutradara
Sutradara Bagus Bramanti dan Charles Gozali mengungkapkan bahwa inspirasi mereka datang dari fenomena Didi Kempot dan Sobat Ambyar yang tengah naik daun di dua tahun belakangan ini.
Sebagai fans Didi Kempot sejak lama, keduanya melihat hal yang unik, ketika anak-anak muda zaman sekarang dapat menggemari seorang maestro campursari.
Dia mendengarkan ungkapan "Patah hati dijogeti wae" yang pernah dilontarkan Didi Kempot melalui sebuah video di YouTube dan tertarik untuk menerjemahkan kalimat tersebut dalam sebuah film.
Timnya pun melakukan Forum Group Discussion (FGD) bersama beberapa penggemar Didi Kempot.
Cerita-cerita peserta akhirnya dirangkum dan dijadikan sebuah skenario.
"Kami sangat menghormati keberadaan Mas Didi dan Sobat Ambyar, dan kami mencoba menangkap semangat mereka," ujar Bagus.
2. Warisan sang maestro
Kepergian Didi Kempot tahun lalu meninggalkan duka yang mendalam bagi para kru dan pemain Sobat Ambyar.
Charles Gozali berkomentar mengenai sebuah rasa tanggung jawab yang dipikulnya dalam berupaya menjaga warisan Didi Kempot.
Charles ingin membawa energi dan semangat yang besar ke dalam fil ini agar tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh beliau.
"Semoga hari ini dan ke depannya Mas Didi bisa tersenyum dari surga melihat apa yang sudah kami coba persembahkan bagi beliau, masyarakat, dan Sobat Ambyar," ungkapnya.
Hal ini juga disetujui oleh Bagus Bramanti.
"Kami tidak pernah membayangkan bisa bekerja dengan Mas Didi. Sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menjadi pihak pertama dan terakhir yang menerjemahkan siapa karakter Mas Didi dalam dunia sinematik," tambahn Bagus.
3. Momen Ambyar
Asri Welas menceritakan momen ambyar mengenai proses pembuatan film.
Seperti orang-orang yang menangis ketika melihat Didi Kempot bernyanyi saat syuting.
Asri melanjutkan bahwa kepergian Didi Kempot cukup membuat hatinya ambyar dan bagaimana film ini adalah karya terakhir mendiang yang tidak boleh dilewatkan orang-orang.
"Film ini begitu mewakili rasa kehilangan sahabat dan sosok budayawan yang bekerja sangat konsisten di bidangnya hingga diapresiasi oleh bangsanya," ujar Asri Welas.
Sementara itu, Mo Sidik berbagai kekecewaannya karena tidak sempat bertemu dengan Didi Kempot.
"Berharap dapat bertemu ketika penayangan film, namun ternyata tidak bisa," ungkap Mo Sidik.
4. Unsur Lokal yang Kental
Charles Gozali melihat film Sobat Ambyar sebagai film yang mengantarkan konten-konten seperti kearifan budaya lokal dan lagu campur sari.
Dia ingin mengikuti pesan Didi Kempot yang mengatakan bahwa anak muda jangan malu menyanyikan lagu daerah.
Sementara itu, Bagus Bramanti melihat lagu-lagu yang Didi Kempot tinggalkan menginspirasi bagaimana nostalgia Jawa di masa lalu dan masa sekarang.
Hal serupa juga disampaikan oleh Sisca JKT48, menurutnya penggunaan dialog yang sebagian besar dalam Bahasa Jawa menjadi unsur lokal yang menarik.
"Sebagai orang Jawa, saya bangga film ini bisa tayang di Netflix dan bisa ditonton oleh banyak orang dari luar negeri. Semoga unsur-unsur lokal yang cantik di film ini bisa membuat orang-orang yang belum tahu terlalu banyak tentang Indonesia menjadi pensaran untuk mempelajari budaya kita," ujar Sisca.
5. Tema Patah Hati
Film Sobat Ambyar mengangkat tema patah hati yang akan terasa familier oleh siapapun.
Aktor dan aktris muda berbakat Bhisma Mulia dan Denira Wiraguna berperan sebagau Jatmiko dan Saras.
Keduanya mewakili sosok yang mematahkan dan terpatahkan hatinya.
Bhisma dan Saras pun berkomentar mengenai pellajaran yang didapat melalui karakter mereka.
Bagi Denira, ia merasa bahwa ada aspek-aspek lain yang ikut terdampak ketika mematahkan perasaan seseorang, seperti kehidupan sehari-hari dan pekerjaan.
Sementara Bhisma menjelaskan dari sisi yang disakiti.
"Mengutip kata Pakdhe Didi, ambyar dijogeti bukan berarti melupakan, karena pasti tidak mungkin bisa lupa begitu saja," ujar Bhisma.
"Saya mengambil patah hati sebagai motivasi untuk lebih baik lagi," tambahnya.
Baca: Netflix Rilis Teaser Perdana Film Korea Terbaru, Space Sweepers, Segera Tayang Bulan Depan
Baca: Netflix Rilis Trailer Perdana Film Indonesia Terbaru, June & Kopi, Segera Tayang Akhir Bulan Ini
Sementara, Erick Estrada menambahkan dengan memberikan nasihat yang unik.
"Baik perempuan maupun laki-laki, jangan pernah memainkan hati karena banyak hati di luar sana yang menanti. Obat untuk sakit hati hanya satu, cari saja penggantinya," jelas Erick.
Jangan lewatkan penayangan perdana Sobat Ambyar pada tanggal 14 Januari 2021 hanya di Netflix!
(Tribunnewsiki.com/Natalia Bulan R P)