"HANYA 14 HARI! PKM akan kita berlakukan. Ayo patuhi 3 M. jangan keluar rumah jika tidak mendesak. Sudah terlalu banyak saudara kita, teman, keluarga, guru sampai kiai yang telah meninggal dunia. Jaga diri kita masing-masing utk melindungi yang lain, ntuk melindungi keluarga dan negara," tulisnya.
Ganjar memaparkan, jika pemerintah Jawa Tengah akan mengurangi WFO dari 50 persen menjadi hanya 25 persen.
"Kami dari pemerintah juga akan kita kurangi nanti, dari 50 persen jadi hanya 25 persen. 25 persen termasuk Gubernurnya. Maka biarkan kami yang berkeliling, melakukan kontrol, panjenengan cukup di rumah," katanya.
Dalam video berdurasi 1,30 menit, Ganjar menegaskan jika ada kesulitan bisa melaporkan ke Lurah, Kades, RT.
Ganjar juga meminta masyarakat untuk mengggerakkan atau menghidupkan jogo tonggo.
Seperti diketahui, PPKM Jawa-Bali diberlakukan mulai Senin (11/1/2021) hingga 25 Januari 2021 mendatang.
Baca: PPKM atau PSBB Ketat untuk Jawa-Bali Dimulai Hari Ini, Tempat Perbelanjaan Tutup Pukul 19.00 WIB
(TRIBUNNEWSWIKI/Anindya Suci Pertiwi, Kompas.com/Kontributor Semarang, Riska Farasonalia)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Masuk PPKM Jateng, Ganjar Minta Kepala Daerah Tak Berikan Kelonggaran"