Terrmasuk dalam rangka upaya menyiapkan sistem rantai dingin atau cold chain hingga vaksin diterima oleh fasilitas kesehatan.
“Tidak hanya Biofarma sebagai distributor, tapi juga melalui provinsi, kabupaten/kota, dan Puskesmas, sehingga nanti perjalanan vaksin dari Biofarma ke Puskesmas ini berjalan baik,” tutur Bambang.
“Semua rantai dingin di 2 sampai 8 derajat (celcius), Insya Allah kita sudah siap,” sambung dia.
Bambang berharap vaksin yang akan digunakan di masyarakat kualitasnya dapat terjamin.
Hingga kini, sudah ada 3 juta vaksin dari Sinovac yang datang di Indonesia.
Vaksin tersebut masih diuji secara klinis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di PT Bio Farma.
Selanjutnya, vaksin akan digunakan untuk program vaksinasi setelah mengantongi izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM.
(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Devina Halim)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jubir Vaksinasi: Kehalalan Vaksin Sinovac Sedang Dikaji LPPOM MUI" dan "Vaksin Covid-19 Sinovac Mulai Didistribusikan ke 34 Provinsi"