Informasi Awal #
TRIBUNNEWWIKI.COM - Tahun baru mulai dirayakan dan ditetapkan jatuh pada 1 Januari untuk pertama kalinya pada tahun 45 Sebelum Masehi (SM) atau tepat 2065 tahun yang lalu.
Sebelumnya, di Kekaisaran Roma, awal tahun baru adalah 1 Maret.[1]
Pergantian hari pertama tahun baru ini terjadi karena kalender Julian yang dinisiasi Julius Caesar mulai diberlakukan di Kekaisaran Roma.
Julius Caesar memutuskan bahwa kalender tradisional Roma bersistem lunar yang diberlakukan sejak abad ketujuh membutuhkan perombakan.
Roma kemudian menggunakan sistem solar atau matahari, dengan satu tahun berisi 365 dan ¼ hari.[2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 31 Desember: Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) Bubar karena Bangkrut
Kalender Roma Awal #
Pada awalnya kalender Roma diadopsi dari kalender Yunani. Kalender ini terdiri dari 10 bulan dan terbagi menjadi 304 hari.
Nama-nama bula tersebut adalah Martius, Aprilis, Maius, Junius, Quintilis, Sextilis, September, October, November, and December.
Enam nama terakhir diambil dari angka lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, dan sepuluh.
Romulus, yang dianggap sebagai penguasa Roma pertama, disebut sebagai yang mengenalkan kalender ini.
Menurut tradisi, penguasa Roma bernama Numa Pompilius menambahkan Januari dan Februari ke dalam kalender tersebut.
Selain itu, dia juga meminta ada tambahan hari yang dimasukkan setiap beberapa tahun sekali, dalam bulan yang disebut Mercedinus. [3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Jutaan Ayam di Hong Kong Dimusnahkan agar Flu Burung Tidak Menyebar
Pergantian Kalender #
Setelah menjadi diktator Roma, Julius Caesar memutuskan bahwa kalender tradisional Roma membutuhkan perombakan.
Karena pada awalnya kalender Roma didasarkan pada siklus bulan, tetapi sering tidak bertepatan dengan musim dan harus dikoreksi.
Selain itu, para pontifex, dewan Roma yang ditugaskan mengawasi kalender tersebut, sering menyalahgunakan kewenangannya dengan menambah hari agar memperpanjang masa politik atau mengintervensi pemilihan.
Untuk mendesain kalender barunya, Caesar meminta bantuan seorang astronom Alexandria bernama Sosigenes.
Sosignes menyarankannya meninggalkan sistem lunar dan menggantikannya dengan sistem solar atau matahari. Kemudian, setahun dihitung sebagai 365 dan ¼ hari.
Caesar kemudian menambahkan 67 hari pada tahun 46 SM dan membuat 45 SM jatuh pada 1 Januari, bukan Maret seperti biasanya,
Dia juga memutuskan bahwa setiap empat tahun sekali, ada sebuah hari yang ditambahkan pada bulan Februari sehingga kalendernya tidak tertinggal.
Setelah Caesar dibunuh tahun 44 SM, Mark Anthony mengubah bulan Quintilis menjadi Julius (Juli) untuk menghormatinya.
Bulan Sextilis kemudian diubah namanya menjadi Augustus (August) untuk menghormati Augustus. [4]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa dan Tsunami di Jepang, Renggut 5.523 Nyawa dan Timbulkan Kebakaran
Tahun Baru pada Abad Pertengahan #
Perayaan tahun baru pada bulan Januari mulai ditinggalkan pada Abad Pertengahan.
Bahkan, mereka yang benar-benar menaati kalender Julian juga tidak yakin bahwa tahun baru jatuh tepat tanggal 1 Januari.
Alasannya adalah Caesar dan Sosigenes tidak bisa mengitung tahun matahari secara tepat, yakni 365,242199 hari, bukan 365,25 hari.
Jadi, setiap tahun ada kesalahan sebesar 11 menit, dan menambahkan 7 hari pada tahun 1000 M dan 10 hari pada pertengahan abad ke-15 M.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 28 Desember: Gempa dan Tsunami Dahsyat di Messina, Tewaskan 80.000 Penduduk
Gereja kemudian sadar akan masalah ini dan pada 1570, Paus Gregory XIII menyuruh astronom bernama Christopher Clacius untuk membuat kalender baru.
Pada tahun 1582 kalender Gregorian mulai diterapkan dan melangkahi 10 hari pada tahun tersebut.[5]
(Tribunnewswiki/Tyo)
| Peristiwa | 1 Januari dirayakan sebagai hari pertama dalam kalender |
|---|
| Tanggal | 1 Januari 45 S |
|---|
Sumber :
1. www.history.com
2. www.infoplease.com
3. www.webexhibits.org