Alergi Makanan

Alergi makanan adalah reaksi alergi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengira bahwa protein dari beberapa makanan dianggap sebagai suatu ancaman yang berbahaya


zoom-inlihat foto
alergi-makanan-1.jpg
halodoc
Alergi makanan adalah reaksi alergi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengira bahwa protein dari beberapa makanan dianggap sebagai suatu ancaman yang berbahaya

Alergi makanan adalah reaksi alergi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengira bahwa protein dari beberapa makanan dianggap sebagai suatu ancaman yang berbahaya




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Alergi makanan adalah reaksi alergi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengira bahwa protein dari beberapa makanan dianggap sebagai suatu ancaman yang berbahaya.

Alergi makanan ini dapat bersifat akut atau tiba-tiba, tetapi dapat juga bersifat kronis atau berlangsung dalam waktu yang lama.

Baca: Alergi

  • Penyebab #


Sistem kekebalan tubuh secara salah mengidentifikasi protein pada makanan tertentu sebagai sesuatu yang mengancam dan berbahaya.

Sistem kekebalan ini memicu pelepasan Imunoglobulin E (IgE) ke dalam darah untuk menetralisir makanan yang diduga berbahaya tadi.

Akibatnya, timbul gejala alergi.

Ilustrasi alergi
Ilustrasi alergi (pixabay.com)

Makanan pemicu utama dari alergi, antara lain makanan yang berasal dari laut, seperti lobster, udang, kepiting ikan, dan protein dalam kerang.

Sementara itu, kacang kenari, pala, telur merupakan makanan yang juga berpotensi memicu alergi.

Sedangkan pada anak-anak, alergi makanan umumnya dipicu oleh protein dalam telur, susu, kacang-kacangan, dan gandum.

Baca: Alergi Parah, Perempuan ini Hampir Mati Kesulitan Bernapas Hanya karena Mencium Bau Kacang

  • Gejala #


Berdasarkan jangka waktu timbulnya, gejala, serta zat pemicunya, alergi makanan terbagi dalam tiga jenis yaitu:

Imunoglobulin E

Zat antibodi dalam tubuh manusia salah satunya berasal dari imunoglobulin E atau IgE.

Gejala yang ditimbulkan umumnya tidak lama setelah pengidap mengonsumsi makanan tertentu.

Gejalanya meliputi:

  • Ruam kemerahan yang tampak timbul pada permukaan kulit.
  • Gatal-gatal.
  • Kesemutan pada rongga mulut.
  • Sulit menelan.
  • Bengkak pada mulut, wajah, dan bagian tubuh lain.
  • Mual dan muntah.
  • Mata gatal.
  • Bersin.
  • Napas pendek atau sesak.
  • Pusing.
  • Sakit perut atau diare.

Non Imunoglobulin E

Gejala yang timbul membutuhkan waktu lebih lama, umumnya berjam-jam setelah pengidap mengonsumsi makanan tertentu.

Gejalanya meliputi:

  • Ruam kemerahan yang tidak tampak timbul pada permukaan kulit.
  • Gatal.
  • Kulit kering dan pecah-pecah, kemerahan, dan gatal.
  • Area kelamin dan anus tampak kemerahan.
  • Sembelit.
  • Nyeri ulu hati.
  • Lebih sering buang air besar.
  • Terdapat lendir atau darah pada kotoran saat buang air besar.
  • Kulit pucat.
  • Tampak lebih rewel pada bayi.

Kombinasi Imunoglobulin E dan Non Imunoglobulin E

Pengidap alergi akan mengalami gejala dari kedua jenis alergi makanan.

Sedangkan reaksi alergi yang berat (anafilaksis) gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Jantung berdebar cepat.
  • Sesak napas.
  • Cemas dan ketakutan yang tiba-tiba.
  • Tekanan darah turun drastis.
  • Tidak sadarkan diri atau pingsan.

  • Pengobatan #


Pengobatan pada alergi makanan bertujuan untuk mengurangi gejala.

Obat alergi makanan disesuaikan dengan gejala yang dialami, mulai dari yang ringan hingga berat.

Cara untuk mencegah alergi makanan adalah dengan menghindari makanan tertentu yang dapat menyebabkan gejala alergi pada diri seseorang.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Penyakit Alergi Makanan
Gejala Ruam kemerahan yang tampak timbul pada permukaan kulit
Faktor Risiko Riwayat alergi makanan
Riwayat keluarga


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved