Polri Sebut Anggota Jamaah Islamiyah Dilatih untuk Lawan Musuh, Ada 91 Kader Diberi Pelatihan Tempur

Dari informasi yang diperoleh Polri, terdapat 91 kader JI yang diberi pelatihan tempur.


zoom-inlihat foto
irjen-argo-yuwono.jpg
Dok. Divisi Humas Polri
Kepala Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, Kapolsek Tegal Selatan Joeharno sudah dinonaktifkan dari jabatannya untuk menjalani pemeriksaan internal oleh Propam terkait diselenggaranya acara dangdutan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal pada Rabu (23/9/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) diduga memberikan pelatihan khusus bagi anggotanya untuk melawan musuh mereka.

"Mereka (JI) sudah menyiapkan kemampuan diri dengan pelatihan-pelatihan khusus guna mempersiapkan kekuatan melawan musuh yakni negara dan aparat," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Minggu (20/11/2020).

Menurut dia, proses pengkaderan yang dilakukan JI terhadap teroris muda diagendakan secara rapi.

JI bahkan memiliki bagian khusus untuk menyiapkan para kadernya itu.

Diduga, koordinator pelatihan kelompok JI adalah Joko Priyono alias Karso, sementara penanggung jawab kelompok ini adalah Para Wijayanto.

Baca: Polri Bongkar Sumber Dana Kelompok Jamaah Islamiyah: Iuran Wajib Anggota hingga Kotak Amal

Dari informasi yang diperoleh Polri, terdapat 91 kader JI yang diberi pelatihan tempur.

Argo mengatakan, 66 orang di antaranya dikirim ke Suriah dan beberapa sudah kembali ke Indonesia.

"Sebagian besar dari mereka juga sudah berangkat ke Suriah bergabung dengan kelompok teror di sana dan berperan aktif dalam konflik di Suriah.

Kemampuan yang sudah diasah di tempat pelatihan dan medan tempur sebenarnya (Suriah) menjadikan mereka sebagai potensi ancaman nyata," ucapnya.

Argo pun menilai, maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks menjadi salah satu penyebab paham radikal semakin tumbuh subur di Indonesia.

Ilustrasi teroris
Ilustrasi teroris (Pixabay)

Oleh karena itu, diperlukan peran seluruh lembaga terkait yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, komunikasi dan keamanan di lingkungan masing-masing.

Hingga saat ini, aparat kepolisian melalui tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terus memantau jaringan teroris di Indonesia.

"Spesifiknya, Densus 88 sudah melakukan penegakan hukum terhadap 20 peserta pelatihan JI,” tutur dia. Selama November-Desember 2020, total terdapat 23 terduga teroris anggota kelompok JI yang ditangkap tim Densus 88.

Mereka telah dibawa ke Mabes Polri untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca: Vila di Jateng Jadi Tempat Latihan Militer Kelompok Jamaah Islamiyah, Incar Santri Muda Cerdas

Baca: Jamaah Islamiyah

Dari jumlah itu, ada tokoh penting JI yang ikut ditangkap yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dan Zulkarnaen.

Adapun Zulkarnaen yang merupakan otak dalam peristiwa Bom Bali I ditangkap di daerah Lampung pada 10 Desember 2020.

Sementara, Upik Lawanga yang mendapat sebutan sebagai "profesor" ditangkap di rumahnya di Lampung pada 23 November 2020.

Menurut polisi, Upik ahli dalam membuat bom serta senjata api rakitan.

(TribunnewsWiki.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri Sebut Kelompok Teroris JI Beri Pelatihan Khusus ke Anggotanya Untuk Melawan Negara dan Aparat".











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved