Ini Rasa Kecewa Asisten Shin Tae-yong, Terkait Indisipliner Serdy dan Yudha di Timnas Indonesia U-19

Nova Arianto mengaku kecewa berat dengan sikap Serdy Fano dan Yudha Febrian karena tidak serius berada di Timnas Indonesia U-19 saat ini.


zoom-inlihat foto
pssi-nova-arianto-timnas-indo-19.jpg
Dokumen PSSI
Skuad timnas U-19 Indonesia dan asisten pelatih Nova Arianto saat menjalani Pemusatan Latihan (TC) di Kroasia pada September 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Timnas Indonesia saaat ini tengah fokus mempersiapkan diri jelang turnamen besar mendatang.

Dua ajang bergengsi, Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021 sudah menanti.

Indonesia pun sepertinya tidak ingin hanya main-main untuk turun di dua ajang tersebut, apalagi Piala Dunia U-20 2021.

Shin Tae-yong pun oleh PSSI ditunjuk merangkap sebagai pelatih untuk Timnas Indonesia U-19.

Selain itu, Timnas Indonesia U-19 yang akan terjun di Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021 pun dipersiapkan dengan serius.

Beberapa waktu lalu, Garuda Muda bahkan jalani pemusatan latihan hingga ke Eropa, meski ditengah situasi pandemi Covid-19 ini.

Selain demi membentuk kualitas tim, Shin Tae-yong juga berusaha membenahi masalah mengakar yang selama ini menjadi hambatan bagi Timnas Indonesia, yakni kualitas fisik dan mentalitas para pemain.

Shin Tae-yong sendiri dikenal sebagai pelatih yang keras dan disiplin dengan tim yang ia tangani.

Hal ini sudah terlihat pada awal-awal dirinya ditetapkan sebagai pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong langsung tanpa segan mengomentari kapasitas fisik terkait kebugaran dan buruknya stamina para pemain-pemain Indonesia.

Baca: Pulang ke Hotel Pukul 3 Pagi, Dua Pemain Timnas Indonesia U-19 Dicoret: Serdy Diperiksa ke Psikiater

 Shin Tae-ypng pun secara terang-terangan mengkritik keras para pemain Timnas Indonesia yang tidak disiplin dalam menjaga pola makan.

Namun, tak hanya sampai di situ, eks pelatih Timnas Korea Selatan ini juga keras terkait dengan kedisiplinan para pemain.

Shin Tae-yong kembali menunjukkan sisi profesionalitas sejati terkait kedisiplinan bagi skuat Timnas Indonesia.

Mochamad Yudha Febrian, dicoret dari Timnas Indonesia U-19 karena indisipliner.
Mochamad Yudha Febrian, dicoret dari Timnas Indonesia U-19 karena indisipliner. (Instagram @febrian13yudhaa)

Seperti diketahui, belum lama ini ada dua pilar Timnas Indonesia U-19 yang dipulangkan Shin Tae-yong.

Dua pemain Timnas Indonesia U-19 yang didepak Shin Tae-yong yakni Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian.

Shin Tae-yong mencoret Serdy Fano serta Mochamad Yudha Febrian dari Timnas Indonesia U-19 bukan tanpa alasan belaka.

Kedua pemain muda tersebut dipulangkan oleh Shin Tae-yong karena mereka terbukti melakukan tindakan indisipliner dalam masa pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19.

Timnas Indonesia U-19 memang sebelumnya tengah menjalani pemusatan latihan di Jakarta.

Pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 ini telah berjalan sejak 13 November 2020 hingga 23 November 2020.

Baca: Serdy Fano

Namun pada Selasa (24/11/2020), secara mengejutkan PSSI mengumumkan bahwa Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian didepak dari Timnas Indonesia U-19 karena alasan indisipliner berat.

Usut punya usut, ternyata Serdy serta Yudha dinilai indisipliner berat karena lalai dalam kegiatan latihan Timnas Indonesia U-19 pada 23 November 2020.

Kedua pemain tersebut dikabarkan tidak melakukan timbangan badan di pagi hari, terlambat datang latihan Senin (23/11/2020) dan baru kembali ke hotel jam 3 pagi.

Perilaku itu pun yang membuat Serdy Fano dan Mochamad Yudha Febrian ditindak tegas oleh Shin Tae-yong dengan pencoretan dari Timnas Indonesia U-19 saat ini.

Serdy Fano, sudah dua kali dicoret dari Timnas Indonesia U-19 akibat indisipliner.
Serdy Fano, sudah dua kali dicoret dari Timnas Indonesia U-19 akibat indisipliner. (Instagram @serdyephyfano09)

Asisten pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto pun merasa kecewa dengan tindakan indisipliner Serdy dan Yudha.

"Yang pertama, saya kecewa karena timnas dibuat main-main," kata Nova Arianto, Selasa 24 November 2020, mengutip dari laman Bolasport.com, 2 Pilar Timnas U-19 Indonesia Indisipliner, Rekan Shin Tae-yong Kecewa.

"Semua mengetahui kalau Timnas Indonesia U-19 dibiayai uang rakyat, tetapi tanggung jawab mereka (Serdy dan Yudha) tidak ada untuk tim ini," ujar Nova.

Nova Arianto pun sangat menyayangkan kurang disiplinnya Serdy Fano dan Mochamad Yudha Febrian dalam masa pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19.

Terlebih, Nova pun mengakui padahal banyak pesepak bola-pesepak bola muda yang berharap berada di posisi Serdy dan Yudha alias bisa masuk Timnas Indonesia U-19.

"Banyak pemain ingin bermain di tim nasional, tetapi yang sudah berada di timnas (Serdy serta Yudha) bikin seenaknya sendiri," tutur Legenda Persib Bandung tersebut.

Serdy Fano dibawa ke psikiater

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Sumardji mengaku kecewa dengan apa yang kembali dilakukan Serdy Ephy Fano Boky.

Serdy Ephy Fano seolah tak belajar dari kesalahan yang sebelumnya sempat ia lakukan di pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-19 pada Agustus 2020.

Serdy dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-19 jelang keberangkatan ke Kroasia lantaran telat bergabung latihan.

Sumardji pun sudah memberikan wejangan kepada Serdy agar tidak mengulangi kesalahannya lagi saat kembali mendapatkan panggilan ke Timnas Indonesia U-19.

Sumardji mengatakan, akan menggandeng psikiater untuk memantau kondisi psikologis dari Serdy.

Baca: Yudha Febrian

"Persoalannya kenapa anak ini (Serdy) mengulang lagi, saya sudah sampaikan, ini kesempatan yang sangat baik, jangan diulang kembali (kesalahan yang lalu)," kata Sumardji.

"Dengan diulangi ini kan secara otomatis saya berpikir ada apa. Maka nanti saya coba, gandeng psikiater atau kami pastikan dulu psikologisnya seperti apa," ujar Sumardji.

Sumardji menambah, dari hasil konsultasi dengan psikiater pun nanti dapat disimpulkan apa yang harus diperbaiki oleh Serdy.

"Dari hasil itu (pantauan kondisi psikologis) mungkin bisa saya sentuh ini kira-kira apa yang kurang," ujar Sumardji, Selasa (24/11/2020).

"Setelah kami tahu hasilnya nanti sama-sama kami obati apa yang menjadi keluhan maupun persoalan," tutur Sumardji.

Serdy Ephyfano Boky.
Serdy Ephyfano Boky. (Kompas.com)

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menegaskan bahwa tak ada tempat untuk para pemain yang suka melanggar aturan ataupun indisipliner di Timnas Indonesia U-19.

"Tidak ada tempat di Timnas Indonesia U-19 bagi pemain yang melakukan Indisipliner," ujar Iriawan.

Bahkan dengan sikap yang ditunjukan Shin Tae-yong tersebut diharapkan para pemain bisa lebih serius.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut juga menegaskan bahwa sebagai pemain harus serius menjalani kegiatan di Timnas Indonesia U-19.

Hal itu karena kegiatan skuad Garuda Nusantara dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Baca: Keluarga dan Pihak Barito Putera Sudah Bertemu, Sinyal Bagus Kahfi Gabung FC Utrecht Semakin Kuat

Tentu saja hal itu tanggung jawab besar untuk para pemain.

"Uang yang digunakan ini dari rakyat. Jadi seluruh pemain harus serius. Jangan main-main. Kalau main-main pasti dicoret, contohnya yang menimpa dua pemain tersebut," tuturnya.

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri juga setuju apabila pemain memang harus disiplin.

Menurutnya dengan disiplin akan menjadi kunci sukses untuk bisa membangun sebuat tim.

"Dengan disiplin yang kuat, untuk menuju prestasi akan lebih mudah ketimbang pemain yang suka indisipliner," ucap Indra Sjafri.

(Tribunnewswiki.com/Ris)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved