Nekrolisis Epidermal Toksik

Nekrolisis Epidermal Toksik (NET) adalah penyakit yang menyerang kulit akibat munculnya reaksi hipersensitivitas dengan beragam penyebab dan kondisi medis tertentu


zoom-inlihat foto
nekrolisis-epidermal-toksik-net.jpg
halodoc
Nekrolisis Epidermal Toksik (NET) adalah penyakit yang menyerang kulit akibat munculnya reaksi hipersensitivitas dengan beragam penyebab dan kondisi medis tertentu

Nekrolisis Epidermal Toksik (NET) adalah penyakit yang menyerang kulit akibat munculnya reaksi hipersensitivitas dengan beragam penyebab dan kondisi medis tertentu




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nekrolisis Epidermal Toksik (NET) adalah penyakit yang menyerang kulit akibat munculnya reaksi hipersensitivitas dengan beragam penyebab dan kondisi medis tertentu.

Kondisi ini ditandai dengan kerusakan jaringan kulit yang cukup luas, yang dapat berujung pada infeksi berat dan kematian.

Tak hanya di kulit, NET juga bisa menyerang organ dalam dan menyebabkan gangguan pernapasan, perdarahan di saluran pencernaan, gangguan pada saluran kemih, dan sebagainya.

Baca: Neuropati Diabetik

  • Penyebab


Penyebab utama terjadinya NET adalah reaksi sensitivitas berlebihan (hipersensitivitas) dari sistem imun terhadap racun yang terakumulasi pada kulit, karena penggunaan atau konsumsi obat.

Sebagian besar kasus NET disebabkan oleh obat seperti antibiotik sulfonamid, allopurinol, NSAID, antimetabolit, antiretroviral, kortikosteroid, serta antikonvulsan (fenobarbital, asam valproat, fenitoin, dan karbamazepin).

Selain itu, NET bisa juga disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae, virus herpes, transplantasi tulang dan sumsum.

Baca: Neuropati Perifer

  • Gejala


Gejala nekrolisis epidermal toksik muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi obat tertentu diawali dengan gejala yang menyerupai infeksi saluran pernapasan bagian atas atau flu.

Misalnya demam melebihi 39 derajat Celsius, nyeri tenggorokan, pilek, batuk, nyeri otot, mata merah, serta tubuh terasa lelah.

Gejala awal ini berlangsung selama beberapa hari.

Penyebab utama terjadinya NET
Penyebab utama terjadinya NET adalah reaksi sensitivitas berlebihan (hipersensitivitas) dari sistem imun terhadap racun yang terakumulasi pada kulit

Selanjutnya, gejala yang muncul pada pengidap berupa ruam kulit berwarna merah yang menyebar ke seluruh tubuh, terutama pada wajah atau tungkai.

Perluasan penyebaran ini berlangsung selama maksimal 4 hari.

Luka kulit tersebut dapat berupa kulit merah yang datar dan meluas, luka berbentuk seperti papan target panah, atau luka lepuh.

Luka lepuh kemudian menjadi lapisan kulit yang terkelupas hingga menyisakan lapisan tengah kulit atau dermis yang berwarna merah gelap dan terlihat seperti luka bakar.

Dalam kondisi ini, pengidap mengalami nyeri yang cukup parah dan merasa gelisah.

Selain itu, organ lain seperti hati, ginjal, paru-paru, sumsum tulang, dan sendi juga dapat mengalami gangguan.

Baca: Neurofibromatosis Tipe 1

  • Pengobatan dan Pencegahan


Penanganan awal yang penting adalah memberikan sejumlah cairan melalui infus untuk memastikan pemgidap tidak kekurangan cairan dan untuk mencegah syok.

Pengidap biasanya akan dirawat di ruang isolasi, agar tidak mudah tertular infeksi dari pengidap lain yang sedang dirawat.

Bagian kulit yang mengalami NET biasanya perlu diolesi larutan garam fisiologi setiap jam, lalu dilanjutkan dengan diolesi pelembap di atasnya.

Hal ini penting untuk mencegah penguapan air yang berlebihan dari kulit.

Gejala nekrolisis epidermal toksik
Gejala nekrolisis epidermal toksik muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi obat tertentu diawali dengan gejala yang menyerupai infeksi saluran pernapasan bagian atas atau flu

Jika jaringan kulit yang mati cukup luas, tak jarang operasi pengangkatan kulit mati perlu dilakukan untuk mencegah kulit mati tersebut menjadi tempat bersarangnya kuman penyakit.

Karena NET rentan terjadi infeksi, maka dokter akan memberikan antibiotik.

Antibiotik yang diberikan oleh dokter biasanya antibiotik yang spektrumnya luas.

Pengobatan NET umumnya membutuhkan waktu yang lama, bisa selama dua minggu, bisa juga sampai berbulan-bulan.

Selain itu, perlu diketahui bahwa tak semua kasus NET dapat sembuh dengan sempurna.

Apabila kamu memiliki alergi terhadap suatu obat, sebaiknya hindari paparan zat tersebut.

Cara ini akan sangat membantu menurunkan risiko mengalami NET.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Penyakit Nekrolisis Epidermal Toksik
Faktor Risiko Orang yang memiliki gangguan atau sensivitas berlebihan pada sistem kekebalan tubuhnya
Pengidap alergi zat kimia atau obat-obatan tertentu, seperti antibiotik sulfonamid, antiretroviral
Gejala Mata, yang membuatnya menjadi merah atau sensitif terhadap cahaya
Mulut atau bibir, di mana bibir terlihat merah, pecah-pecah, atau sariawan
Tenggorokan dan kerongkongan, yang menyebabkan pengidap sulit menelan
Saluran kemih dan kelamin, yang dapat menyebabkan gejala retensi urine dan luka


Sumber :


1. www.halodoc.com


Penulis: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved