TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ajang UEFA Nations League masih hadir sebagai pengisi jeda sepak bola internasional minggu ini.
Dalam laga terakhir Grup 4 Liga A UEFA Nations League 2020-2021, Selasa (17/11/2020) di Sevilla, terjadi bentrok dua juara dunia, Spanyol versus Jerman.
Namun, hasilnya diluar dugaan karena Jerman ditekuk habis dengan skor 0-6 oleh tuan rumah Spanyol.
Hat-trick gelandang Manchester City, Ferran Torres plus tiga gol tambahan yang masing-masing dicetak oleh Alvaro Morata, Koke, dan Mikel Oyarzabal mengantarkan Spanyol meraih poin penuh pada akhir laga.
Tentu hasil ini sangat memalukan bagi tim sekelas Jerman, yang berkali-kali juara dunia.
Terlebih, pasukan Joachim Loew diisi pemain-pemain dengan reputasi mentereng di Eropa.
Meski begitu, kalah dengan skor 0-6 dari Spanyol semalam ternyata bukan kekalahan terburuk yang pernah dialami Jerman dalam sejarah mereka.
Akan tetapi, kekalahan terburuk Jerman sudah sangat lama terjadi, yakni 111 tahun yang lalu, tepatnya pada 13 Maret 1909.
Ketika itu dalam sebuah pertandingan persahabatan, Jerman kalah 0-9 dari Inggris.
Tahun 1909 mungkin bisa dibilang sebagai zaman dinosaurus dalam sepak bola.
Baca: Dari Negara-negara Eropa hingga Asia, Berikut Ini Rencana Jadwal TC Timnas Indonesia U-19 ke Depan
Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) belum lama berdiri.
Saat itu timnas Jerman juga belum memakai pelatih tetap.
Sejumlah aturan sepak bola yang dikenal sekarang, seperti kartu kuning-kartu merah, belum diberlakukan.
Jadi, cukup sahih untuk menyebut dini hari tadi Jerman mengalami kekalahan terbesarnya di era modern.
Faktanya, di luar skor 0-9 melawan Inggris pada 1909, Jerman hanya tercatat 4 kali
kalah dengan selisih 5 gol atau lebih banyak.
Jerman pernah dikalahkan Austria 0-5 pada 13 September 1931 dalam sebuah pertandingan persahabatan.
Baca: Sempat Tak Diakui, Rencana Naturalisasi Pemain Brasil di Timnas Indonesia U-19 Kini Terjawab Tuntas
Der Panzer juga pernah takluk 3-8 dari Hongaria di Piala Dunia 1954.
Kekalahan 0-6 terjadi dua kali, di mana sebelum waktu melawan Spanyol dini hari tadi, Jerman kalah dengan skor yang sama dari Austria dalam uji coba pada 24 Mei 1931.
Artinya, pada dini hari tadi, Jerman mengalami kekalahan terbesarnya sepanjang sejarah dalam laga sebuah kompetitif.
Sejak menjuarai Piala Dunia 2014, Jerman cenderung menurun dan kekalahan 0-6 dari Spanyol ini mungkin menjadi puncaknya.
Walaupun menjuarai Piala Konfederasi 2017, Jerman tercatat gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2018.
Der Panzer sebetulnya juga terdegradasi dari UEFA Nations League 2018-2019 tetapi akhirnya tetap di divisi utama setelah UEFA menambah jumlah tim dalam satu grup dari 3 menjadi 4.
Seturut hasil memalukan ini, masa depan pelatih Joachim Loew pun langsung menjadi bahan pergunjingan.
"Apakah saya harus cemas pada pekerjaan saya?"
"Anda sebaiknya menanyakan hal itu kepada orang lain," kata Loew dalam jumpa pers usai pertandingan seperti dikutip dari Forbes via Bolaspot.com berjudul Digebuk Spanyol 0-6, Jerman Alami Kekalahan Terburuk setelah Zaman Dinosaurus.
Baca: Viral Tarkam di Lapangan Banjir Lumpur, Pemain Bhayangkara & Timnas Saddil Ramdani Dihujani Kritik
Manajer timnas Jerman, Oliver Bierhoff, menyatakan federasi masih mempercayai Loew.
"Kami lanjut memiliki kepercayaan kepada Joachim Loew, tidak ada keraguan," kata Bierhoff kepada Kicker.
"Tetapi, kami juga tidak akan mencari alasan untuk hasil ini."
"Banyaknya pemain muda bukan argumen."
"Kami harus mencerna hasil ini dulu. Saya harap kami memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi Euro 2020."
Nasib Joachim Loew pun semakin dalam bahaya pasca pertandingan semalam.
Kemenangan atas Jerman ini tentu sangat berarti untuk Spanyol.
Sebab dengan demikian, mereka berhasil mengunci satu tempat di semifinal UEFA Nations League.
Tak hanya itu, kemenangan ini terasa spesial karena mereka berhasil mengukir sejarah baru.
Seperti dilansir dari Opta, pada kemenangan ini Spanyol berhasil unggul 3 gol dari Jerman saat turun minum dan itu adalah pertama kalinya La Furia Roja sukses melakukan hal tersebut sepanjang sejarah pertemuan kedua kubu.
Hasil ini mengesahkan status spanyol sebagai jawara Liga A Grup 4.
Tim Matador finis dengan koleksi 11 poin, unggul dua angka atas Jerman selaku runner-up.
(Tribunnewswiki.com/Ris)