Kakek Ini Tewas Ditusuk, Disebut Ingkar Janji Bayar Jasa Layanan Seks Sejenis oleh Dua Pemuda

Kakek 67 tahun tewas ditusuk oleh 2 pemuda yang kecewa usai berikan jasa layanan seksual tapi tak dibayar


zoom-inlihat foto
lbgt-lgbti-lgbtq.jpg
pixabay.com
Ilustrasi LGBT.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang kakek bernama EP alias Suhong (67) tewas ditusuk di bagian dada dan leher oleh Nf (25) dan Jy (24), warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus pada Senin (9/11/2020).

Motif pelaku membunuh korban lantaran dua pelaku ini kecewa atas janji si kakek yang tak kunjung membayar mereka setelah memberikan pelayanan seksual.

Kedua pemuda itu diduga membunuh EP di Desa Curahkalak, Kecamatan Jangkar.

Kapolres Situbondo AKBP Achmad Imam Rifa'i mengatakan pada Rabu (11/11/2020), pelaku dan korban ternyata telah saling kenal.

Imam melanjutkan, pelaku sakit hati mengira mereka tidak akan diberi uang oleh korban setelah memberikan layanan sejenis tersebut.

Baca: Kesal Suaminya Selingkuh, Wanita Ini Ajak Hubungan Badan Seorang Kakek di Taman Bermain

Baca: Naik Motor Gendong Jasad Cucunya Pakai Kain Jarik, Kakek Ini Tolak Tumpangi Ambulans

“Kedua pelaku yang mengira mereka tidak akan diberi uang oleh korban, mereka ke sana membawa pisau,” kata Imam.

Terkait berapa hubungan keduanya, Imam mengatakan, hal tersebut masih diselidiki.

“Hubungan berapa lama dan berapa kali masih kami dalami,” ujar Imam.

Dua pembunuhan terhadap seorang kakek di Situbondo berhasil ditangkap Polres Situbondo
Dua pembunuhan terhadap seorang kakek di Situbondo berhasil ditangkap Polres Situbondo (Kompas.com/Bagus Supriadi)

Kronologi

Dua pemuda, Nf dan Jy ditangkap pihak berwajib pada Selasa (10/11/2020).

Akibat dari kasus pembunuhan yang mereka lakukan, keduanya dikenai Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman minimal 20 tahun penjara hingga maksimal hidup.

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, Korban didatangi oleh Nf saat berada di tokonya pada Senin (9/11/2020).

Nf membawa pisau dan menusuk korban sampai tewas.

Kala itu kakek ini meminta Nf memberikan layanan seksual kepadanya.

Korban juga mnegatakan akan memberi uang usai mendapat layanan seks dari pemuda ini.

Imam menuturkan, ternyata korban tidak memberikan uang seperti yang dikatakannya.

“Namun pelaku tidak diberi uang, dan datang lagi pada malam harinya,” tutur Imam.

Nf yang tidak mendapatkan uang dari korban ini mulai bercerita kepada Jy yang tak lain adalah kerabatnya.

Keduanya kembali datang melayani korban pada malam hari.

Akan tetapi korban justru mengulangi hal sama dengan tidak memenuhi janjinya.

Korban menyuruh menyuruh kedua pelaku pulang.

Kecewa dengan perlakuan korban, Nf langsung menghujamkan pisaunya ke tubuh korban bagian dada dan leher.

Baca: Dikira Meninggal, Kakek Disimpan 20 Jam di Freezer Tunggu Pemakaman: Saat Dibuka Keluarga Syok

Baca: Kakek 61 Tahun di Bondowoso Tega Perkosa Anak Umur 11 Tahun di Rumah Korban Saat Situasi Sepi

TERPISAH, Kakek 62 Tahun Ditangkap Polisi Bersama 4 Teman Wanitanya: 1 Istri Orang, 2 Janda, 1 Gadis 18 Tahun

Seorang kakek diamankan bersama dengan empat teman wanitanya saat tengah berkaraoke.

Kakek ini adalah M (62) yang ditangkap oleh Tim Wilayatul Hisbah atau polisi syariah.

Sementara keempat wanita yang juga ikut ditangkap adalah AJ (49), warga Pangkalan Susu, Sumatera Utara, dan mempunyai suami.

Lalu ada WS (18), warga Pangkalan Susu, Sumatera Utara.

Kemudian ada dua janda yang berinisial RA (35) juga NK (30), yang merupakan warga Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur.

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, penangkapan tersebut terjadi dua hari lalu.

Aji Asmanuddin, selaku Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Langsa, Aji Asmanuddin mengatakan, kakek berusia 62 tahun ini adalah warga Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

“Kakek ini warga Kecamatan Peureulak Aceh Timur. Karena mereka bukan muhrim, lalu ditangkap dan kita bawa ke kantor,” kata Aji, Senin (24/8).

Kronologi

berdasarkan dari keterangan keempat wanita tersebut, mereka bertemu dengan kakek secara kebutulan saja di ruang karaoke.

Kemudian kakek berusia 62 tahun ini bersedia membayar biaya karaoke.

Lantas mereka makan, minum dan berkaraoke.

Aji mengatakan, berdasar pada pengakuan lain, beberapa waktu lalu si kakek tersebut sudah pernah behubungan seks di salah satu hotel di Pangkalan Susu, Sumatera Utara.

“Jadi sebenarnya mereka ini sudah kenal. Minimal salah satu dari wanita itu punya hubungan. Namun, kejadian hubungan intim itu beberapa waktu lalu di beda kota. Jadi, tak bisa kita proses,” ujar Aji.

Mereka kemudian dilakukan pembinaan, kata Aji, lalu usai dibina mereka dipanggil orangtua serta menandatangani surat pernyataan, mereka dibebaskan.

“Kami imbau warga jangan melakukan pelanggaran syariat Islam. Kita pastikan razia terus terjadi, titik razia akan berpindah terus-menerus,” tandas Aji.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka, Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 2 Pemuda Bunuh Seorang Kakek karena Kesal Tak Dibayar Usai Beri Layanan Seks





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved