Hari Ini dalam Sejarah 10 November 1664: Belanda Resmi Menyerahkan New York kepada Inggris

Sebelum dimilik Inggris, New York awalnya bernama New Amsterdam dan menjadi koloni Belanda.


zoom-inlihat foto
new-amsterdam-tahun-1664.jpg
Wikimedia Commons
New Amsterdam tahun 1664

Sebelum dimilik Inggris, New York awalnya bernama New Amsterdam dan menjadi koloni Belanda.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Belanda resmi menyerahkan New Amsterdam kepada Inggris pada 10 November 1664 dan kemudian diubah namanya menjadi New York.

New Amsterdam adalah ibu kota koloni New Netherland di Benua Amerika yang dirikan oleh Kongsi Dagang Hindia Barat tahun 1624.

Kota itu diubah namanya menjadi New York untuk menghormati Duke of New York, dan sempat dikuasai kembali oleh Belanda tahun 1673.

Namun, pada tahun 1674 New York dikembalikan kepada Inggris, dan kemudian menjadi Ibu Kota Amerika Serikat yang pertama.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 9 November 1965: Mati Listrik Terbesar di Amerika Serikat Sepanjang Masa

Pelabuhan Fort George di New York tahun 1731
Pelabuhan Fort George di New York tahun 1731 (Wikimedia Commons)


Pada tahun 1609 seorang kapten Inggris bernama Henry Hudson, yang bekerja untuk pedagang Belanda, berusaha menemukan jalur barat laut ke Asia.

Dia sampai di Manhattan dan kemudian berlayar ke utara sejauh 150 mil sebelum kembali ke Eropa.

Ketika kembali, Hudson melaporkan adanya prospek bagus dalam hal perdagangan bulu binatang di sana.

Belanda kemudian mendirikan pos dagang bernama Fort Nassau, kemudian disebut Fort Orange, di dekat Albany tahun 1614.

Kapal Belanda semakin banyak mengunjungi dan menjelajahi tempat yang kemudian menjadi koloni New Netherland itu.

New Netherland diurus oleh Kongsi Dagang Hindia Barat dan pada tahun 1625 perusahaan itu mendirikan New Amsterdam di ujung selatan Pulau Manhattan.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Theodore Roosevelt Jadi Presiden AS Pertama yang Berkunjung ke Luar Negeri


New Amsterdam dilengkapi dengan benteng dan penjagaan untuk melawan serbuan Inggris atau Prencis.

Belanda kemudian membeli atau menukar Pulau Manhattan dari pribumi Indian dengan barang-barang senilai 60 gulden.

Orang-orang Prancis, Yahudi, dan Eropa lainnya datang bermukim di Amsterdam yang menjadi pusat perdagangan ramai antara Amerika Utara, Karibia, dan Eropa.

Di sisi lain, Inggris telah membangun perdagangannya sendiri dengan Dunia Baru dengan mendirikan koloni di Virginia dan New England.

Raja Inggris Charles II memutuskan untuk menguasai New Netherland dan mengambil alih perdagangan bulu binatang.

Dia juga ingin memberikan koloni itu kepada saudara laki-lakinya yang bernama James, Duke of New York dan Albany.

Pada 27 Agustus 1664 ada tiga atau empat kapal perang Inggris yang membawa 300-450 prajurit berlabuh di New Amsterdam.

Richard Nicolls, komandan mereka dan orang kepercayaan Duke of New York, mengirim surat kepada Peter Stuyvesant, gubernur New Amsterdam.

Dalam surat itu dia meminta New Amsterdam diserahkan kepada Inggris, dan Inggris akan melindungi semua orang yang menerima pemerintahan Inggris.

Stuyvesat awalnya menolak dan mempersipakan perlawanan, tetapi dia kemudian sadar bahwa dia tidak mendapat banyak dukungan.

Gubernur itu mengikuti kemauan Inggris dan pada awal September setuju menyerahkan New Amsterdam.

Belanda resmi menyerahkan New Amsterdam tanggal 10 November 1644 dan kemudian diubah namanya menjadi New York City, sedangkan New Netherland menjadi New York State.[3]


Belanda kembali menguasai New Netherland tahun 1673, tetapi koloni itu dikembalikan kepada Inggris setahun kemudian.

Di bawah kekuasaan Belanda, New Netherland mengalami ketegangan etnis, ketidakstabilan politik, dan perang melawan Indian yang memperlambat imigrasi.

Masalah yang sama juga terjadi ketika koloni itu sudah dikuasai Inggris.

Salah satu penyebabnya adalah keengganan Duke of New York mengizinkan adanya dewan perwakilan di sana.

Penyebab lainnya adalah sistem patron yang sudah diberlakukan Belanda di sana sejak tahin 1629 untuk mendorong pemukiman.

Para patron diberikan tanah yang luas dan memiliki kekuasaan untuk mengontrol berbagai aspek kehidupan para pemukim.

Pada tahun 1674 New Yok menjadi kota pertama di koloni itu yang menerima royal charter.

Setelah Revolusi Amerika selesai, New York menjadi Ibu Kota Amerika Serikat yang pertama.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 8 November: Beer Hall Putsch, Adolf Hitler Melakukan Kudeta di Kedai Bir

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa New Amsterdam resmi diserahkan kepada Inggris
Pada 10 November 1664
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved