Dampak Kemenangan Joe Biden di Pilpres AS: Indonesia Ikut Kecipratan Untung

Kemenangan joe Biden dengan perolehan 290 suara elektoral tersebut juga akan berdampak terhadap perubahan peta perekonomian dunia, termasuk Indonesia.


zoom-inlihat foto
trump-ngamuk06.jpg
Drew Angerer / Getty Images / AFP
Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden berbicara sambil diapit oleh calon wakil presiden, Senator Kamala Harris (D-CA), di teater The Queen pada 05 November 2020 di Wilmington, Delaware. Biden menghadiri pertemuan internal dengan staf karena pemungutan suara masih dihitung dalam persaingan ketat melawan Presiden AS Donald Trump yang masih terlalu dekat untuk dipanggil. (Drew Angerer / Getty Images / AFP)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hingar-bingar pesta demokrasi di Amerika Serikat yang dilaksanakan pada Selasa, 3 November 2020 lalu masih terlihat.

Perebutan kursi orang nomor satu di negeri Paman Sam itu menyajikan pertarungan sengit antara Joe Biden dari Partai Demokrat melawan calon pertahana Donald Trump yang mewakili Partai Republik.

Perolehan suara dimenangkan oleh Joe Biden dengan berhasil meraih 290 suara elektoral sejauh ini. 

Kemenangan ini tentunya juga akan berdampak terhadap perubahan peta perekonomian dunia.

Salah satunya adalah terkait perang dagang dengan China yang telah berjalan beberapa tahun terakhir selama pemerintahan Trump.

Grant Thornton Indonesia melihat kemenangan Biden akan menurunkan tensi perang dagang antara Amerika dan China.

Baca: Kalahkan Donald Trump, Begini Pernyataan Perdana Joe Biden Sebagai Presiden AS

Baca: Kemenangan Joe Biden Muncul di Halaman Depan Pemberitaan Surat Kabar di Eropa

Kondisi ini dapat mendorong nilai komoditas global secara umum dan menjaga pasar keuangan global tetap stabil.

Tentunya kedua hal tersebut akan menguntungkan ekspor dan nilai tukar Indonesia.

Namun di sisi lain, turunnya tensi perang dagang dapat mengurangi rencana investor di China untuk memindahkan pabriknya ke negara lain yang belakangan ini cukup menjadi fokus pemerintah Indonesia untuk mendapatkan keuntungan ini, sehingga bukan tidak mungkin muncul risiko terhambatnya arus aliran investasi asing langsung (FDI).

“Kemenangan Joe Biden diharapkan dapat membawa sentimen positif bagi perekonomian Indonesia dengan perubahan kebijakan ekonomi yang akan diambil Amerika Serikat dalam empat tahun ke depan yang berbeda dari pemerintahan saat ini,"ujar Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani mengutip siaran persnya, Minggu (8/11/2020).

Joe Biden dan Senator dari California dan calon wakil presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris. Kamala Harris menjadi wanita pertama yang menjadi Wakil Presiden AS. (Olivier DOULIERY / AFP)
Joe Biden dan Senator dari California dan calon wakil presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris. Kamala Harris menjadi wanita pertama yang menjadi Wakil Presiden AS. (Olivier DOULIERY / AFP) (Olivier DOULIERY / AFP)

Lebih lanjut Johanna mengatakan, ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang dan pandemi sepanjang tahun 2020, diharapkan bisa segera pulih.

Dengan begitu, hubungan dagang antara Indonesia – AS bisa tetap akan stabil dan bergerak lebih positif.

Sementara itu dari sisi ekonomi, lanjut dia, Joe Biden, dalam manifesto kebijakan ekonominya akan melakukan kebijakan baru seperti menaikkan berbagai macam pajak termasuk pajak korporasi yang diprediksi akan naik sebesar 15 persen.

Terkait belanja negara sendiri, Biden berjanji akan memberikan stimulus fiskal yang jauh lebih besar yakni sekitar 2,5 triliun dollar AS selama periode 2021 – 2024.

Perhitungan suara pilpres AS

Kandidat calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dipastikan memenangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS).

Ia mengantongi 290 suara pemilihan sementara Trump masih tertinggal di angka 214.

Namun berbeda dari sejumlah media lain di mana Biden masih berada di angka 279.

Kemenangan Biden secara lugas diberitakan sejumlah media besar AS termasuk, BBC, NBC, CBS, dan CNN, untuk angka 290.

Beberapa pimpinan negara juga terlihat mengucapkan selamat kepada Joe Biden seperti PM Inggris, Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Kanada Justin Trudeau, dan masih banyak lainnya.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved