Ki Seno Nugroho

Ki Seno Nugroho adalah seniman dan dalang wayang kulit berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal secara luas sebagai dalang melalui pergelaran wayang kulit yang memadukan antara gagrag Surakarta dan gagrag Yogyakarta.


zoom-inlihat foto
dalang-ki-seno-nugroho-1.jpg
KOMPAS.com/MARKUS YUWONO
Dalang Ki Seno Nugroho saat di Dusun Munggi, Semanu Minggu (4/8/2019).

Ki Seno Nugroho adalah seniman dan dalang wayang kulit berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal secara luas sebagai dalang melalui pergelaran wayang kulit yang memadukan antara gagrag Surakarta dan gagrag Yogyakarta.




  • Informasi Pribadi


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ki Seno Nugroho dikenal sebagai dalang asal Bantul, Yogyakarta.

Dia lahir pada 23 Agustus 1972 di Yogyakarta.

Ki Seno Nugroho menempuh pendidikan di SMKI Yogyakarta (SMK Negeri 1 Kasihan).

Dia merupakan anak dari dalang kondang, Ki Suparman Cermowiyoto.

Saat mengikuti jejak sang ayah sebagai dalang wayang kulit, dia menampilkan pertunjukkan yang mampu menggaet anak-anak muda agar menggemari wayang.

Tak heran jika kemudian banyak penggemar Ki Dalang Seno datang dari kalangan milenial yang melek digital.(1)

Baca: Tukul Arwana

Dalang Ki Seno Nugroho saat di Dusun Munggi, Semanu Minggu (4/8/2019).
Dalang Ki Seno Nugroho saat di Dusun Munggi, Semanu Minggu (4/8/2019). (KOMPAS.com/MARKUS YUWONO)

  • Karier


Ketertarikannya dengan pertunjukan wayang kulit bermulai saat diajak sang ayah melihat pertunjukan dalang Ki Mantep Sudarsono di Sasono Hanggil Dwi Abad, Kraton Ngayogyokarto.

Sepulangnya melihat pertunjukan wayang kilt tersebit, dirinya mulai tergugah menekuni seni pedalangan.

Saat duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Karawitan Indonsia (SMKI) sekarang SMK N 1 Kasihan, Bantul, ayahnya Ki Suparman sakit.

Saat itu dirinya dinasehati pamannya, Ki Supardi untuk menggantikan sang ayah yang tengah sakit.

Saat itu dirinya diminta untuk ikut mendalang, dirinya mengiyakan tetapi dengan syarat ayahnya tidak boleh menonton.

Awal mendalang, dirinya diajak sang paman Supardi mendalang di Mrican, Gejayan, Sleman.

Saat itu dirinya diminta untuk ikut mendalang.

Dirinya mengiyakan tetapi dengan syarat ayahnya tidak boleh menonton. Alasannya, waktu itu karena grogi dan takut.

Saat tengah mendalang, Seno ternyata tidak mengetahui jika ayahnya ikut mengiringi dengan memainkan rebab.

Mengetahui kehadiran sang ayah, Seno grogi.

Sebelum mengetahui kedatangan sang ayah, pementasan berjalan lancar.

Sebelum meninggal, ayahnya menuruti keinginannya untuk membeli drum dan kelir.

Dirinya mengatakan bahwa gaya mendalang yang dia yang dipengaruhi oleh beberapa dalang idolanya.

Mulai dari Ki Matep Sudarsono, almarhum Hadi Sugito, H Sukron Suwondo, Ki Gondo Darman.

Setiap dalang mempunyai kelebihan masing-masing.

Selain fokus mendalang dirinya juga berkolaborasi dengan kesenian lainnya.

Bahkan, dengan kakaknya Wiroto yang juga koreografer sudah melakukan pementasan di Belanda dan Belgia.

Bersama Madusari, grup karawitan di Kanada, mereka berkolaborasi mementaskan wayang di Kanada, tour 7 kota.(2)

Baca: Nunung

Dalam rangka melestarikan budaya Jawa (nguri nguri budaya Jawa) serta dalam rangka HUT Patra Semarang yg ke-45 menggelar acara pementasan wayang kulit yang mengusung tema
Dalam rangka melestarikan budaya Jawa (nguri nguri budaya Jawa) serta dalam rangka HUT Patra Semarang yg ke-45 menggelar acara pementasan wayang kulit yang mengusung tema "Semar Bangun Kayangan" dengan dalang Ki Seno Nugroho yang berlangsung di halaman Hotel Patra Semarang, Kamis (27/6) malam. Dalam pementasan wayang ini menceritakan tentang pembangunan Kota Semarang hingga menuju kayangan. (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

  • Meninggal dunia


Dalang Ki Seno Nugroho meninggal dunia pada 3 November 2020 malam.

Dikabarkan dia tutup usia lantaran penyakit jantung hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Terungkap juga Ki Seno Nugroho sempat muntah-muntah hingga akhirnya di bawa ke rumah sakit terdekat dari tempat tinggal.

Seorang kerabat Ki Seno Nugroho, Gunawan, menuturkan pada Selasa siang Ki Seno diketahui masih beraktivitas seperti biasanya dan belum tampak sakit.

Namun pada Sore hari, sesuai dengan kebiasaanya adalah melakukan olahraga dengan cara bersepeda.

Waktu itu Ki Seno berdua bersepeda dengan warga di sekitar tempat Ki Seno tinggal.

Selanjutnya, Ki Seno kemudian minta dijemput menggunakan kendaraan karena lumayan jauh saat bersepeda.

Terungkap juga Ki Seno sempat muntah-muntah hingga akhirnya di bawa ke rumah sakit terdekat dari tempat tinggal.

Dari sana terdeteksi ada dua penyumbatan. Hingga akhirnya Ki Seno dinyatakan meninggal dunia karena terkena serangan jantung.(3)

(Tribunnewswiki.com/SO)



Nama Seno Nugroho
Lahir 23 Agustus 1972 Yogyakarta, Indonesia
Meninggal 3 November 2020 (umur 48) Sleman, Yogyakarta, Indonesia
Karier Dalang
   


Sumber :


1. news.detik.com
2. yogyakarta.kompas.com
3. jogja.tribunnews.com


Penulis: saradita oktaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved