Ribuan Orang Montenegro Hadiri Pemakaman Pemimpin Gereja Ortodoks yang Wafat karena Covid-19

Para jemaat berkumpul di depan gereja untuk melakukan misa dan prosesi pemakaman Uskup Amfilohije di dalam ruang bawah tanah gereja.


zoom-inlihat foto
montenegori-jemaat.jpg
Savo PRELEVIC / AFP
Ribuan jemaat menghadiri proses pemakaman mendiang Uskup Agung Amfilohije, kepala Gereja Ortodoks Serbia di Montenegro, yang meninggal karena Covid-19 pada usia 82 tahun, pada 31 Oktober 2020 di Gereja Ortodoks Serbia.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ribuan orang berkumpul di area utama gereja di ibukota Podgorica, menghadiri pemakaman pemimpin Gereja Ortodoks yang dihormati di Montenegro, Minggu (1/11/2020).

Para jemaat berkumpul di depan gereja untuk melakukan misa dan prosesi pemakaman Uskup Amfilohije di dalam ruang bawah tanah gereja.

Sedangkan Ketua Gereja Ortodoks Serbia lainnya terlihat memimpin doa di dalam gereja yang penuh sesak diikuti oleh puluhan pejabat dan pendeta.

Terlihat banyak dari mereka tidak memakai masker.

Uskup Amfilohije meninggal pada hari Jumat karena COVID-19.

Baca: 2 Orang Tewas Ditusuk di Quebec, Kanada, Polisi: Belum Ada Indikasi Lain selain Motif Pribadi

FOTO: Ribuan jemaat menghadiri proses pemakaman mendiang Uskup Agung Amfilohije, kepala Gereja Ortodoks Serbia di Montenegro, yang meninggal karena Covid-19 pada usia 82 tahun, pada 31 Oktober 2020 di Gereja Ortodoks Serbia.
FOTO: Ribuan jemaat menghadiri proses pemakaman mendiang Uskup Agung Amfilohije, kepala Gereja Ortodoks Serbia di Montenegro, yang meninggal karena Covid-19 pada usia 82 tahun, pada 31 Oktober 2020 di Gereja Ortodoks Serbia. (Savo PRELEVIC / AFP)

Baca: Berhasil Diangkat Regu Penyelamat dari Puing Gempa Turki, Gadis 16 Tahun: Aku Mainkan Biola Untukmu

Mendiang dikenal sebagai tokoh yang berjuang melawan pembaharuan undang-undang agama di negara itu.

Sejak Sabtu, ribuan jemaat memberikan penghormatan saat jenazah disemayamkan di gereja.

Banyak jemaat menciumi jenazah uskup yang dibuka peti matinya.

Kejadian ini mendorong munculnya seruan dokter yang meminta agar peti matinya ditutup.

Sebagai informasi, Montenegro baru-baru ini mengalami lonjakan kasus virus corona.

Hingga, Sabtu (31/10), tercatat total 18.341 kasus di negara pecahan Serbia itu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved