Guspardi Gaus (Legislator PAN)

Guspardi Gaus, politikus PAN asal Bukittinggi, Sumatera Barat, kini duduk sebagai Anggota Komisi II DPR RI periode 2019-2024.


zoom-inlihat foto
perjalanan-politik-legislator-pan-guspardi-gaus.jpg
Dokumentasi Pribadi
Perjalanan Politik Legislator PAN Guspardi Gaus: Dari Pengusaha, Akademisi hingga Politisi

Guspardi Gaus, politikus PAN asal Bukittinggi, Sumatera Barat, kini duduk sebagai Anggota Komisi II DPR RI periode 2019-2024.




TRIBUNNEWSWIKI.COM – Guspardi Gaus, politikus PAN asal Bukittinggi, Sumatera Barat, kini duduk sebagai Anggota Komisi II DPR RI periode 2019-2024.

Ini merupakan pertama kali Guspardi menduduki jabatan legislatif di tingkat pusat.

Siapa sangka, di balik kesuksesannya kini menduduki jabatan legislatif Senayan, tidak diraih Guspardi dengan mudah.

Banyak hambatan dan rintangan di awal karirnya setelah lulus dari IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1982.

Menjadi wirausahawan, akademisi atau dosen, adalah pekerjaan yang pernah dilakukan Guspardi sebelum akhirnya memilih jalan politik untuk kehidupannya hingga saat ini.

  • Kehidupan Awal


Guspardi Gaus meraih gelar sarjana Fakultas Syariah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1982.

Dia merupakan teman satu angkatan dengan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra.

Setelah lulus dari IAIN saat itu, Guspardi berniat untuk melanjutkan studi S2 di Kairo, Mesir.

Namun, sesampainya dia di Mesir, niat tersebut urung terwujud lantaran para pengalaman seniornya yang butuh waktu lama untuk dapat lulus dari Mesir.

Umur menjadi pertimbangan Guspardi yang akhirnya tidak jadi melanjutkan S2 di Mesir.

“Setelah itu saya berangkat ke Mesir, rencana ambil S2 ternyata kawan-kawan yang dari Indonesia tidak ada yang menyelesaikan dalam waktu 6 sampai 7 tahun, di atas 10 tahun,” kata Guspardi.

“Saya melihat waktu itu umur saya 26 tahun, kalau tambah 10 atau 15 tahun bisa umur 40 pulang (ke Indonesia). Akhirnya saya putuskan tidak jadi melanjutkan S2,” lanjutnya.

Hampir dua tahun Guspardi berada di negeri Piramida itu. Lantas, bagaimana cara Guspardi untuk bertahan hidup di Mesir? Gupardi merupakan orang yang pandai dalam melihat peluang.

Dia bekerja di kedutaan sebagai petugas haji saat momen Hari Raya Idul Adha. Dari situ dia mendapatkan upah 50 real dalam sehari.

Tidak hanya itu, Guspardi juga berdagang barang-barang antik dari Mesir untuk dijual kepada para jemaah haji.

“Selendang sutra, barang-barang antik dari Mesir, kalau saya jual langsung ke toko itu sudah langsung dapat 2 kali lipat keuntungannya. Tapi saya tidak, saya langsung menjual ke jemaah, supaya misalnya selendang itu 30 real harganya, saya bisa jual 90 real. Kalau ke toko kedutaan itu langsung diambil 60 real, dua kali lipat,” ujar Guspardi.

“Sehingga saya setiap musim haji bisa mendapatkan uang 3 ribu dolar, itu sekitar 43 juta,” ucap Guspardi.

Pergi ke Eropa dengan Uang 1000 Dollar

Setelah musim haji selesai, ada keinginan Guspardi untuk pergi ke Eropa. Dia ingin menunjukkan bahwa lulusan IAIN yang selama ini dianggap masyarakat kelas tiga bisa pergi ke Eropa dengan uang yang diraihnya sendiri.

Akhirnya, dia memutuskan sejenak untuk pergi ke Eropa. Dia memilih negara Belanda dan sempat ke Belgia untuk menjadi destinasinya di benua biru itu.

Guspardi memanfaatkan jaringan kawannya untuk mendapatkan akomodasi atau penginapan selama dirinya berada di Belanda.

“Jadi seribu dolar saya manfaatkan untuk ke Eropa, keliling saya pergi ke Belanda saya cari juga tempat, karena yang paling mahal itu kan akomodasi penginapan,” kata Guspardi.

Banyak pengalaman yang didapat Guspardi, mulai dari beribadah yang memiliki kultur sangat berbeda dengan Indonesia hingga pernah masuk kelab malam.

“Saya pernah ke Brussels (Belgia) malam nginap, tiba-tiba ke kelab. Saya tidak pandai bahasa Inggris saya komunikasi sudah didekatkan. Alhamdulillah saya tidak pernah minuman keras, waktu itu juga banyak yang menghampiri cuma soal agama, jadi takut. Walaupun kita tidak bisa bahasa Inggris bahasa isyarat juga bisa, Alhamdulillah dipelihara oleh Allah,” ujar Guspardi.

Kembali ke Indonesia dan Merintis Usaha

Setelah kurang lebih dua tahun merantau di Mesir, akhirnya Guspardi Gaus kembali ke Indonesia pada akhir 1984.

Pada Februari 1985, dia memutuskan kembali ke daerah asalnya, Padang, Sumatera Barat.

Ia memang berniat ingin membuka usaha di Indonesia sejak dia berada di Mesir.

Secara turun temurun, dalam diri Guspardi mengalir darah seorang pedagang atau pengusaha.

Awalnya, muncul gagasan membuka toko buku, sebab, saat dirinya masih berada Ciputat, Guspardi pernah membuka bursa buku murah dan terbilang sukses.

"Sukses, tidak pakai modal, kita suratin saja seluruh penerbit, datang semua. Ada diskon 20 sampai 30 persen, kita kasih mahasiswa, jadi laris manis, tambah modal," ucap Guspardi.

Dengan sisa uang yang dimiliki Guspardi dari hasil perantauannya di Mesir, dia menyewa sebuah toko di Padang dengan ukuran sekitar 4x20 meter. Toko tersebut dia beri nama Pustaka Citra.

Perjalanan Politik Legislator PAN Guspardi Gaus: Dari Pengusaha, Akademisi hingga Politisi 3
Perjalanan Politik Legislator PAN Guspardi Gaus: Dari Pengusaha, Akademisi hingga Politisi

Dia menyurati sejumlah penerbit buku yang pernah menjadi rekanannya saat membuka bursa buku murah di Ciputat.

Namun, hanya satu penerbit yang menjawab surat tersebut.

"Ketika sampai di Padang, saya buat stempel, buat kop surat, saya kirimin seluruh penerbit bahwa saya akan buka toko buku, tolong dipasok. Perkiraan saya buku akan dengan gampang masuk ternyata satu pun tidak ada penerbit yang merespons," ucap Guspardi.

"Toko sudah dikontrak, hanya ada Panji Mas yang menjawab, yang punya Buya Hamka. Jawabannya silakan saudara menghubungi toko buku Sari Pustaka anggrek. Wah gagal saya," lanjutnya.

Lantas, toko buku yang diidamkan tidak terlaksana.

Guspardi hanya memanfaatkan toko tersebut 4x5 meter untuk berjualan alat-alat tulis.

Dia bekerja keras sendirian, membeli barang untuk dijual kembali dan tidak menerima karyawan lantaran penghasilannya yang pas-pasan saat itu.

"Saya bosnya, saya bagian penjualannya, saya bagian pembeliannya, saya melayaninya, saya yang membersihkan toko, saya semuanya," ucap Guspardi.

Namun, seiring berjalannya waktu, kerja kerasnya membuahkan hasil.

Hingga saat ini, toko yang tadinya hanya menjual perlengkapan tulis berkembang menjadi sebuah supermarket.

Guspardi pun saat ini dikenal sebagai pengusaha yang merupakan pendiri dan owner Citra Swalayan Group.

"Alhamdulillah berjalannya waktu sampai sekarang outletnya sudah 16, berubah tahun 1993. Saya ubah tadinya namanya Pustaka Citra sekarang sudah nama Citra Swalayan, malah sekarang sudah berkembang menjadi supermarket. Namanya sekarang ini Grand Citra Supermarket," tutur Guspardi.

  • Karier Dosen


Sebelum menjadi dosen PNS di IAIN Imam Bonjol, Guspardi tercatat pernah menjadi asisten dosen di Fakultas Syariah Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

"Kebetulan kakak saya rektor di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Saya langsung bisa ngajar langsung jadi asisten lah dengan dosen senior," ucap Guspardi.

Awal mula jalan Guspardi menjadi dosen saat ada seorang yang membeli segel di tokonya.

Saat itu, diketahui orang tersebut hendak melamar menjadi tenaga edukatif di IAIN Imam Bonjol, Padang.

"Saya sapa, ini untuk apa nih? katanya melamar di IAIN, tenaga edukatif. Kapan tutupnya? sekarang. Ketika itu pas dia pergi saya pergi juga ke IAIN, ikut mendaftar," ujarnya.

Sebenarnya, Guspardi pernah menyurati pihak rektorat IAIN Imam Bonjol.

Guspardi ingin mengabdi di tempat tersebut, namun surat tak kunjung direspons.

"Dulu ketika saya pulang dari Mesir itu saya sudah melapor ke rektor, ya saya mau mengabdi dan buat surat lamaran. Tapi kan tidak ditanggapi, ya biasa lah," ujar Guspardi.

Di hari itu juga, ia bergegas menuju IAIN Imam Bonjol untuk mendaftar tes menjadi tenaga pendidik dengan syarat seadanya.

Saat sampai di sana, Guspardi diinformasikan oleh rektor IAIN Imam Bonjol saat itu yang kebetulan merupakan mantan dekannya di IAIN Ciputat bahwa Fakultas Syariah tidak menerima lowongan tenaga pendidik.

"Katanya untuk jurusan Syariah tidak ada lowongan, yang ada hanya jurusan Pendidikan," kata Guspardi.

"Kata saya, oke lah pak makasih pak. Mudah-mudahan bapak ke depan masih jadi rektor," lanjutnya.

Terbesit dalam benaknya, dia tidak jadi mengikuti tes tersebut.

Namun, dia berpikir jika mengikuti tes saat itu, dia akan mengetahui model soal untuk tahun depan.

Akhirnya, dia pun memutuskan untuk mengikuti tes tersebut.

"Saya jawab maksimal, terus saya yakin tidak lulus karena kata pak rektor bilang jurusan Syariah tidak ada lowongan," ucap Guspardi.

Setelah beberapa hari tes, Guspardi tak berharap dirinya lulus karena mengingat perkataan rektor tadi.

Akhirnya pada hari Jumat, pengumuman itu pun tiba.

Saat itu, Guspardi bertemu anak dekan Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol usai salat Jumat.

Guspardi diberitahu bahwa ada seorang yang lulus di Fakultas Syariah

"Ada yang lulus uda," ucap anak dekan tersebut.

"Masa? enggak lah, enggak mungkin, saya tidak percaya," ucap Guspardi.

Sepanjang jalan pulang, Guspardi terus memikirkan perkataan anak dekan tersebut.

Akhirnya, dengan keyakinannya, dia menyuruh adiknya untuk mengecek informasi kelulusan.

Dan akhirnya benar, nama Guspardi Gaus lulus.

"Di jalan, sir, kata perasaan jangan-jangan saya lulus nih. Saya suruh lah adik saya untuk melihat, masih ingat saya nomor ujian 45 dan 46 lulus. Saya lupa nomor saya berapa ya, akhirnya saya suruh adik saya melihat, lulus saya," ucap Guspardi.

Setelah itu, sempat petugas adminisitrasi IAIN mendatangi tokonya untuk meminta perlengkapan syarat menjadi dosen.

Guspardi pun segera mengurus segala keperluan persyaratan yang diminta pihak kampus dan akhirnya menjadi dosen IAIN Imam Bonjol mulai tahun 1986.

"Jumat saya urus persyaratan, itu urus KTP malamnya terus ke Kapolsek kemudian hari Sabtu saya bisa menyelesaikannya. Akhirnya jadi dosen," ujar Guspardi.

  • Karier Politik


Karir Guspardi sebagai dosen semakin cemerlang di IAIN Imam Bonjol.

Sampai akhirnya dia menjadi ketua jurusan Peradilan Agama di Fakultas Syariah IAIN Padang.
"Saat reformasi, saya ketika itu ketua jurusan di IAIN. Walaupun ketua jurusan, rektor itu dekat dengan saya," ucap Guspardi.

Di awal reformasi tahun 1999, Guspardi diajak oleh seniornya di sebuah yayasan di mana dia dan temannya menjadi pengurus.

Seniornya tersebut merupakan kader PPP yang saat itu kandidat ketua musyawarah wilayah (muswil).

Disinilah awal mula karir politik Guspardi dijalaninya.

Setelah muswil terlaksana, Guspardi ditunjuk sebagai Bendahara DPW PPP Provinsi Sumatera Barat pada tahun 1999.

Selain itu, untuk pertama kalinya Guspardi maju dan terpilih sebagai anggota DPRD Sumbar.

"Akhirnya terpilih jadi pengurus sebagai bendahara. Kemudian maju sebagai anggota DPRD Sumbar terpilih juga sebagai anggota dewan," ujarnya.

Sambil memulai karir politiknya, usaha Guspardi pun terus berkembang.

Profesinya sebagai akademisi juga masih dilakukannya saat itu.

Namun, karena saat itu reformasi, ada aturan yang mengharuskan PNS tak boleh berpolitik.

Dengan pertimbangan yang matang, Guspardi memutuskan mundur dari dunia akademisi.

Ia diberhentikan dengan hormat tanpa mendapat hak pensiun.

"Ketika itu ada masa transisi di tahun 2000. 28 Agustus saya dilantik jadi anggota DPRD. Kemudian kepada politisi harus melakukan pilihan diberikan waktu sampai dengan Desember 2000," katanya.

"Ada rentang waktu, apakah mau balik jadi pegawai negeri, dosen atau tetap di partai. Akhirnya saya mengundurkan diri keluarlah SK (Surat Keputusan), saya diberhentikan dengan hormat tanpa mendapatkan hak pensiun," lanjutnya.

Menjadi Anggota DPRD 3 Periode dan Hampir Jadi Bupati

Guspardi terus istikamah menjalani karirnya di politik.

Di Sumbar, tercatat dia adalah anggota DPRD 3 periode, periode 1999-2004, 2004-2009, dan 2014-2019.

Dalam organisasi partai, Guspardi pernah menjadi fungsionaris PPP Sumbar dan akhirnya saat ini menjadi kader PAN.

Selain itu, Guspardi pernah mencalonkan diri sebagai calon wali kota Bukittinggi pada 2000, dan calon bupati Kabupaten Agam tahun 2010.

Meski masuk dua besar, Guspradi gagal menjadi bagian eksekutif lantaran dipolitisisasi karena pemilihan yang digelar hingga lima kali.

"Cuma barangkali takdir Allah saya menjadi orang eksekutif ini tidak pernah dapat. Dalam lima kali pemilihan saya dapat 9 suara, dia 8 suara. Pemilihan ulang lagi saya dapat 9 suara dia dapat 8. Ulang lagi saya dapat 9 dia 9. Ulang lagi saya 9 dia dapat 9. Ulang lagi saya dapat 9 dia 9. Akhirnya dia dapat 10 saya 9," ujarnya.

Di tahun 2010, Guspardi kembali gagal menjadi bupati Kabupaten Agam. Dia kalah di putaran kedua.

Di tahun itu juga Guspardi memutuskan pindah dari PPP ke PAN, karena PPP saat itu tidak mendukung pencalonan Guspardi maju Pilkada Kabupaten Agam.

"Kemudian pernah juga saya maju calon bupati di Agam, di kampung kelahiran saya. Di babak kedua saya kalah, tahun 2010. Itulah yang menyebabkan siapa yang mengantarkan saya ketika itu PAN," ucapnya.
Gagal menjadi bupati di 2010, Guspardi melanjutkan karir politiknya menjadi anggota DPRD Sumbar periode 2014-2019.

Saat itu dia terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar fraksi PAN.

Padahal, dia berniat maju dalam pencalegan DPR RI tahun 2014 dan sudah melakukan sosialisasi di internal PAN.

Namun niatnya terganjal karena calon petahana dari PAN meminta Guspardi untuk tetap di DPRD Sumbar.

"Ahirnya saya mengalah, dari hasil survei saya lebih menang dari dia, karena mantan calon bupati dan maju di putaran kedua, tentu orang tau Guspardi," ujarnya.

Dalam rentang 2014-2019, selain fokus menjadi Wakil Ketua DPRD Sumbar, Guspardi juga fokus mengembangkam karir di PAN.

Pikiran, tenaga dan tentunya materi ia dedikasikan untuk partai.

Akhirnya, Ketua DPW PAN memilih Guspardi untuk maju dalam pencalegan DPR RI di tahun 2019.

"Alhamdulillah dapat juga caleg nomor 1 dari PAN," ujarnya.

Jadikan Rapat Komisi sebagai Hobi, Bukan Beban

Partai Amanat Nasional (PAN) mempercayakan Guspardi Gaus untuk duduk di Komisi II DPR yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepemiluan, serta Pertanahan dan Reforma Agraria.

Hadir dalam setiap rapat komisi sudah dianggap Guspardi sebagai hobi mengingat tiga periode duduk di DPRD Provinsi Sumbar.

"Saya rapat itu hobi bukan beban. Saya tidak pernah tidak hadir rapat, malah nyaris rapat secara fisik," ujar Guspardi.

Di saat masa pandemi Covid-19, DPR RI menerapkan rapat secara fisik dan virtual.

Namun, Guspardi nyaris selalu menghadiri rapat secara fisik di Gedung DPR.

"Ada virtual tapi virual kurang mantap lah. Karena kalau kita ngomong kadang-kadang tak direspons, kalau fisik kan kalo tidak direspons kita bisa interupsi," katanya.

Ingin Berbuat Lebih Banyak Manfaat Untuk Masyarakat

Kurang lebih 21 tahun hingga kini dijalani Guspardi sebagai politikus.

Karirnya itu lebih lama dibandingkan pekerjaannya kala menjadi dosen.

Apa sebenarnya yang mendasarinya memilih karir politik?

Guspardi mengatakan menjadi dosen hanya bisa memberikan ilmu hanya kepada puluhan mahasiswa atau ratusan mahasiswa.

Dirinya ingin bisa memberikan manfaat yang lebih untuk masyarakat.
"Saya melihat begini, kalau dosen paling paling kita bisa memberikan transfer ilmu kepada mahasiswa kita. Saya ingin berbuat lebih banyak lagi manfaat diri saya ini kepada masyarakat," ujar Guspardi.

Kendati ada pernyataan ilmu yang bermanfaat adalah sedekah atau amal jariyah, Guspardi melihat menjadi seorang politikus lebih fundamental.

Sebab, ada hal yang tidak bisa dia lakukan tatkala menjadi seorang dosen, yaitu membuat suatu kebijakan yang berdampak pada jutaan masyarakat.

"Misalkan membahas RPJM, membahas anggaran. Saya juga bisa menarik anggaran itu ke mana, tapi bukan saya yg menentukan. Sesuai dengan fungsi anggota dewan itu sebagai lembaga legislasi bisa juga," ujar Guspardi.

  • Pengalaman


PENGALAMAN BIDANG ENTREPRENEURSHIP

1. Pendiri dan Pemilik Citra Swalayan Group Padang
2. Pemegang Saham dan Komisaris Asuransi Takaful
3. Pendiri dan Komisaris PT. Padang Tuah Sakato
4. Komisaris PT. Rahmat Bumi Nan Tigo
5. Anggota Koperasi Ekuador Minang Media Penerbit Harian Mimbar Minang
6. Pendiri dan Pemegang Saham Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) Mesjid Taqwa
7. Pemegang Saham PT. Minang Malak Corporation (PT. MMC)

PENGALAMAN BIDANG ORGANISASI POLITIK

PAN (PARTAI AMANAT NASIONAL)

2018 Ketua Komite Pemenangan Pemilu Wilayah (KPPW) PAN Sumbar

2018 Wakil Ketua Koalisi Partai Tim Pemenangan Capres dan Cawapres PRABOWO SANDI 2019-2024 Tingkat Sumbar

2015-2020 Ketua harian DPW PAN Sumbar

2016 Anggota Tim Formatur Muswil DPW PAN Sumbar

2016 Ketua Panitia Muswil ke IV DPW PAN Sumbar

2014 Wakil Ketua Koalisi Partai Tim Pemenangan Capres dan Cawapres PRABOWO HATTA 2014-2019 Tingkat Sumbar

2014 Ketua Panitia Kampanye Akbar Pileg 9 April 2014

2014 Koordinator Pemenangan Capres dan Cawapres PRABOWO HATTA

2014-2019 Kab. Agam dan Kota Bukittinggi DPW PAN Sumbar

2014 Master of Trainer Pembekalan Saksi Pileg 2014 DPW PAN Sumbar

2014 Peserta TOT Pembekalan Saksi Pileg

2014 Tingkat Nasional di Jakarta

2014 Peserta Rakernas PAN di Jakarta

2013 Narasumber Pembekalan Caleg. Provinsi dan Kabupaten/Kota PAN Se-Sumbar

2013 Ketua Panitia Halal Bi Halal Keluarga Besar PAN “Pembekalan Caleg PAN Kabupaten/Kota dan Provinsi Se-Sumbar oleh Prof. Drs. Amin Rais”.

2013 Peserta Rakernas PAN di Jakarta

2012 Ketua Panitia Rakerwil DPW PAN Sumbar, Pelantikan Koperasi Amanah DPW PUAN GMN dan DPC PAN Se Sumbar

2012-2017 Ketua Koperasi Amanah DPW PAN Sumbar

2012 Koordinator Safari Ramadhan DPW PAN Sumbar

2011 Ketua Panitia Pelantikan DPW PAN Sumbar dan DPD PAN Se Sumbar

2011-2012 Plt Ketua DPD PAN Kab. Kepulauan Mentawai

2011 Koordinator Safari Ramadhan DPW PAN Sumbar

2011 Peserta Rakernas PAN di Jakarta

2010-2015 Wakil Ketua DPW PAN Sumbar

2010-2015 Ketua Biro Kesejahteraan, Pendidikan dan UKM DPW PAN Sumbar

PPP (PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN)

2007 Ketua Panitia Silaturahmi Para Tokoh dan Kader Partai Serta Buka Bersama DPW PPP Prov. Sumbar

2007 Peserta Rakornas Bidang Ekonomi dan UMKM DPP PPP di Jakarta

2006 Ketua Panitia Pengarah (SC) Musywil PPP Prov. Sumbar

2006-2011 Wakil Ketua Pimpinan Harian Wilayah DPW PPP Prov. Sumbar

2005 Wakil Ketua Umum Panitia Pilkada Gubernur Prov. Sumbar Kapitra Ampera-Dalimi Abdullah koalisi PPP-Partai Demokrat.

2004 Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2) DPW PPP Prov. Sumbar

2004 Koordinator Devisi Kampanye dan Jurkam Capres dan Cawapres Hamzah Haz-Agum Gumelar Tingkat Prov. Sumbar

2004 Peserta Rakornas Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2) PPP di Jakarta

2003 Ketua Panitia Musyawarah Wilayah PPP Prov. Sumbar

2003-2006 Wakil Ketua Pimpinan Harian Wilayah DPW PPP Prov. Sumbar

2001 Ketua Panitia Harlah ke-28 PPP Se- Provinsi Sumbar

1999-2004 Bendahara DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Prov. Sumbar

1999 Peserta Orientasi Juru Kampanye Tingkat Nasional PPP di Jakarta

PENGALAMAN LEMBAGA LEGISLATIF (DPRD PROP. SUMBAR)

2014-2019 Wakil Ketua DPRD Sumbar

2014-2019 Kordinator Komisi IV, Badan Kehormatan (BK) dan Badan Legislatif Daerah (Balegda) DPRD Sumbar

2009 Ketua Panitia Khusus Perda Yayasan Beasiswa Minangkabau

2008-2009 Anggota Badan Kehormatan DPRD Prov. Sumbar

2008-2009 Ketua Komisi IV DPRD Prov. Sumbar

2006 Ketua Panitia Khusus Perda Pendidikan Al-Qur'an DPRD Prov. Sumbar

2003-2004 Sekretaris Komisi B/Perekonomian DPRD Prov. Sumbar

2002-2003 Sekretaris Panitia Anggaran DPRD Prov. Sumbar

1999-2004 Ketua Panitia Khusus Pemilihan PAW Anggota MPR Utusan Daerah

1999-2000 Wakil Ketua Komisi B/Perekonomian DPRD Prov. Sumbar

PENGALAMAN LEMBAGA EKSEKUTIF

2010 Calon Bupati Kabupaten Agam (Masuk 2 putaran) diusung oleh Partai PAN

2000 Calon Walikota Bukittinggi (Masuk 2 besar dan nyaris menang Dengan dilakukan 5 kali pemilihan) diusung oleh koalisi F-PAN, F-PPP dan F-TNI/Polri

PENGALAMAN ORGANISASI PROFESI

2015-2020 Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bagian perindustrian perdagangan.

2015-2020 Ketua Umum Asosiasi PKL (Pedagang kaki lima), Retail P&D dan kelontong.

2011-2016 Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Sumbar

2009-2012 Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syari'ah Sumbar

2005-2010 Wakil Ketua Umum KADIN Sumbar Bidang Peranta dan Etika Bisnis

2004-2009 Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI)

2003 Anggota Kelompok Kebijakan Pengembangan Koperasi dan UKM Prov. Sumbar

2000-2005 Ketua Kadin Sumbar Bidang Pembinaan UKMK

1997-2002 Wakil Ketua KADINDA Padang

1997-2002 Anggota Presidium Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Pengusaha Kecil dan Menengah Indonesia Prov. Sumbar

1996-2006 Ketua Umum APEPI (Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia) Prov. Sumbar

1996-2001 Sekretaris Umum HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Prov. Sumbar

1995-1997 Wakil Ketua KADINDA Padang

1992-1995 Ketua Bidang Pembinaan UKMK KADINDA Padang

1990-2000 Sekretaris Umum DPD GATBI (Gabungan Toko Buku Indonesia) Sumbar

(Tribunnews.com, Chaerul Umam)



Info Pribadi
Nama Drs. H. GUSPARDI GAUS DT. BATUAH, MBA, M.Si
Tempat dan Tanggal Lahir Bukittinggi, 08 Juni 1956
Agama Islam
Asal Guguak Randah, Kec. IV Koto, Kab Agam/ Sikumbang
Alamat Jl. Simpang Anduring No. 102 Padang - Jorong Tobo Ladang. Nagari Pakan Sinayan, Kec. Banuhampu, Kab. Agam.
Pekerjaan 1. Pendiri dan Owner Citra Swalayan Group
2. Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Padang (PNS) 1986-2000
3. Dosen Fakultas Syari’ah Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat 1985-2000
Pengabdian 1. Anggota DPR/MPR RI, Periode 2019-2024
2. Wakil Ketua DPRD Prov. Sumbar, Periode 2014-2019
3. Anggota DPRD Prov. Sumbar, Periode 2004-2009
4. Anggota DPRD Prov. Sumbar, Periode 1999-2004
Riwayat Pendidikan 2007 Megister Manajemen M.Si (S2) Universitas Bung Hatta Padang
1999 Program MBA (Master of Business and Administration) IMB Global Kerjasama Washington International University
1982 Sarjana Lengkap Fak. Syari'ah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
1979 Sarjana Muda Fak. Syari'ah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
1974 -1975 Sekolah Persiapan IAIN Imam Bonjol Padang
1972 Pendidikan Guru Agama (PGA) PGAI Padang
1970-72 Pondok Pesantren Perguruan Thawalib Padang Panjang
1969 SD Negeri Guguak Randah Kec. IV Koto Kab. Agam








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved