Presiden Tayyip Erdogan: Kepada Semua Warga Negara, Jangan Beli Produk Buatan Prancis

Erdogan yang punya catatan buruk dengan Macron ini mengatakan Prancis memiliki agenda anti-Islam.


zoom-inlihat foto
presiden-turki-recep-tayyip-erdogan.jpg
Adem ALTAN / AFP
"Saya menyerukan kepada semua warga negara saya di sini untuk tidak pernah membeli merek dan produk Prancis," kata Erdogan. FOTO: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara selama konferensi pers setelah Pertemuan Kabinet di Kompleks Presiden di Ankara pada 29 Juni 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemimpin Turki Tayyip Erdogan meminta rekan politik dan warganya untuk berhenti membeli produk Prancis, Senin (26/10/2020).

Apa yang dikatakan Erdogan merupakan sebuah ekspresi kemarahan dari negara-negara Islam atas publikasi karikatur Nabi Muhammad.

Oleh sebagian kalangan, penggunaan karikatur tersebut dianggap bentuk hujatan.

Erdogan yang punya catatan buruk dengan Macron ini mengatakan Prancis memiliki agenda anti-Islam.

"Saya menyerukan kepada semua warga negara saya di sini untuk tidak pernah membeli merek dan produk Prancis," kata Erdogan.

Baca: Beredar Isu Provinsi Jawa Barat Diganti Jadi Provinsi Sunda, Wacana Disampaikan di Kongres Sunda

YORDANIA - Seorang pembelanja berjalan melewati produk Prancis yang disegel di balik penutup plastik di rak di supermarket di ibu kota Yordania, Amman, selama boikot produk Prancis pada 26 Oktober 2020. Seruan untuk memboikot barang-barang Prancis berkembang di dunia Arab dan sekitarnya, setelah Presiden Emmanuel Macron mengkritik kaum Islamis dan bersumpah untuk tidak
YORDANIA - Seorang pembelanja berjalan melewati produk Prancis yang disegel di balik penutup plastik di rak di supermarket di ibu kota Yordania, Amman, selama boikot produk Prancis pada 26 Oktober 2020. Seruan untuk memboikot barang-barang Prancis berkembang di dunia Arab dan sekitarnya, setelah Presiden Emmanuel Macron mengkritik kaum Islamis dan bersumpah untuk tidak "melepaskan kartun" yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW. Komentar Macron muncul sebagai tanggapan atas pemenggalan kepala seorang guru, Samuel Paty, di luar sekolahnya di pinggiran kota di luar Paris awal bulan ini, setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW selama kelas yang dia pimpin tentang kebebasan berbicara. (Khalil MAZRAAWI / AFP)

Baca: Menyoal Proyek Jurassic Park, Pemerintah NTT: Nilai Ekonomi Masyarakat Daerah Naik

Seperti diketahui, Presiden Turki ini pernah membuat seruan boikot serupa di masa lalu.

Termasuk seruan untuk tidak membeli barang elektronik buatan Amerika Serikat (AS) pada 2018 yang tidak jelas kelanjutannya.

Pada Senin (26/10), Erdogan bergabung dengan kelompoknya menyerukan pemboikotan produk.

Sebagai informasi, Prancis merupakan pengekspor utama biji-bijian ke Afrika Utara yang sebagian besar dihuni oleh penduduk Muslim.

Kemudian Prancis juga dikenal berkat sektor otomotifnya dan juga ritel yang memiliki pasar besar di negara-negara mayoritas Muslim.

Baca: UU Cipta Kerja: Dinanti Pengusaha, Ditolak Buruh

(FILES) Dalam foto file ini diambil pada 5 Januari 2018 Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjalan saat konferensi pers bersama di Istana Elysee di Paris. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam pada 24 Oktober 2020 mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, atas kebijakannya terhadap Muslim, dengan mengatakan bahwa dia membutuhkan
(FILES) Dalam foto file ini diambil pada 5 Januari 2018 Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjalan saat konferensi pers bersama di Istana Elysee di Paris. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Prancis pada 24 Oktober 2020, khususnya Emmanuel Macron, atas kebijakannya terhadap Muslim, dengan mengatakan bahwa dia membutuhkan "pemeriksaan mental." "Apa yang bisa dikatakan tentang seorang kepala negara yang memperlakukan jutaan anggota dari kelompok agama yang berbeda seperti ini: pertama-tama, lakukan pemeriksaan mental," kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi. (LUDOVIC MARIN / POOL / AFP)

Baca: Tak Banyak yang Tahu, Ini Berbagai Kandungan dan Manfaat Daun Perilla untuk Kesehatan Tubuh

Menteri Perdagangan Prancis Franck Riester mengatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan dampak dari seruan tersebut.

Namun, menurut Riester apabila itu terjadi dampaknya terbatas dan hanya akan memengaruhi ekspor pertanian.

Respons Negara Lain

Seperti diketahui, warga Bangladesh berunjuk rasa memegang poster bergambar Presiden Prancis, tertulis, "Macron adalah musuh perdamaian".

Anggota parlemen Pakistan mengeluarkan resolusi mendesak pemerintah untuk menarik kedutaan mereka dari Paris.

Baca: Ibu di Palembang Tewas Terlindas Truk karena Gagal Menyalip, Sopir Truk Sebut Tak Melihat Motor

TURKI - Seorang pria memegang gambar Macron dengan cetakan sepatu di atasnya ketika para pengunjuk rasa Turki meneriakkan slogan-slogan menentang Prancis selama demonstrasi menentang komentar Presiden Prancis atas kartun Nabi Muhammad SAW, di Istanbul, pada 25 Oktober 2020. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 25 Oktober 2020 memperbarui seruannya kepada timpalannya dari Prancis Emmanuel Macron untuk menjalani pemeriksaan mental, sehari setelah komentarnya mendorong Paris untuk menarik kembali utusannya ke Ankara. Komentar Macron, pada 21 Oktober 2020, muncul sebagai tanggapan atas pemenggalan seorang guru, Samuel Paty, di luar sekolahnya di pinggiran kota di luar Paris awal bulan ini, setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW selama kelas yang dia pimpin. (Yasin AKGUL / AFP)
TURKI - Seorang pria memegang gambar Macron dengan cetakan sepatu di atasnya ketika para pengunjuk rasa Turki meneriakkan slogan-slogan menentang Prancis selama demonstrasi menentang komentar Presiden Prancis atas kartun Nabi Muhammad SAW, di Istanbul, pada 25 Oktober 2020. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 25 Oktober 2020 memperbarui seruannya kepada timpalannya dari Prancis Emmanuel Macron untuk menjalani pemeriksaan mental, sehari setelah komentarnya mendorong Paris untuk menarik kembali utusannya ke Ankara. Komentar Macron, pada 21 Oktober 2020, muncul sebagai tanggapan atas pemenggalan seorang guru, Samuel Paty, di luar sekolahnya di pinggiran kota di luar Paris awal bulan ini, setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW selama kelas yang dia pimpin. (Yasin AKGUL / AFP) (Yasin AKGUL / AFP)

Baca: Tiga Hari Rilis, Film Story Of Kale: When Someones In Love Raih Lebih dari 100 ribu Penonton

Sebuah supermarket di Kuwait mengosongkan produk kosmetik L'Oreal dan perawatan kulit lainnya pasca-tuntutan dari serikat pekerja yang menghentikan pengadaan produk-produk Prancis.

Sementara di Arab Saudi, muncul tren di media sosial berupa seruan memboikot jaringan supermarket Prancis yakni Carrefour.

Meski demikian, berdasarkan pantauan Reuters, Senin (26/10), sejumlah Carrefour tampak sibuk dengan pengunjung di Riyadh, Arab Saudi.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved