Gelombang Kedua Covid-19, PM Spanyol Umumkan Negaranya dalam Kondisi Darurat

Para pemimpin wilayah diizinkan untuk mengubah ketentuan waktu sesuai kebutuhan di daerah, tetapi harus lebih ketat.


zoom-inlihat foto
spanyol-covid-1798.jpg
GABRIEL BOUYS / AFP
FOTO: Orang-orang yang sedang memakai masker berswafoto di depan patung "Meninas" (Ladies in waiting) di Madrid, pada 23 Oktober 2020.


Ia menyebut akan menerbitkan sejumlah aturan agar warganya bisa tertib dalam melakukan kegiatan sosial.

Langkah ini merupakan strategi Pedro agar tidak mengeluarkan kebijakan lockdown kembali, dilansir Reuters, Jumat (23/10/2020).

Baca: Jumlah Halaman UU Cipta Kerja Kembali Berubah, Presiden KSPI: Sangat Memalukan

Baca: Korea Utara: Badai Debu dari China Bisa Tularkan Covid-19

Seperti diketahui, Spanyol menjadi negara pertama di Eropa Barat yang mencatat lebih dari 1 juta infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi minggu ini.

Saat ini, 'Negeri Matador' ini sedang berjuang untuk menahan naiknya angka tersebut.

Negara berpenduduk 47 juta jiwa itu termasuk yang paling terpukul oleh pandemi COVID-19, dengan lebih dari 34.000 kematian terkait Covid-19.

Sebelumnya virus sempat terkendali karena mereka melakukan penguncian nasional (lockdown) pada musim semi lalu. Namun beberapa bulan setelah pembatasan itu dicabut dan warga mulai bergerak dan bersosialisasi, virus mulai menyebar lagi.

Saat ini Spanyol mencatat jumlah infeksi yang tertinggi di Uni Eropa

Pada September, rumah sakit di Madrid mulai terisi penuh.

Kasus yang dikonfirmasi naik melampaui angka 1 juta pada hari Rabu (21/10/2020), ketika hampir 17.000 infeksi baru ditambahkan.

Para ahli mengatakan jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi karena adanya kasus tanpa gejala dan masalah-masalah lain yang menghalangi pihak berwenang untuk mencatat angka sebenarnya dari wabah tersebut.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved