TRIBUNNEWSWIKI.COM - Meski pandemi Covid-19 belum selesai, namun pilkada 2020 tetap akan dilaksanakan.
Hal tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan kinerja pemerintah.
Pasalnya, banyak penanganan covid-19 di daerah-daerah yang belum maksimal.
Namun pemerintah tetap akan melakukan pilkada serentak 2020.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Ma'ruf Amin pun buka suara, saat ia datang menjadi narasumber di kanal Youtuber Najwa Shihab.
Ketika itu Najwa mempertanyakan anggapan terkait adanya kepentingan Ma'ruf Amin dan Jokowi di balik keputusan tersebut.
Kepentingan yang dimaksud yakni dengan majunya anggota keluarga mereka di pilkada 2020.
Seperti diketahui, anak dan menantu Presiden Jokowi masing-masing maju di Pilkada Solo dan Pilkada Medan.
Baca: Satu Tahun Jokowi Maruf, Ketua DPP PKS Mardani Ali: Penanganan Covid-19, Saya Nilai 5 dari 10
Baca: Satu Tahun Jokowi-Maruf, Anggota DPR Andre Rosiade: Banyak Sekali Harapan yang Belum Tercapai
Sementara itu, anak Ma'ruf Amin Siti Nur Azizah melaju menjadi cawalkot Tangsel.
"Pak Wapres ada yang menyambungkan ketika Presiden dan Wapres tetap bersikeras pilkada tak ditunda karena anaknya dan menantu menjadi pemain di Pilkada 2020, bagaimana tanggapannya?" tanya Najwa Shihab.
"Kalau saya lebih baik ditunda karena anak saya bukan incumbent (petahana, red). Yang berkepentingan untuk tak ditunda itu incumbent (petahana,red), sedangkan anak saya bukan," terang Maruf.
Maruf menegaskan, ia tak pernah mendorong anaknya untuk menjadi cawalkot Tangsel maupun terjun ke dunia politik.
"Saya gak punya partai, saya jadi wapres juga bukan karena anggota partai. Tetapi saya tak bisa melarang anak maupun siapa saja untuk mencalonkan diri, kurang nyambung kalau dihubungkan seperti itu," beber Ma'ruf Amin.
Maruf mengaku jika majunya sang anak ke pilkada 2020 merupakan murni keinginan sendiri, tak ada campur tangannya.
"Sah-sah saja menurut saya, saya juga gak menggunakan jabatan untuk itu," aku Ma'ruf Amin.
Maruf menyatakan, ia tak pernah melarang anak-anaknya untuk terjun ke pilkada sepanjang tak melanggar aturan agama dan negara.
"Apapun itu saya gak pernah melarang, untuk itu anak saya terbuka untuk memilih profesinya. Wong saya jadi wapres bukan karena saya ingin tetapi diminta oleh banyak pihak. Anak saya juga seperti itu juga dan saya gak pernah melarang," terang Ma'ruf Amin.
"Ini sepertinya lebih terkait etika dan keelokkan wapres dan presiden yang masih menjabat namun anak-anaknya terjun ke pilkada, apa pendapatnya?" tanya presenter yang akrab dipanggil Nana itu.
Ma'ruf Amin pun menjawab jika dirinya tak mempermasalahkan hal tersebut.
Baca: LIPI: Hanya Satu Sektor Saja dalam Pemerintahan Jokowi-Maruf yang Konsisten
Baca: Elit Politik ‘Turun Tangan’ Jadi Juru Kampanye Gibran di Pilkada Solo 2020
Sah-sah saja anak-anak mereka maju untuk berpolitik selama tak ada yang terganggu.
"Persepsi saya berbeda, jadi saya tak melihatnya seperti sesuatu yang menggangu. Tetapi kalau ada yang persepsi itu sah-sah saja, biar saja berjalan. Gak ada masalah dan gak perlu dipusingkan terlalu dalam, nanti jadi beban. Berjalan saja apa adanya," jelas Ma'ruf Amin.
(TribunnewsWiki.com/Restu, TribunJakarta.com/Kurniawati Hasjanah)
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Disebut Punya Kepentingan di Balik Pilkada 2020 Tetap Digelar, Ma'ruf Amin: Tak Perlu Dipusingkan