Warga DKI Jakarta yang Tolak Rapid Test dan Swab Siap-siap Bayar Denda Rp 5 Juta!

Perda Penanggulangan Covid-19 itu disusun karena DKI Jakarta mengalami keadaan luar biasa dan berstatus darurat wabah Covid-19.


zoom-inlihat foto
ratusan-orang-mengantre-tes-swab.jpg
Tribunnews/Ahmad Zaimul Haq
Presiden Joko Widodo menargetkan ada 30.000 tes Covid-19 per hari. Foto: Ratusan warga melakukan tes swab gratis di Gelora Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/6/2020).


Selain itu, dalam pasal 31 ayat 1 menyebutkan, setiap orang yang dengan sengaja tanpa izin membawa jenazah yang berstatus probable atau konfirmasi yang berada di fasilitas Kesehatan, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp 5 juta.

Pada ayat 2 disebutkan, setiap orang yang melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 disertai dengan ancaman atau kekerasan, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp 7,5 juta.

Pada pasal 32 dikatakan setiap orang terkonfirmasi Covid-19 yang dengan sengaja meninggalkan fasilitas isolasi atau fasilitas kesehatan tanpa izin petugas, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp 5 juta.

 (TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)(Kompas.com/TribunJakarta.com)

Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. TribunnewsWiki.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Warga DKI yang Tolak Swab test dan Vaksin Covid-19 Didenda Maksimal Rp 5 Juta dan di Tribunjakarta.com dengan judul Langgar Protokol Covid-19 di Jakarta Bisa Dikenakan Sanksi Pidana, Berikut Penjelasan DPRD DKI

 










KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved