Mata Hari (Margaretha Geertruida MacLeod)

Mata Hari dikenal sebagai penari penggoda, wanita simpanan, dan mata-mata selama Perang Dunia I berlangsung


zoom-inlihat foto
mata-hari-2.jpg
Wikimedia Commons
Mata Hari atau Margaretha Geertruida MacLeod

Mata Hari dikenal sebagai penari penggoda, wanita simpanan, dan mata-mata selama Perang Dunia I berlangsung




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mata Hari atau Margaretha Geertruida MacLeod adalah penari dan wanita penggoda asal Belanda yang diduga pernah melakukan spionase.

Pada tahun 1917 Mata Hari dijatuhi hukuman mati oleh Prancis atas tuduhan menjadi mata-mata Jerman selama Perang Dunia I.

Namun, jenis dan jangkauan praktik spionase yang dilakukan Mata Hari sampai sekarang belum jelas, dan kesalahannya juga diperdebatkan secara luas.

Dia menggunakan nama Mata Hari yang berasal dari bahasa Melayu, dan memiliki banyak kekasih dari kalangan perwira militer selama hidupnya.[1]

Penari striptis dan mata-mata, Mata Hari
Penari striptis dan mata-mata, Mata Hari (Wikimedia Commons)

Baca: Tari Saman

 

  • Menikahi kapten Belanda


Margaretha Geertruida Zelle atau Mata Hari lahir di Leeuwarden, Belanda, pada 7 Agustus 1876 sebagai anak Adam Zelle, seorang pedagang topi, dan Antje Zelle.

Ketika muda, Mata Hari memutuskan bahwa seksualitas akan menjadi jalan hidupnya.

Ketika Kapten Rudolf MacLeod, yang ditempatkan di Hindia Belanda, mencari istri dengan memasang iklan di koran, Mata Hari menanggapinya.

Mereka menikah pada 1895 meski ada perbedaan umur yang jauh, yakni 21 tahun.

Baca: Tari Gambyong

Pernikahan mereka menghasilkan dua anak, tetapi hubungan Mata Hari dan suaminya memburuk pada tahun 1900.

Suaminya pergi bersama anak perempuannya, sedangkan Mata Hari pindah ke Paris.

Di sana dia menjadi wanita simpanan seorang diplomat Prancis yang juga mendukungnya untuk menjadi penari.[2]

  • Menjadi penari dan wanita simpanan


Paris menjadi tempat yang cocok bagi Mata Hari untuk mengembangkan kariernya sebagai penari.

Dia membuat "tarian kuil" dan menyertakan simbol-simbol kebudayaan yang diambil dari Hindia Belanda.

Mata Hari menyebut dirinya sebagai seniman Hindu. Dalam salah satu pertunjukan di taman, dia terlihat hampir telanjang di atas kuda putih.

Dia berani tampil secara sensual dan menciptakan nama panggung Mata Hari, diambil dari bahasa Melayu.

Tak hanya itu, dia membantu mengubah tarian striptis menjadi bentuk seni dan memikat para kritikus.

Wajah dan bentuk tubuhnya membuat banyak orang terpesona. Namun, dalam beberapa tahun kemudian, kariernya mulai memudar karena kalah dengan penari muda.

Dia menambah penghasilan dengan merayu para pejabat dan menjadikan dirinya wanita simpanan.

Meski saat itu ada ketegangan politik di Eropa, Mata Hari tidak pilih-pilih dalam merayu orang, termasuk para perwira Jerman.[3]


Pada tahun 1940 Mata Hari sudah berumur 40 tahun, kariernya menurun dan diperparah oleh meletusnya Perang Dunia I.

Dia kemudian kembali ke Belanda. Awal karier spionasenya tidak jelas, tetapi kemungkinan dimulai pada musim gugur 1915 ketika didekati konsul Jerman di Amsterdam.

Mata Hari ditawari 20.000 franc untuk menjadi mata-mata Jerman. Dia diberi kode Jerman H 21, tetapi tidak jelas apakah dia benar-benar melakukan spionase.

Dalam beberapa bulan kemudian pergi ke seluruh Eropa dan berselingkuh dengan para politikus dan perwira militer

Aktivitas Mata Hari menjadi perhatian agen Inggris, dan Prancis diperingatkan untuk mengawasinya.

Namun, pada tahun 1916 dia justru didekati oleh agen intelijen Prancis bernama Georges Ladoux untuk menjadi mata-mata Prancis.

Dia setuju dan mengatakan akan merayu para petinggi militer di Jerman.

Pada November 1916 di tidur dengan seorang mayor Jerman bernama Arnold Kalle di Spanyol.

Mata Hari pada tahun 1917
Mata Hari pada tahun 1917 (Wikimedia Commons)

Tak hanya mengumpulkan informasi dari Kalle, dia juga diduga menawarkan jasa mata-mata kepada Kalle.

Ketika dia kembali ke Prancis, stasiun nirkabel di Menara Eiffel menyadap pesan yang dikirimkan Kalle ke Berlin.

Setiap pesan yang mengacu pada agen H 21 diidentifikasi Prancis sebagai Mata Hari.

Mata Hari kemudian ditangkap pada 13 Februari 1917 dengan tuduhan spionase dan ditahan di penjara Saint-Lazare.[4]

  • Dieksekusi


Mata Hari tidak diberi perawatan medis, baju bersih, dan uang untuk makanan dan prangko untuk mengirim surat.

Dia juga jarang berhubungan dengan pengacaranya, Edouart Clunet, yang juga mantan kekasihnya.

Setelah beberapa bulan, dia sadar dirinya dalam bahaya dan mulai khawatir.

Dia diadili dengan bukti berupa telegram dan pesan radio, meski sekarang bukti itu dianggap rekayasa.

Selain itu, dia juga dituduh menyebabkan kematian 50.000 anak-anak dan mereka yang berada di kapal yang ditorpedo.

Kematian itu dikaitkan dengan informasi spionase yang diberikan oleh Mata Hari. Namun, tidak ada bukti yang mendukung tuduhan ini.

Pengacarnya bersaksi tentang pesan Kalle yang disadap, yang menunjukkan bahwa Mata Hari adalah agen Jerman.

Namun, menurutnya, Mata Hari tidak menyampaikan informasi apa pun. Sekretaris Menteri Luar Negeri Prancis Henri de Marguerie, yang juga pernah menjadi kekasih Mata Hari, turut membelanya.

Pembelaan ini tidak menyelamatkan Mata Hari dan dia dijatuhi hukuman mati dengan cara ditembak.[5]

Dia dieksekusi oleh regu tembak pada 15 Oktober 1917. Saat itu dia memakai mantel biru dan topi tiga sudut.

Setelah mengucapkan selamat tinggal, dia berjalan dengan cepat di titik eksekusi.

Mata Hari berbalik menghadap ke regu tembak, membuka penutup mata, dan memberi ciuman jarak jauh kepada para tentara.

Dia langsung meninggal setelah diberondong peluru.[6]

(Tribunnewswiki/Tyo)



Nama Mata Hari (Margaretha Geertruida MacLeod)
Lahir 7 Agustus 1876
Meninggal 15 Oktober 1917
Orangtua Adam Zelle dan Antje Zelle.
Kebangsaan Belanda
Dikenal sebagai Penari dan mata-mata








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved