TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang koki positif Covid-19 yang diminta isolasi mandiri justru nekat pergi piknik dengan 40 orang kampung naik bus ke Bali.
S (50) merupakan seorang warga Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang berprofesi sebagai koki atau juru masak
S dinyatakan terinfeksi virus corona atau Covid-19 setelah hasil swabnya keluar awal Oktober 2020.
Mundrikatun, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara menyampaikan, S diminta untuk melakukan isolasi mandiri karena saat itu kondisinya kesehatannya baik-baik saja.
Bukannya patuh dengan imbauan untuk melakukan isolasi mandiri, S malah nekat ikut piknik pada 2 Oktober 2020 lalu.
Baca: Skuad Juventus Membandel dan Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Ternyata Dipicu Cristiano Ronaldo
Baca: Tuding China sebagai Penyebab Pendemi Covid-19, Donald Trump Bersumpah: Mereka Harus Bayar Akibatnya
Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, para rombongan tersebut pulang pada 6 Oktober 2020.
Mundrikatun mengatakan, Jumat (9/10/2020), S dipulangkan lebih awal dan diboyong ke puskesmas.
"S dipulangkan lebih awal dan dibawa ke Puskesmas Bangsri II," ujar dia.
Selanjutnya rombongan di dalam bus yang digunakan untuk piknik tersebut langsung dijemput dan dikawal menuju Puskesmas Bangsri II untuk tes swab massal.
Bus tersebut dikawal oleh tim Satgas Penanganan Covid-19 dan aparat Polsek Bangsri.
"Kami masih melakukan tracing dan masih menunggu hasil swab. Hal ini sangat disayangkan," ungkap Mundrikatun.
Sebagai informasi, ada 1.776 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jepara yang tercatat oleh data Pemerintah Kabupaten Jepara, hingga Jumat (9/10/2020).
Jumlah tersebut terbagi dari 227 orang menjalani isolasi mandiri dan di rumah sakit.
Kemudian sebanyak 1.403 orang dinyatakan sembuh, dan 146 orang meninggal dunia.
TERPISAH, 12 Remaja Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Reaktif Covid-19 Setelah Rapid Test
Pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja menimbulkan kontroversi.
Sejumlah buruh hingga mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.
Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Jakarta pada Rabu (7/10/2020).
Aksi ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19.
Alhasil, Polda Metro Jaya pun akhirnya melakukan rapid test terhadap 200 orang remaja yang berhasil ditangkap saat aksi unjuk rasa.
Pemeriksaan rapid test berlangsung di Polres Jakarta Barat.
Terdapat 200 orang yang sempat ditangkap polisi, namun hanya 90 orang yang diketahui baru melakukan rapid test.
Baca: Pemerintah Singapura Akan Beri Bayaran Bagi Warganya yang Memiliki Anak Selama Pandemi Covid-19
Baca: Azis Syamsuddin Sebut Ada 18 Anggota DPR Positif Covid-19 Saat Sidang Paripurna RUU Cipta Kerja
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes pol Yusri Yunus menyampaikan ada 12 orang yang diklaim terindikasi reaktif Covid-19.
Mereka pun dibawa ke Polda Metro Jaya untuk melakukan test swab.
"Dari 90 orang ini ada sekitar 12 orang yang terindikasi reaktif Covid-19. Sesuai dengan protokol kesehatan 12 orang ini dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan test swab," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/10/2020), dikutip dari Tribunnews.com.
Selanjutnya, 12 remaja yang reaktif Covid-19 direncanakan akan diisolasi di daerah Pademangan, Jakarta Pusat.
"Akan di isolasi di daerah Pademangan disana ada tempat isolasi untuk orang-orang terpapar Covid-19 sambil menunggu rapid dan swab," katanya.
Diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan 200 remaja tersebut ditangkap di daerah Jakarta dan sekitarnya.
Para remaja ini diketahui melakukan tindakan anarkis di depan Gedung DPR.
"Kita ketahui bersama ada sekitar 200 orang lebih kelompok yang diduga anarko berupaya untuk bergabung melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR yang berhasil kita amankan di beberapa tempat," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/10/2020).
Mereka mengaku mendapatkan pesan adanya aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.
Oleh karena itu, mereka terdorong untuk ikut melaksanakan aksi ke jalan.
"Setelah kita dalami dan pemeriksaan 200 orang dari Jakarta barat dan Jakarta Pusat memang mereka ini mendapat informasi dari beredarnya di media sosial ajakan untuk melakukan demo gedung DPR," katanya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Afitria/Kaka, Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengnan judul Positif Covid-19, Warga Jepara Malah Ikut Rombongan Piknik ke Bali