Gagal Beli Sancho dan Justru Tawar Bek Cadangan Dortmund, Manchester United Dicap Klub Tak Kompeten

Selain gagal merekrut Jadon Sancho, kompetensi tim rekrutmen Manchester United dianggap menggelikan setelah menawar bek cadangan Dortmund.


zoom-inlihat foto
ole-mumet.jpg
yahoosports
Ole Gunnar Solskjaer, pelatih Manchester United.


TRIBUNNNEWSWIKI.COM - Pembukaan musim 2020-21 terasa tak menyenangkan bagi klub besar Inggris, Manchester United.

Seretnya aktivitas selama di lantai bursa transfer pemain membuat Manchester United ditekanan luar biasa via sosial media dari penggemar mereka sendiri.

Manchester United disebut sangat tidak ambisius untuk bersaing meraih gelar musim ini dengan irit belanja pemain dan sekalinya merekrut pemain, dirasa tidak tepat untuk kebutuhan tim.

Padahal, klub pesaing Manchester United di papan atas bergerak cepat untuk menggaet pemain incaran demi mengisi amunis untuk musim 2020-21.

Suasana makin menegangkan ketika Manchester United juga meraih hasil buruk di tiga pekan awal Liga Inggris musim 2020-21, seperti misalnya dibantai Tottenham Hotspurs 1-6 di Old Trafford pada pekan ketiga.

Pada bursa transfer lalu, sebenarnya Manchester United mencoba merekrut gelandang sayap Borussia Dortmund yang sekaligus pemain Timnas Inggris, Jadon Sancho.

Hari tenggat bursa transfer menjadi hari yang sibuk buat Manchester United.

Pasalnya, mereka harus mencari alternatif Jadon Sancho, yang gagal mereka rekrut dari Dortmund.

Seperti diketahui, Jadon Sancho adalah target utama Manchester United di bursa transfer musim panas kali ini.

Sedari awal, Borussia Dortmund meminta harga Jadon Sancho di angka 120 juta euro (sekitar Rp 2,08 triliun).

Baca: Tak Kuat Menahan Malu, Legenda Klub Sindir Telak Performa Manchester United dan Kapten Harry Maguire

Namun, tawaran mereka selalu ditolak mentah-mentah karena tak sesuai dengan harga yang diinginkan Dortmund sebagai pemilik Sancho.

Akan tetapi manajemen Man United menilai harga yang dibandrol Dortmund terlalu mahal, khususnya di masa pandemi virus corona yang memberikan dampak pada pendapatan klub.

Tawaran Man United tertinggi adalah saat September lalu di angka 80 juta pounds (Rp 1,5 triliun) plus bonus untuk performa pemain yang mencapai 120 juta.

Usaha Manchester United untuk mendekati Jadon Sancho sepanjang bursa transfer musim panas 2020 ini pun sia-sia.

Ternyata, selain gagal merekrut Sancho, menurut laporan ESPN disebutkan bahwa bahwa Manchester United sebenarnya tidak menawar Jadon Sancho di tenggat bursa transfer.

Manchester United justru menawan pemain Dortmund lainnya yakni bek kiri Nico Schulz.

Sumber dari ESPN menyatakan United menawar Schulz yang berposisi sebagai wing-back untuk dipinjam dengan biaya peminjaman 1 juta euro (Rp 17 miliar) dan berkomitmen membayar gaji sang pemain hingga akhir musim.

Baca: Manchester United Ternyata PHP dan Pelit Membeli Pemain Baru, Solskjaer Minta Maaf ke Suporter

Padahal, Schulz sendiri bukan pemain inti di Dortmund dalam beberapa waktu terakhir.

Pemain asal Jerman itu terakhir kali diturunkan sebagai starter adalah saat Dortmund kalah 1-2 dari Hoffenheim, Desember 2019 silam.

Keputusan United mengontak Nico Schulz ini pun membuat Dortmund bingung.

Petinggi Dortmund mempertanyakan komptensi tim rekrutmen Manchester United, yang bukannya menawar Sancho malah justru mendekati seorang bek kiri cadangan yang bahkan hanya bermain 11 kali di Bundesliga musim lalu.

Jadon Sancho, gelandang sayap Borussia Dortmund yang diincar Manchester United.
Jadon Sancho, gelandang sayap Borussia Dortmund yang diincar Manchester United. (AFP/Ina Fassbender)

Sementara itu, media Inggris, The Athletic sebelumnya mengungkapkan bahwa kegagalan United mererkut Sancho disebabkan adanya kesalahpahaman menafsirkan sikap Borussia Dortmund yang menjual Jadon Sancho.

Harga 120 juta euro yang dibandrol Dortmund adalah tawaran minimal, sehingga Dortmund bisa berharap kesepakatan dengan Man United bisa terjadi di angka 145-150 juta euro.

Akan tetapi Man United memilih mengulur waktu hingga tenggat bursa transfer dengan keyakinan Dortmund bergeming dan menurunkan harga Sancho.

Baca: Agen Van de Beek Jengkel Terhadap Manchester United, Kecewa Lantaran Si Pemain Selalu Jadi Cadangan

Pada akhirnya, Dortmund malah menilai Man United tidak serius untuk membeli Sancho.

Man United pun akhirnya membeli 4 pemain secara langsung pada hari tenggat transfer, menyusul kegagalan merekrut Jadon Sancho.

Untuk menambal sektor kiri pertahanan, Manchester United mencomot bek kiri Alex Telles dari Porto.

Kemudian Setan Merah merekrut bintang muda Atalanta yang masih berusia 18 tahun asal Pantai Gading, Amad Diallo Traore dan baru iaakan pindah ke Old Trafford pada Januari 2021 nanti.

Lalu, Man United mendatangkan dua striker Uruguay sekaligus, yakni pemain kawakan Edinson Cavani (33) dan pemuda bernama Facundo Pellistri (18).

Kesedihan Patric Evra terhadap situasi Manchester United

Hasil sangat buruk Manchester United ini pun mendapat komentar dari legenda dan mantan kapten klub, Patrice Evra.

Patrice Evra sendiri kebetulan menjadi komentator Sky Sports yang mengawal tayangan pertandingan Manchester United vs Tottenham Horspurs.

Pria asal Prancis itu tidak kuasa menahan rasa malu melihat mantan klubnya yang kini diasuh Ole Gunnar Solskjaer itu hancur lebam dan bermain sangat buruk.

Di babak pertama saat Manchester United sudah tertinggal 1-4, Evra sampai meminta suporter Setan Merah untuk bermain PlayStation saja daripada lanjut menyaksikan penampilan memalukan tim kesayangan mereka.

Baca: Juventus dan Barcelona Satu Grup di Liga Champions: Akhirnya, Duel Ronaldo vs Messi Terjadi Lagi

"Saya bahkan tidak mau mengomentari pertandingan ini. Sebuah bencana," kata bek kiri Manchester United pada periode 2006-2014 ini.

"Saran saya untuk semua fan sekarang adalah beli saja PlayStation, beli pemain seperti Sancho atau bahkan Messi dan mulailah bermain karena yang ada di sini adalah sebuah bencana," lanjutnya.

"Saya adalah orang yang selalu positif, tetapi saat ini saya merasa hancur. Saya memahami rasa sakit yang dialami semua suporter Manchester United."

"Tidak ada pemain di tim ini yang layak membela baju Manchester United sekarang," sergah Evra lagi.

Evra juga tak lupa mengkritisi para bek tengah Manchester United seperti Harry Maguire, Eric Bailly dan Victor Lindelof.

Legenda Manchester United, Patrice Evra, ketika menjadi komentator di Sky Sports. Dia kecewa berat dengan performa mantan klubnya dan menyindir kapten Harry Maguire.
Legenda Manchester United, Patrice Evra, ketika menjadi komentator di Sky Sports. Dia kecewa berat dengan performa mantan klubnya dan menyindir kapten Harry Maguire. (Media Skysports)

"Eric Bailly mendapatkan kesempatan menggantikan Victor Lindelof dan dia membuat kesalahan seperti itu. Jadi, jangan mengeluh kalau Anda tidak bermain."

"Donny van de Beek marah-marah karena tidak menjadi starter? Ada alasannya mengapa seperti itu."

"Harry Maguire? Kita selalu mendiskusikan siapa rekan duet yang tepat untuknya."

"Melihat penampilannya, mengapa diskusinya bukan 'Bagaimana jika kita keluarkan Maguire dari tim?'," kata Evra lagi.

Lebih jauh lagi, Evra di depan kamera Sky Sports memohon agar dia tidak diminta lagi mengomentari pertandingan Manchester United.

"Ini baru penampilan kedua saya di sini, tetapi sekarang saya meminta Sky Sports untuk menghentikan kontrak saya," ujar Evra.

"Kalau mereka tidak bersedia, tolong beri saya pertandingan selain Manchester United karena saya tidak mau lagi mengomentari tim ini."

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul Bukannya Rampungkan Transfer Sancho, Man United Justru Tawar Bek Dortmund Rp 17 Miliar di Hari Tenggat Transfer





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Kamu Harus Mati

    Kamu Harus Mati adalah sebuah film misteri yang
  • Film - Keluarga Suami Adalah

    Keluarga Suami Adalah Hama adalah sebuah film drama
  • Boah Sartika

    Lahir pada 8 Maret 2000, perjalanan Boah Sartika
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved