Dirk Hartog (Penjelajah Belanda)

Dirk Hartog adalah kapten dagang Belanda yang menjelajahi pantai barat Australia awal abad ke-17.


zoom-inlihat foto
dirk-hartog.jpg
Library.ststephens.wa.edu.au/
Dirk Hartog, penjelajah dan kapten kapal dagang Belanda

Dirk Hartog adalah kapten dagang Belanda yang menjelajahi pantai barat Australia awal abad ke-17.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dirk Hartog adalah penjelajah dan kapten dagang Belanda yang menjelajahi pantai barat Australia awal abad ke-17.

Pada Januari 1616 Dirk Hartog berlayar dari Belanda menuju Jawa dan mencari wilayah antara lintang 40-50 derajat tempat angin barat bertiup dengan kuat.

Namun, angin ini justru membawa Dirk Hartog terlalu jauh ke timur dan membuatnya sampai ke pantai barat Australia.

Dirk Hartog mendarat di sebuah pulau di Australia Barat dan menghabiskan tiga hari untuk menjelajahinya.

Dia meninggalkan sebuah piring/pelat timah di sana, dan pulau tersebut kemudian dinamakan Pulau Dirk Hartog.[1]

Baca: James Cook (Penjelajah Inggris)

Piringan timah berinskripsi yang ditinggalkan Dirk Hartog di Australia
Piringan timah berinskripsi yang ditinggalkan Dirk Hartog di Australia (Wikimedia Commons)

  • Keluarga


Dirk Hartog lahir pada tahun 1580 sebagai putra kedua pasangan Hartych Krynen, seorang marinir, dan Griet Jans.

Dia mempunyai setidaknya tiga saudara. Hartog dibaptis di Oude Kerk pada 30 Oktober 1580.

Pada 20 Februari 1611 Dirk menikah dengan Meynsgen Abel. Mereka diketahui tidak memiliki anak.

Ejaan namanya tidak terstandardisasi dan terkadang ditulis Hartogszoon, Hartogsz, Hartoogs, Hatichs, dan Hertoghsz.

Pada tahun 1615 Hartog terlibat dalam pelayaran ke berbagai pelabuhan Eropa sebagai pemilik dan nakhoda kapal dagang Dophyn.[2]

Baca: Abel Janszoon Tasman

  • Berlayar ke Indonesia


Hartog pada tahun 1616 ditugaskan oleh maskapai dagang Hindia Timur (VOC) untuk berlayar ke Indonesia.

Dia menjadi nakhida kapal Eendracht yang melakukan pelayaran perdana ke Hindia Timur.

Kapal itu berangkat dari Texel pada 23 Jauari dan membawa sepuluh peti uang sebanyak 80.000 real.

Eendracht mencapai Tanjung Harapan pada 5 Agustus 1616 dan melanjutkan perjalanan pada 27 Agustus.

Dia diperintahkan VOC mengikuti "rute Brouwer".

Hartog berlayar ke timur melewati Samudra Hindia agar sampai ke Indonesia.[3]

Rute Brouwer dirintis oleh penjelajah Belanda, Hendrik Brouwer, pada tahun 1611.

Rute ini memanfaatkan angin kuat yang muncul di sepanjang lintang 40-50 derajat.

Angin ini sangat kuat sehingga bisa mengurangi waktu tempuh dari 12 bulan menjadi 6 bulan.[4]

Baca: Francisco Pizarro


Karena menggunakan jalur Brouwer, Kapal Hartog justru berlayar terlalu jauh karena tertiup angin yang kuat.

Dia mendarat di sebuah pulau kecil di Shark Bay, pantai barat Australia, pada 25 Oktober 1616.

Hartog menjadi penjelajah Eropa kedua yang mendarat di Australia (yang pertama adalah Willem Janszoon).

Dia merasa seperti menemukan benua besar di selatan yang ada dalam dongeng.

Penjelajah Belanda itu menjelajahi kepulauan terdekat dan menamai wilayah itu "Eendrachtsland".

Dia juga meninggalkan piring/plat timah bertuliskan informasi tentang kedatangannya.

Piring ini kemudian ditemukan Willem de Vlamingh pada tahun 1697.

Hartog terus berlayar ke utara sepanjang pantai Barat Australia dan memetakan garis pantai Tanjung Barat Laut sebelum akhirnya sampai ke Batavia.[5]

  • Kematian


Eendracht meinggalkan Banten pada 17 Desember 1617 dan membawa muatan lilin aromatik, sutra, dan barang lainnya.

Kapal itu sampai di Zeeland, Belanda, pada 16 Oktober 1618.

Hartog mengundurkan diri dari VOC, dan menjadi nakhoda kapal Geluckige Leeu dalam pelayar ke pelabuhan-pelabuhan Eropa.

Dia meninggal pada tahun 1621 di Amsterdam dan dikuburkan di Nieuwe Kerk.

Makamnya kemudian dipindakan ke pemakaman umum di luar kota tersebut.[6]

(Tribunnewswiki/Tyo)



Nama Dirk Hartog
Lahir 1580
Meninggal Amsterdam, 1621
Orangtua Hartych Krynen dan Griet Jans
Istri Meynsgen Abel
Dikenal sebagai Penjelajah Belanda








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved