Pemerintah Singapura Akan Beri Bayaran Bagi Warganya yang Memiliki Anak Selama Pandemi Covid-19

Pemerintah menjanjikan sejumlah 'bonus' untuk warganya yang memiliki anak selama pandemi covid-19.


zoom-inlihat foto
wanita-terpaksa-melahirkan-di-bak-mandi.jpg
Pixabay
Ilustrasi bayi baru lahir


Namun, nyatanya itu tidak berhasil.

Ilustrasi kelahiran bayi
Ilustrasi kelahiran bayi (halodoc)

Agar pertumbuhan penduduk dapat terjadi secara alami dalam suatu negara, wanita harus memiliki rata-rata 2,1 bayi.

Meskipun, sebagian besar negara maju sekarang berada di bawah angka itu.

Penurunan proporsi pasangan dan berkurangnya peran gender tradisional telah menyebabkan tingkat kesuburan turun secara global.

Singapura telah berjuang untuk membalikkan tren tersebut sejak 1980-an.

Pemerintah melakukan kampanye publik yang mendorong persalinan dan sejumlah insentif keuangan maupun pajak.

Baca: Ahli Singapura Yakin Wabah Corona di Indonesia Berakhir 20 Juni 2020, Ahli dari UI Beri Tanggapan

Namun, upaya itu tetap tidak dapat menghentikan kemerosotan angka kelahiran.

"Seperti banyak negara maju, tantangan utama populasi Singapura adalah kesuburan yang rendah dan populasi yang menua," tulis pemerintah dalam sebuah laporan pada 2011.

"Tujuan kami adalah untuk mencapai populasi berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kohesi sosial, sehingga Singapura tetap penuh energi dan layak huni," tambahnya.

(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)





Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved