Rahmad Handoyo

Rahmad Handoyo merupakan anggota DPR RI PDI Perjuangan (PDIP) dari daerah pemilihan Jawa Tengah V


zoom-inlihat foto
anggota-komisi-ix-dpr-ri-fraksi-pdi-perjuangan-rahmad-handoyo.jpg
Tribunnews.com
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rahmad Handoyo

Rahmad Handoyo merupakan anggota DPR RI PDI Perjuangan (PDIP) dari daerah pemilihan Jawa Tengah V




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rahmad Handoyo merupakan anggota DPR RI PDI Perjuangan (PDIP) dari daerah pemilihan Jawa Tengah V.

Di periode 2019-2024 ini, Rahmad duduk di kursi Komisi IX untuk mengurusi masalah kesehatan, ketenagakerjaan dan kependudukan.

Ini bukan kali pertama Rahmad menjadi wakil rakyat. Di periode sebelumnya atau 2014-2019, dia sudah duduk di kursi Komisi IV yang bergerak di bidang pertanian perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan.

Baca: Profil Idrus Marham, Mantan Menteri Sosial yang Kini Bebas setelah 2 Tahun Dipenjara

  • Karier


Dalam wawancara dengan Tribunnews.com, awal mula Rahmad terjun jadi wakil rakyat dimulai sejak bangku kuliah.

Mengenyam pendidikan jurusan Perikanan di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rahmad banyak terjun ke dunia aktivis.

Bahkan dia bergabung ke Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan menjabat sebagai sekretaris senat.

Namun, puncak karirnya di bangku kuliah adalah menjadi Ketua Umum Koperasi Mahasiswa Undip.

Dari situlah Rahmad mendapatkan banyak kenalan dan teman. Baik dari lintas fakultas, lintas kampus, hingga pelosok Indonesia.

"Begitu lulus (kuliah), tahun 1998 itu saya sudah masuk resmi sebagai anggota partai (PDIP). Menjelang 1999 itu saya malah mau dicalonkan jadi wakil rakyat tapi nggak mau, masih muda sekali, baru umur 25 lah," ujar Rahmad, kepada Tribunnews.com, di ruangannya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada September 2020.

Rahmad beralasan dirinya masih perlu banyak belajar sehingga menolak maju sebagai wakil rakyat. Kemudian, dia pun masuk menjadi staf balitbang DPD PDIP Jawa Tengah.

Dalam perjalanannya, dia sempat menjabat sebagai Direktur Utama Koperasi Pemuda Indonesia (KOPINDO) pada 2000-2004.

Saat itu, dia banyak berkenalan dengan banyak petinggi partai yang juga berkecimpung di KOPINDO.

Sampai akhirnya Rahmad 'hijrah' ke Ibukota untuk masuk ke DPP PDIP. Dia menjadi staf ahli atau tenaga ahli Fraksi PDIP DPR RI sejak 2005.

Ketika menghadiri rapat fraksi, Rahmad yang duduk dibarisan paling belakang berkata dalam hati bahwa suatu hari nanti dirinya akan duduk di kursi paling depan sebagai anggota DPR.

"Saya kan duduk dibelakang sebagai staf ahli fraksi kalau ada rapat. Disitu saya bilang 'ya saya pasti akan duduk disitu sebagai anggota DPR'. Saya sudah punya target dan mimpi itu," kata dia.

Setelah hampir 10 tahun menjadi staf ahli Fraksi PDIP, Rahmad kemudian mendapatkan penugasan maju sebagai anggota DPR RI, yang kebetulan dari dapil tempat kelahirannya berasal pada 2014 silam.

Rahmad mengaku bersyukur karena berkecimpung sebagai staf ahli. Banyak pengalaman soal perundangan, penganggaran dia dapatkan disana. Pengalamannya pun menjadi motivasi tersendiri untuk menjadi wakil rakyat.

"Saya merasa dari 10 tahun belajar (jadi staf ahli) itu ternyata banyak yang bisa kita perbuat sebagai wakil rakyat. Itulah motivasi saya. Karena memegang fungsi anggaran yang berpihak untuk rakyat, membuat UU yang berpihak kepada rakyat, dari fungsi pengawasan agar kita kontrol pemerintah," ungkapnya.

Apa yang Disuarakan sebagai anggota DPR?

Menjadi wakil rakyat untuk kedua kalinya, Rahmad mengaku banyak hal yang telah disuarakannya mewakili keinginan masyarakat luas.

Tak jarang dirinya berbicara keras apabila mitra kerja DPR yakni pemerintah yang diwakili kementerian/lembaga tidak seirama dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

"Saya termasuk yang bicara keras. Saya keras ketika kabinet atau mitra kerja kami tidak seirama dengan rakyat, saya keras betul. Bahkan ketika saya ngobrol menyampaikan pendapat itu selalu saya rekam dan saya senang kalau ada teman, saya justru minta dikritisi kurang keras soal apa," kata Rahmad.

Pria kelahiran Semarang, 20 Februari 1975 itu pernah pula memperjuangkan gaji bagi pekerja kontrak di bidang pertanian.

Gaji para pekerja kontak itu hanya dibayarkan 10 bulan dari 12 bulan masa kerja karena bukan karyawan tetap.

Lantaran tak tega mendengar tangisan para pekerja, dia berjanji untuk mengawal masalah tersebut. Rapat-rapat dengan menteri dia kawal dan suarakan masalah gaji pekerja kontrak ini.

Singkat cerita, akhirnya para pekerja kontrak tersebut mendapat gaji hampir setara dengan 12 bulan bekerja, meski dengan nomenklatur bukan gaji.

"Karena dalam sistem penganggaran kan kalau tidak pegawai tidak bisa digaji 12 bulan. Itu rasa syukur saya mas, dan itu implikasinya berapa puluh ribu yang digaji dari 10 menjadi 12 bulan, itu nilai-nilai yang saya perjuangkan. Saya juga selalu getol bahwa anggaran itu harus pro rakyat, pro wong kecil, itu yang selalu saya kritisi," jelasnya.

Baca: Profil Barita Simanjuntak, Tak Menyangka Ditunjuk Presiden Jokowi Jadi Ketua Komjak


Siapa sangka, Rahmad yang sehari-hari berkutat dengan politik mewakili si Merah (PDIP, - red) ternyata juga memiliki ketertarikan dengan sepakbola.

Liverpool FC adalah klub idola Rahmad sejak kecil. Dia ingat pertama kali menonton pertandingan The Reds --julukan Liverpool-- di layar televisi hitam putih.

Saat itu, Liga Inggris (sekarang bernama Premier League) disiarkan melalui saluran televisi swasta yakni SCTV.

Bukan hanya dari televisi saja, Rahmad mengenal sepakbola juga tak lepas dari sang ayah yang berlangganan Koran KOMPAS.

KOMPAS tatkala itu memberikan tabloid BOLA, yang menjadi sarana bagi Rahmad lebih mengenal dunia persepakbolaan.

Bahkan, ketika membaca koran lokal Rahmad selalu membaca rubrik khusus olahraga saja.

"Begitu baca koran, saya lihat kok ada John Barnes. Memang saya diuntungkan waktu itu Liverpool masih jago, sering juara. Kan beberapa dekade terakhir Manchester United (MU) yang juara, jadi kalau dulu mungkin masuk akal orang suka Liverpool semua. Dari situ lah saya mengenal John Barnes, Ian Rush hingga Peter Beardsley. Saya suka sekali disamping sering juara," kata Rahmad.

Kolektor Jersey Liverpool : Tiap Sambangi Kota Lain Selalu Cari Jersey Liverpool

Rahmad mengingat masa kecil dimana menginginkan jersey Liverpool.

Namun tatkala itu, di Indonesia masih sulit untuk menemukan orang berjualan jersey.

Baru pada tahun 1990-an Rahmad berhasil membela jersey Liverpool untuk kali pertama, meski bukan jersey asli.

Itu menjadi awal mula dirinya mengkoleksi jersey klub yang bermarkas di Anfield tersebut.

Koleksi jerseynya bisa dibilang ratusan, bahkan dia memiliki dua lemari khusus berisikan penuh jersey Liverpool.

Para pemain Liverpool berselebrasi di lapangan.
Para pemain Liverpool berselebrasi di lapangan. (Twitter @LFC)

Banyaknya jersey yang Rahmad miliki, tak lepas dari kebiasaannya membeli pernak-pernik 'berbau' Liverpool tiap kali menyambangi kota lain.

"Setiap ke kota lain, ada barang berbau Liverpool meskipun bukan jersey saya beli. Setiap keluar kota, misal ada yang jualan kaus saya lihat jersey bolanya, yang Liverpool saya beli. Sampai sekarang koleksi saya masih ada itu dari tahun 90an. Bahkan waktu saya masih kecil karena jersey ukuran kecil itu nggak ada, saya paksa beli jersey yang ukuran besar. Itu sampai sekarang masih kegedean dan masih saya simpan," jelasnya.

"Saya masih beli jersey sampai sekarang. Nggak saya pakai, saya cuma senang, ngerasa nyaman lihat jersey Liverpool. Di rumah itu ada lemari khusus, ada dua lemari. Isinya jersey semua. Tapi puji syukur istri saya mendukung, nggak mempersoalkan, termasuk pernak pernik bola, jam Liverpool sampai seprei pun Liverpool," imbuhnya.

Pengalaman Unik, Masuk Stadion dan Kota Rival Pakai Syal Liverpool

Pengalaman unik juga pernah dirasakan Rahmad sebagai The Kop --julukan pendukung bagi Liverpool-- sewaktu dirinya menginjakkan kaki di Inggris pada tahun 2012 silam.

Saat itu, tentu Rahmad menyempatkan diri mengunjungi Stadion Anfield yang notabene markas Liverpool FC.

Namun uniknya, dia juga menyempatkan untuk menyambangi stadion rival Liverpool yakni Stadion Old Trafford --markas Manchester United (MU)--.

Dengan sedikit tertawa, Rahmad mengingat dirinya sengaja mengikuti tur khusus memasuki markas MU di kota Manchester.

Dengan beraninya, Rahmad mengeluarkan syal bertuliskan Liverpool FC dan mengangkatnya tinggi-tinggi saat mengikuti tur tersebut.

Aksinya membuat tur guide kala itu geleng-geleng kepala.

"Saya dengan MU itu kan seperti antara air dan minyak. Saya itu pernah ke ruang ganti pemain MU. Saya memang secara khusus tur ke Old Trafford, untuk pamer. Di ruang ganti itu ada guidenya orang MU, saya pegang syal Liverpool. (Dia) Nggak marah, tapi cuma ketawa sambil geleng-geleng kepala," kata Rahmad.

Bukan hanya itu, selepas tur Rahmad dengan nekatnya berkeliling kota Manchester sambil mengenakan syal Liverpool kebanggaannya.

Tak disangka, dia dipanggil oleh tukang bangunan setempat. Tukang bangunan itu menegaskan bahwa kota tersebut adalah kota Manchester alias kota bagi pendukung MU, bukannya Liverpool.

"Pengalaman menarik lainnya itu, saya mau diancamlah di Manchester. Jadi saya pakai syal Liverpool, berputar-putar di kota Manchester. Tukang bangunan manggil saya, dia nfomofn 'This is Manchester'," kata Rahmad.

"Saya bersama teman saya berdua saat itu. Dia (tukang bangunan) sempat tanya darimana kami berasal. Kami jawab Indonesia, dia terus ngomong wah nasi goreng, nasi goreng. Agak akrab. Tapi tetap saat itu terus dia minta saya menanggalkan syal saya. Ya ada rasa takut juga tapi jadi pengalaman menarik," tandasnya.

(Tribunnews.com/Vincentius Jyestha)



Nama Rahmad Handoyo
Tempat dan Tanggal Lahir Semarang, Jawa Tengah / 20 Februari 1975
Partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Pendidikan Manajemen, Universitas TRISAKTI Jakarta. Tahun: 2003 - 2005
Perikanan, UNDIP Semarang. Tahun: 1993 - 1999
SMN 2 Boyolali. Tahun: 1991 - 1993
SMPN 2 Ampel. Tahun: 1988 - 1991
SDN 3 Papringan. Tahun: 1982 - 1988
Pekerjaan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. Tahun: 2014 - 2019, 2019 - 2024
Tenaga Ahli Fraksi PDI Perjuangan. Tahun: 2005 - 2014
Direktur Utama KOPINDO. Tahun: 2000 - 2004
Organisasi Sekretaris BPEK DPP PDI Perjuangan. Tahun: 2019 - 2024
Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia. Tahun: 2014 - 2019
Departemen Perikanan dan Kelautan DPP PDI Perjuangan. Tahun: 2011 - 2015
Pengurus Departemen DPP PDI Perjuangan. Tahun: 2009 - 2014
Badan Pelatihan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat DPP PDI Perjuangan. Tahun: 2005 - 2010
Pengurus BPZER DPP PDI Perjuangan. Tahun: 2005 - 2009
Pengurus HKTI. Tahun: 2004 - 2014
Ketua Umum KOPMA UNDIP. Tahun: 1997 - 1999
Sekretaris Senat Mahasiswa Perikanan. Tahun: 1996 - 1997
Info Pribadi
Pendidikan
Riwayat Karir
Berita Terkini








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved