TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko menyampaikan penegasan kepada seluruh rumah sakit agar tidak sembarangan mengkategorikan orang Covid atau tidak.
Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di ruang rapat kompleks Kantor Pemprov Jateng, Kamis (1/10/2020).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah permasalahan dan penanganan terkait pandemi virus corona dibahas.
Pembahasan berkisar dari segi kesehatan hingga perekonomian yang terdampak Covid-19.
Satu diantaranya yang dibahas dan menjadi fokus pemerintah yakni definisi terkait kematian.
Baca: Media China Ejek Trump dan Melania setelah Positif Covid-19: Pernah Cap AS Barbar dan Serakah
Baca: Viral Pria Panik saat Razia Masker, Refleks Gunakan Plastik Gorengan untuk Tutupi Mulut dan Hidung
Ada isu yang berkembang di masyarakat bahwa rumah sakit sengaja memberikan kategori pasien yang meninggal dikarenakan covid.
"Definisi tentang kematian harus dilihat kembali. Jangan selalu kematian dikatakan covid.
Ada pasien kena covid, lalu di perjalanan kecelakaan tapi definisi matinya karena covid, padahal hasil tesnya belum keluar.
Ini yang perlu diluruskan," kata Moeldoko.
Mantan Panglima TNI ini menuturkan definisi kematian harus ditinjau ulang agar jangan disalahartikan.
Baca: Pasang Muka Cemberut di Jamuan Makan Timnas Indonesia U-19 oleh KBRI Kroasia, Ada Apa Shin Tae-yong?
Baca: Ramalan Zodiak Karier Sabtu 3 Oktober 2020: Scorpio Sudah Punya Modal, Taurus Luapkanlah Emosimu
Hingga akhirnya dimanfaatkan pihak- pihak yang ingin mencari keuntungan.
Rumah sakit yang meng-covid-kan semua pasien meninggal biasanya agar mendapatkan anggaran dari pemerintah.
"Ini yang perlu jadi perhatian agar ada kesepakatan bersama bagaimana mengkategorikan dengan tepat," tandasnya.
Sementara, Gubernur Ganjar sepakat apa yang dikatakan Moeldoko. Banyak asumsi yang muncul di masyarakat bahwa yang meninggal itu di-covid-kan.
Pada pekan lalu, pihaknya mengundang direktur rumah sakit di Jateng untuk rapat terkait hal tersebut.
Baca: Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu 3 Oktober 2020: Bandar Lampung Hujan Lebat, Gorontalo Awas Cuaca Ekstrem
Baca: Miliki Gaya Hidup Terkesan Manja, Nia Ramadhani Disindir Kakak Ipar, Apa-apa Selalu Dibantuin
"Kami sudah rapat bahwa untuk menentukan atau mengekspos data angka kematian, mereka yang meninggal itu harus verified (terverifikasi bahwa pasien meninggal karena covid)," ucap Ganjar.
Karena itu, ia meminta kepada pihak rumah sakit ketika ada pasien meninggal, otoritas dari dokter memberikan catatan penyebab pasien meninggal.
Setelah itu catatan tersebut diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jateng terlebih dulu sebelum dirilis ke publik.
Adanya siklus atau birokrasi yang panjang terkait laporan data kematian mengakibatkan data yang tersaji terlambat.
"Bahwa nanti datanya delay, saya kira itu lebih baik daripada kemudian terjadi situasi dimana ada pasien diperkirakan covid terus meninggal tapi hasil tesnya belum keluar. Setelah hasilnya keluar ternyata negatif, kan kasihan. Ini harus diperbaiki," ujarnya.
Baca: Khusus untuk Fresh Graduate S1! Berikut Lowongan Kerja di Anak Perusahaan Honda Group, Cek Syaratnya
Baca: Ini Jawaban Kapolres Blitar Setelah Dilaporkan ke Polda Jatim oleh Kasat Sabhara AKP Agus Hendro
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Bertemu Ganjar, Moeldoko Ungkap Ada Pasien Meninggal yang Sengaja Di-covid-kan
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar/Tribun Jateng)