TRIBUNNEWSWIKI.COM - Konflik usai dan hubungan antara Lionel Messi dengan manajemen Barcelona perlahan mulai cair.
Padahal, konflik yang terjadi antara Lionel Messi dan Barcelona pada musim panas 2020 sempat hampir membuka lebar pintu keluarnya Barcelona.
Kini, Barcelona pun tengah menata hidup baru dan Lionel Messi pun masih berada di pangkuan klub tersebut.
Meski kini telah reda, ternyata kabar seputar Lionel Messi masih menjadi sumber atensi dari Barcelona.
Bagaimana nasib Lionel Messi ditangan pelatih baru, Ronald Koeman?
Megabintang Barcelona, Lionel Messi ternyata harus menerima nasib soal peran barunya di bawah asuhan pelatih Ronald Koeman.
Messi disebut akan menerima reduksi peran dalam permainan Barcelona dimusim baru 2020-21 di bawah komando pelatih asal Belanda tersebut.
Rencana Ronald Koeman untuk Lionel Messi musim 2020-2021 sudah terlihat pada laga Liga Spanyol melawan Villareal, Minggu (27/9/2020) lalu.
Baca: Debut Luis Suarez di Atletico Madrid: 2 Gol dan 1 Asis, Barcelona Perlu Was-Was Deja Vu David Villa
Pada laga tersebut, Ronald Koeman memasang Messi sebagai ujung tombak dalam formasi 4-2-3-1 miliknya.
Penyerang Barcelona yang lain, Antoine Griezmann, bertugas di sisi kanan lini serang klub berjuluk Los Cules.
Peran Messi di laga tersebut ternyata mirip dengan yang biasa menjadi kewajiban Luis Suarez, yakni penyerang tengah.
Posisi tersebut sebenarnya bukanlah yang kerap diemban oleh Messi selama membela Barcelona dan Messi sendiri bisa bermain di banyak posisi seperti penyerang kanan, kiri, tengah hingga gelandang serang.
Melansir berita dari Marca, taktik Koeman memang sengaja membuat Barcelona tidak bergantung penuh pada Messi.
Messi dalam posisi tersebut terbukti lebih sedikit menyentuh bola dan membuat peluang.
Gelandang Philippe Coutinho lah yang kini yang mengemban tugas sebagai pengatur serangan.
Rencana Koeman pun tergolong sukses karena Coutinho mampu menyumbang assist untuk gol Ansu Fati.
Baca: Lakoni Peran Kotor Barcelona dan Konflik dengan Lionel Messi, Mengapa Ronald Koeman Mulai Tak Betah?
Taktik Koeman sendiri mirip dengan apa yang dilakukan oleh pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni.
Scaloni juga membebaskan Messi dari tugas mengatur serangan untuk timnya.
Kewajiban utama Messi dalam taktik seperti ini adalah menjadi pencetak gol.
Meski begitu, taktik Koeman dirasa masih bisa berubah sesuai lawan yang dihadapi.
Messi disebut sebabkan Riqui Puiq dibuang
Kali ini, sang kapten Messi disebut menjadi biang dilepasnya pemain Barcelona.
Beberapa media di Spanyol membeberkan alasan balik keputusan pelatih Barcelona, Ronald Koeman, untuk melepas gelandang muda bertalenta, Riqui Puig.
Ronald Koeman berencana melepas Riqui Puig pada bursa transfer musim panas 2020 dengan status pinjaman.
Demi menit bermain, itulah dalih sang nakhoda soal keputusannya melepas si jebolan La Masia.
Sebagai informasi, Puig cuma bermain 11 kali di Liga Spanyol musim 2019-2020.
Baca: Sejarah Besar Satu Dekade Terakhir, Ronaldo dan Messi Tak Lagi Masuk 3 Besar Pemain Terbaik Eropa
Padahal sang gelandang muda digadang-gadang menjadi penerus Andres Iniesta yang sosok dan gaya permainannya sangat dirindukan oleh suporter Barcelona.
"Saya akan merekomendasikan dia pergi dengan status pinjaman," kata Koeman.
Menurut versi Diario Gol, alasan Koeman meminjamkan Puig bukan semata-mata karena masalah kapasitas di lapangan, tetapi juga lantaran sebuah insiden.
Puig diklaim pernah melontarkan kalimat yang tidak membuat Lionel Messi senang dalam satu sesi latihan.
Insiden tersebut membuat Koeman mengambil keputusan tegas dengan menyingkirkan Puiq dari tim, setidaknya untuk sementara waktu.
Koeman tak ingin kehadiran Puig di tim mengganggu kenyamanan Messi.
Maklum, Messi adalah sosok terbesar di Barcelona saat ini.
Barca cukup beruntung bisa mempertahankan sang megabintang.
Baca: Demi Mikel Arteta, Arsenal Pecat Pencari Bakat Eks Anak Buah Wenger yang Hampir Rekrut Lionel Messi
Messi sempat berusaha meninggalkan Barcelona setelah mengabdi selama 16 tahun buat tim senior.
Dia mengira bisa meninggalkan raksasa Catalunya secara gratis.
Namun, kubu Barca bersikeras bahwa Messi cuma bisa pergi jika ada klub yang menebus klausul pelepasan senilai 700 juta euro (Rp 12,1 triliun).
Tak mau masalah tambah panjang, Messi memutuskan bertahan hingga kontraknya berakhir pada 2021.
(Tribunnewswiki.com/Ris)
Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul Koeman Sengaja Buat Messi Tak Lagi Jadi Orang Penting di Barcelona