TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus corona baru (SARS-Cov-2) terus bermutasi dan pakar percaya virus penyebab Covid-19 itu menjadi semakin mudah menular, menurut hasil riset terbaru.
Peneliti di Amerika Serikat (AS) menganalisis 5.000 urutan genetik virus corona, yang terus bermutasi karena telah menyebar luas di masyarakat.
Namun, penelitian itu tidak menemukan adanya mutasi yang membuat virus corona menjadi semakin mematikan atau berubah efeknya.
Dilansir dari The Guardian, (25/9/2020), para pakar kesehatan mengakui semua virus bermutasi, tetapi mayoritas mutasinya tidak signifikan.
David Morens, ahli virus di Institut Nasional Penyakit Menular dan Alergi, mengatakan penelitian itu seharusnya tidak ditafsirkan secara berlebihan.
Namun, dia mengatakan virus corona mungkin merespons intervensi kesehatan masyarakat, misalnya pembatasan sosial.
Baca: GeNose Buatan UGM Bisa Mendeteksi Covid-19 dalam Waktu Kurang dari 2 Menit
"Semua hal itu menghalangi transmisi atau penularan, tetapi karena menjadi semakin menular, virus itu secara statistik menjadi lebih baik dalam mengatasi hambatan tersebut," kata dia.
Artinya, virus ini, kata Morens, bisa terus bermutasi bahkan setelah vaksin tersedia.
Oleh karena itu, vaksin mungkin harus diotak-atik atau disesuaikan, seperti vaksin flu yang diubah tiap tahun.
Dugaan adanya mutasi yang membuat virus corona menjadi lebih menular dikaitkan dengan kenaikan kasus Covid-19 di AS.
Ada 21 negara bagian yang mencatat adanya kenaikan kasus harian di atas 5 persen dalam dua pekan terakhir, menurut data dari Universitas John Hopkins.
Baca: Lembaga Biologi Temukan Mutasi Virus Corona Baru di Indonesia, Disebut Lebih Ganas dan Menular
Pada Rabu, (23/9/2020), ada 38.204 kasus baru di AS dan membuat total kasus menjadi nyaris 6.9 juta,
Jumlah kematian di Negara Paman Sam itu juga menembus angka 200.000 pada Selasa, (22/9/2020).
Mutasi D614G Virus Corona Terdeteksi di Indonesia
Mutasi D614G virus corona ditemukan di beberapa tempat di Indonesia.
Mutasi ini disebut telah membuat virus corona menjadi lebih menular 10 kali lipat.
Namun, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan masyarakat tidak perlu panik berlebihan.
Meski demikian, kata Bambang, masyarakat harus tetap waspada.
Selain itu, masyarakat juga harus disiplin menjalankan protokol kesehatan agar bisa mencegah penularan.
"Masyarakat tidak perlu panik berlebihan terhadap mutasi D614G. Namun, harus tetap waspada penuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19," ujar Bambang, Kamis (3/9/2020), dikutip dari Kompas.com.
Bambang mengatakan mutasi pada Virus Corona tipe SARS-CoV-2 ini tidak akan mengganggu upaya pengembangan vaksin yang tengah dilakukan.