TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rumah produksi Visinema Pictures akan merilis film spin-off dari Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) dengan judul Story of Kale: When Someone's In Love.
Teaser perdana film tersebut akan dirilis di Konser Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) pada malam ini, Jumat 25 September 2020.
Sama dengan film NKCTHI, film Story of Kale: When Someone's In Love juga merupakan hasil garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko dengan naskah yang ditulis olehIrfan Ramli.
Kisah yang diangkat dari universe film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), memilih karakter Kale untuk menjadi pusat cerita dari film ini.
Diperankan oleh Ardhito Pramono, Story of Kale akan bercerita tentang kisah cinta yang kerap terjadi pada setiap orang.
Bagaimana cinta yang selalu digambarkan indah bisa membuat kita kehilangan diri sendiri.
Baca: Konser Virtual Wave of Cinema: Perpaduan Konser Musik dan Narasi Film Dimeriahkan 30 Musisi
Irfan Ramli yang didapuk menjadi penulis skenario, merasa sangat tertantang ketika ditawari untuk menulis skenarionya.
“Film ini ditulis dan diproduksi di tengah pandemi, sejak awal Story of Kale memang dibuat dengan kesadaran untuk mensiasati berbagai keterbatasan yang ada.
Ini membuat pemilihan cara bercerita film ini sendiri jadi begitu menantang. Proses pengembangan cerita dilakukan dari rumah secara online sehingga menuntut energi yang besar.
Sebagai sebuah cerita cinta, kami coba untuk mendekatkan kenyataan bahwa sebuah hubungan seringkali tidak berjalan sesuai harapan dan bagaimana itu terjadi.” ungkap Irfan.
Kisah yang diangkat dari universe film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), memilih karakter Kale untuk menjadi pusat cerita dari film ini. (Visinema Pictures)
Selain menghadirkan kelanjutan kisah cinta Kale, film ini juga akan menampilkan lagu-lagu terbaru dari Ardhito Pramono.
Story of Kale rencananya akan ditayangkan secara eksklusif di Bioskop Online pada akhir tahun ini.
Seluruh penggemar NKCTHI maupun Ardhito Pramono yang sudah menantikan film ini, dapat menjadi yang pertama menyaksikan Teaser filmnya di Konser Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) dalam rangkaian Wave of Cinema yang akan ditayangkan di bioskoponline.com.
Selain Ardhito yang akan tampil dalam konsernya, hadir juga Isyana Sarasvati, Hindia, Kunto Aji, Arah, Chiki Fawzi dan Sisir Tanah.
Tiket untuk menonton Wave of Cinema masih tersedia di Loket, Gotix atau BookMyShow, dengan harga Rp50.000 untuk satu konser atau Rp125.000 untuk menikmati 2 konser lainnya (Konser Generasi 90an Melankolia (2/10) dan Konser Surat Dari Timur (9/10).
NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini)
NKCTHI merupakan sebuah film yang diadaptasi dari novel best-seller karya penulis Marchella FP dengan judul sama.
NKCTHI atau singkatan dari Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini akan di angkat menjadi film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko.
Film ini juga akan diproduseri oleh Anggia Kharisma berserta rumah produksi Visinema Pictures.
Sang sutradara, Angga, telah lama vakum sebagai sutradara sejak dua tahun tiga bulan.
Dia melihat NKCTHI sebagai sesuatu yang unik yang perlu untuk diangkat.
Baca: Bobby IKON
Baca: Resmi Beli 20th Century Fox, Disney Akan Buat Ulang Film Home Alone
Bagi Angga NKCTHI menjadi unik karena bisa sebagai platform bagi orang-orang untuk bercerita.
Novel NKCTHI sendiri menjadi buku yang paling dicari di ujung tahun 2018.
Selain novel NKTCHI karya Marchella FP, novel 11.11 Karya Fiersa Besari juga sangat dicari di akhir tahun lalu.
Visinema Pictures menargetkan bahwa film NKCTHI akan tayang di layar lebar pada 2020.
Baca: Nora Alexandra Philip
Baca: FILM - A Man Called Ahok (2018)
Sedangkan produksinya akan mulai pada September 2019.
Film ini juga bekerja sama dengan produser Hollywood, Michael Y. Chow yang berperan sebagai produser eksekutif film NKCTHI.
Angga Dwimas Sasongko mengatakan bahwa artis Rachel Amanda akan menjadi karakter utama dari film ini.
Novel NKCTHI mengisahkan tentang seorang wanita 27 tahun bernama Awan yang mengirimkan surat ke anak cucunya di masa depan melalui surat-surat yang ia buat.
Pesan-pesan tersebut berisi tentang kebahagiaan, kesedihan, kegagalan, dan banyak jkejadian lain yang umumnya dialami oleh semua orang.
Nama Awan sendiri dipilih karena awan selalu puny cara untuk menghibur dan menjaga bumi serta isinya.
Baca: Akademi Militer
Baca: FILM - Athirah (2016)
Tetapi tidak mudah menjadi awan yang seperti diharapkan ibunya.
Baginya menjadi bohlam saja sudah cukup, untuk menerangi dan memberi kehangatan sebuah ruang yang kecil.
(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)