Inilah Orang yang Bakal Beresiko Terkena Covid-19 Jika Pilkada 2020 Nekat Digelar Tahun Ini

Berikut adalah orang yang bakal tertular virus corona atau Covid-19 jika Pilkada 20202 tetap dilaksanakan di tengah masa pandemi


zoom-inlihat foto
ilustrasi-pilkada-surat-suara.jpg
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi Pilkada


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Isu pilkada yang  tetap akan diselenggarakan tahun ini tuai banyak kecaman dari berbagai pihak.

Hal ini lantaran kasus Covid-19 yang kian hari kian menanjak di Tanah Air.

Tentu saja hal tersebut membuat banyak masyarakat Indonesia khawatir jika pilkada nekat digelar tahun ini.

Desakan penundaan acara Pilkada 2020 ini datang dari bebagai lapisan masyarakat dari pegiat pemilu sampai organisasi masyarakat ( ormas).

Sebagai informasi, Pilkada 2020 diselenggarakan di 270 wilayah di Indonesia.

Baca: Setelah NU dan Muhammadiyah, Kini ILUNI UI Meminta Pilkada 2020 Ditunda dengan Pertimbangan Covid-19

Baca: Mahfud MD Ungkap 4 Alasan Presiden Jokowi Tak Menunda Pilkada 2020

Detailnya yakni di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Diketahui, tahapan Pilkada sempat mengalami penundaan karena adanya pandemi Covid-19 selama pertengahan Maret sampai Juni 2020.

Kemudian, tahapan Pilkada 2020 kembali dilanjutkan pada tanggal 15 Juni 2020.

Sementara untuk acara pemungutan suaranya akan digelar pada 9 Desember  mendatang secara serempak.

Pemilih memasukkan surat suara ke dalam kotak pada acara Simulasi Pemilu 2019 di halaman Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (24/3/2019).
Pemilih memasukkan surat suara ke dalam kotak pada acara Simulasi Pemilu 2019 di halaman Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (24/3/2019). (TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN)

Dalam sebuah diskusi daring bertema "Pilkada Pandemi di Antara Kerumunan Massa", Rabu (23/9/2020), I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) buka suara.

I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyampaikan pendapatnya pada pertanyaan terkait masih mungkinkah penundaan Pilkada 2020.

Dewa menjawab siapa saja yang bakal tertular Covid-19 jika Pilkada 2020 masih berlanjut tahun ini.

"Kalau ditanya siapakah yang kemudian berisiko kalau pilkada ini dijalankan, saya kira kita semua sebetulnya," jawab Dewa.

Dewa juga memberikan gambaran tentang penularan tersebut.

Baca: Presiden Jokowi Tegaskan Tak Akan Tunda Pilkada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Baca: Desakan Semakin Kuat, NU dan Muhammadiyah Minta Pilkada 2020 Ditunda Akibat Faktor Pandemi Covid-19

"Faktanya, misalnya di KPU sendiri Pak Ketua, kemudian ada anggota tertular (Covid-19). Lalu ada anggota yang sedang dalam proses penyembuhan dan syukur sudah sembuh," jelas Dewa.

Dewa melanjutkan, hal yang perlu dilakukan sekarang ini pada setiap tahapan pilkada yakni dengan menjaga komitmen untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.

Hal ini lantaran, pilkada kali ini yang berbeda dari yang sebelumnya.

Yakni Pilkada 2020 yang bakal digelar dalam masa pandemi.

Jadi ada tantangan bagaimana tetap menaati protokol kesehatan dalam pelaksanaan seluruh tahapan pilkada.

"Dengan segala kerendahan hati kami mengajak kita semua menjaga kesehatan, mematuhi protokol kesehatan. Karena protokol itu bukan hanya untuk pilkada tapi juga keseharian," ujar Dewa.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved