Ganjar Pranowo Komentari Anggota DPRD Tegal yang Nekat Adakan Pentas Dangdutan: Tolong Dong

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berikan sentilan bagi anggota DPRD Tegal yang nekat adakan acara pentas dangdutan yang meresahkan warga


zoom-inlihat foto
gubernur-jawa-tengah-ganjar-pranowo-di-kantornya-1.jpg
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui di Kantornya, Selasa (14/7/2020).(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)


"Acara itu juga hanya dilaksanakan sebentar. Intinya adalah pamitan beberapa pejabat dan petugas, lalu ada sedikit hiburan musik yang kemudian langsung diakhiri," ujar Donny saat dihubungi, Senin (29/6/2020).

Sejumlah petugas tengah menikmati lantunan musik dangdut di RSD Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (27/6/2020)
Sejumlah petugas tengah menikmati lantunan musik dangdut di RSD Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (27/6/2020) (Kompas.com,Twitter/@duniamanji)

Walaupun banyak warganet yang mencibir acara tersebut namun Donny menuturkan dalam penyelenggaraannya, acara tersebut tetap diatur dengan protokol kesehatan.

Misalnya, pembatasan peserta, penggunaan masker, penyediaan tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, hingga ketentuan untuk menjaga jarak.

Donny menyatakan, ketentuan pembatasan atau physical distancing selama acara berlangsung telah dilaksanakan.

Selain itu, yang bisa hadir dalam acara tersebut hanya petugas kesehatan dan kehadirannya pun diatur secara bergantian.

"Selain petugas kesehatan, tidak ada orang lain yang diizinkan masuk," kata dia.

Acara dangdutan tersebut dilaksanakan untuk perpisahan atas beberapa pejabat dan petugas medis di RSD Covid-19 Wisma Atlet.

Baca: Setelah NU dan Muhammadiyah, Kini ILUNI UI Meminta Pilkada 2020 Ditunda dengan Pertimbangan Covid-19

Baca: Inilah Orang yang Bakal Beresiko Terkena Covid-19 Jika Pilkada 2020 Nekat Digelar Tahun Ini

Dangdutan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi mereka yang telah melaksanakan tugasnya selama berbulan-bulan sejak awal operasional rumah sakit dadakan tersebut.

Ia menyatakan bahwa agenda tersebut juga hanya bersifat internal.

"Beberapa pejabat dan petugas medis telah mendapat perintah untuk melaksanakan tugas di tempat yang baru, sehingga beliau pamit dengan rekan-rekannya yang masih bertugas di RSD Covid-19 Wisma Atlet," ujar Donny.

Sebelumnya, viral video sejumlah petugas yang tengah menikmati acara dangdutan di RSD Covid-19 Wisma Atlet.

Video tersebut bahkan diunggah musisi Anji melalui akun Twitter-nya, @duniamanji.

Anji pun menyampaikan kritik atas acara tersebut.

"Dangdutan di Wisma Atlet. Saya tahu izin kerumunan sudah dikeluarkan. Tapi TETAP BERJARAK. Ini Nakes mau saling menularkan virus atau bagaimana?,"

Sejumlah petugas tengah menikmati lantunan musik dangdut di RSD Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (27/6/2020)
Sejumlah petugas tengah menikmati lantunan musik dangdut di RSD Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (27/6/2020) (Kompas.com,Twitter/@duniamanji)

"Oke saja sih seperti itu. Tapi izinkan Musisi manggung lagi seperti ini. Kasian ribuan/jutaan musisi yang kehilangan pekerjaan," tulis Anji.

Setelah unggahannya tersebut, banyak dari warganet yang juga mempertanyakan hal yang sama terkait dengan kebijakan adanya kerumunan massa.

"New normal dari mana, ini namanya Indonesia sedang enggak Normal, pandemi malah dangdutan rame-rame," tulis @Gi_9513

"Kebijakan untuk kalian, bukan untuk kita-kita, sautnya," kata akun bernama @Dhims.

Namun, tak sedikit juga warganet yang mendukung adanya acara musik untuk tenaga kerja tersebut.

Salah satunya yakni akun bernama @Timo54924251 yang berkata jika acara tersebut bisa saja menjadi hiburan untuk petugas yang butuh hiburan di tengah pekerjaan mereka yang berisiko.





Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved