Hal tersebut sesuai dengan identitasnya yang tertera di KTP.
Selain itu, berdasarkan KTP, Laeli berstatus belum menikah, sementara Fajri sudah beristri.
Rupanya selama ini, Laeli dan Fajri sudah tinggal bersama meski belum menikah.
"Tersangka DAF sudah beristri dan dari identitasnya tercatat tinggal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Handik Zusen, Kamis (17/9/2020) malam.
"Keduanya pasangan kumpul kebo dan tinggal mengontrak atau sewa kost, berpindah-pindah bersama. Pernah di Depok sampai ke Jakarta," katanya.
Baca: GEGER Tawuran Antar-Perempuan di Kota Semarang, Ini Penyebabnya
Menurut Handik, DAF pernah menjadi sopir taksi online. Namun kini berhenti dan bekerja serabutan.
"Sementara LAS berjualan kamera drone secara online. LAS juga menguasai pemetaan lokasi lewat aplikasi khusus," katanya.
Handik mengatakan karena desakan ekonomi, keduanya akhirnya berupaya menguasai harta korban Rinaldi, dengan membunuh dan memutilasinya.
Tak cuma kehidupannya di masa kini yang terkuak.
Sosok Laeli Atik di masa lalu juga ikut terungkap.
Lulusan UI
Laeli Atik kabarnya adalah alumni Universitas Indonesia.
Ia berkuliah di UI jurusan Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Selain itu, tulisan Laeli Atik di blog yang ia miliki juga ikut diurai khalayak.
Pembunuh HRD Rinaldi itu rupanya adalah sosok yang gemar menulis.
Hal itu terlihat dari hasil tulisannya di blog laeliatik.wordpress.com.
Melalui tulisannya itu, Laeli tampak mencurahkan isi hatinya.
Termasuk perihal kehidupan dan persoalan hidup yang tengah dihadapi Laeli Atik di masa lalu.
Berikut adalah tulisan Laeli Atik berjudul "Bangsa Viking dan Optimisme Gue" :
Gue adalah korban dari optimisme gue sendiri selama bertahun-tahun. Mulai tahun 2012 gue mulai banyak mengalami kegagalan. Gue selalu berfikir mungkin Tuhan lagi negur gue atas kesalahan-kesalahan yang gue lakuin. Mungkin Tuhan pengen gue belajar dari kegagalan gue. Mulai tahun 2012 optimisme gue dalam hidup mulai menghilang, gue gak pengen apa-apa, terkadang gue bangun dari kasur dan tiba-tiba berkata ”oh gue masih hidup, hari ini gue mengalami apalagi ya” gue gamau mengalami berbagai nasib buruk yang menimpa lagi, gue gaberani menatap hari-hari yang akan gue alami nantinya lalu gue memilih buat tidur lagi berjam-jam kadang seharian.