Publik Pakistan Geram Atas Kasus Perkosaan, PM Imran Khan Minta Pelaku Dihukum 'Kebiri Kimia'

Seperti diketahui kasus perkosaan berkelompok sedang menjadi topik utama pembahasan di negara mayoritas Islam tersebut.


zoom-inlihat foto
bendera-negara-pakistan-34.jpg
Pixabay - Uzairmaqbool / 1 foto
FOTO: Bendera Negara Pakistan


Seperti diketahui kasus perkosaan berkelompok sedang menjadi topik utama pembahasan di negara mayoritas Islam tersebut.

Setelah selesai memperkosa, wanita itu juga dirampok.

Baca: Xanana Gusmao Pesimis Timor Leste Bisa Bertahan dari Kemiskinan, Sebut 10 Tahun Lagi Akan Mati

Pekan lalu polisi sudah menangkap 15 pria, namun mereka mengaku tidak terlibat dalam perkosaan.

Sejak saat itu, polisi menetapkan dua tersangka utama perkosaan, yakni Shafqat Ali dan Abid Malhi.

Salah satu pelaku, Shafqat mengakui perbuatannya dan sidik jarinya juga ditemukan di TKP.

Shafqat Ali ditahan selama penggerebekan polisi di desa asalnya di Punjab.

Otoritas Punjab, Uzman Buzdar mengatakan pengejaran sedang dilakukan untuk menangkap Malhi.

Baca: Nikmati Suasana Pantai dengan Sebotol Vodka, Pria Mabuk Ini Kencing dan Nangis di Depan Pengunjung

Dalam hal ini PM Khan juga mengatakan, bahwa Malhi juga terlibat dalam pemerkosaan bergilir lainnya pada tahun 2013.

Kasus ini menyebabkan kemarahan publik Pakistan, di mana serangan seksual kerap dianggap biasa dan pemerkosaan jarang dituntut.

Mirisnya, kepala polisi Lahore Umar Sheikh justru menyalahkan wanita korban perkosaan tersebut.

Dia menilai korban salah karena keluar tanpa didampingi laki-laki dan kehabisan bahan bakar juga.

Pernyataannya ini berujung tuntutan dari aktivis HAM setempat.

Pemerkosaan berkelompok jarang terjadi di Pakistan, meskipun pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan sering dilaporkan.

-

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Tribunnews)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved