Laga PSG vs Marseille Berakhir Ricuh: 5 Kartu Merah, 14 Kartu Kuning dan Neymar Dapat Hinaan Rasial

Pertandingan derbi klasik Prancis antara Paris Saint-Germain (PSG) vs Marseille berakhir dengan hujan kartu dan ricuh.


zoom-inlihat foto
psg-vs-marseille.jpg
AFP/Frank Fife
Para pemain Paris Saint-Germain dan Marseille bentrok di akhir pertandingan Ligue 1 Perancis antara PSG vs Marseille di stadion Parc de Princes di Paris pada 13 September 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Finalis Liga Champions musim 2019-20 lalu, Paris Saint-Germain (PSG) masih belum menemukan bentuk.

PSG baru saja mengalami kekalahan kedua beruntun di dua laga awal Ligue 1 Prancis musim 2020-21.

Klub berjuluk Les Perisiens itu kembali gagal meraih poin penuh setelah kalah 0-1 dari Olympique Marseille pada laga pekan kedua Ligue 1.

Duel panas derbi bertajuk Le Classique di Parc des Princes, markas PSG pada Minggu (13/9/2020) itu menjadi milik tim tamu, Olympique Marseille.

Padahal Neymar yang sembuh dari Covid-19, sudah bisa kembali merumput, namun Paris Saint-Germain (PSG) justru harus menelan kekalahan kedua kalinya setelah sebelumnya takluk dari Lens di pekan pertama.

Kekalahan dari Marseille membuat posisi Paris Saint-Germain (PSG) berada di zona degradasi alias di urutan ke-18 klasemen sementara Liga Prancis.

Laga PSG vs Marseille di Stade de France merupakan lanjutan pekan ketiga Liga Perancis 2020-2021, Minggu (13/9/2020).

Marseille sukses mencuri tiga poin dari kandang PSG berkat gol semata wayang Florian Thauvin pada menit ke-31.

Ternyata, kekalahan PSG di kandang sendiri bukan menjadi tajuk utama pada laga tersebut.

Tawuran antarpemain hingga menghasilkan lima kartu merah dan 14 kartu kuning lebih menjadi sorotan publik.

Baca: Habiskan Rp 20 Triliun dan Menanti Setengah Abad, Perjalan PSG hanya Sampai Final Liga Champions

Baca: Demi Mikel Arteta, Arsenal Pecat Pencari Bakat Eks Anak Buah Wenger yang Hampir Rekrut Lionel Messi

Lima kartu merah yang dikeluarkan wasit Jerome Brisard terbagi tiga untuk PSG dan dua ke Marseille.

Menanggapi hasil dan jalannya pertandingan, direktur olaharaga PSG, Leonardo Araujo mengecam kepemimpinan Jerome Brisard.

Leonardo menilai Jerome Brisard masih belum pantas memimpin laga dengan intensitas tinggi seperti Derbi Perancis.

"Ketika ada 14 kartu kuning dan lima kartu merah, itu berarti pertandingan sudah tidak terkontrol. Itu hal pertama yang ingin saya katakan," kata Leonardo dikutip dari situs L'equipe.

"Wasit sudah kehilangan benang merah pertandingan, yakni sportif dan damai."

"Kami tidak mengerti mengapa laga ini tidak dipimpin oleh Clement Turpin atau Ruddy Buquet," ujar Leonardo.

"Saya tahu Jerome Brisard pernah menjadi wasit final Piala Liga Perancis. Namun, dia tidak punya pengalaman memimpin laga seperti Derbi Perancis. Dia masih butuh proses," ucap Leonardo.

"Saya tidak mengkritik operator liga. Namun, ketika ada laga panas seperti ini, salah satu dari dua wasit terbaik Perancis (Turpin dan Buquet) seharusnya ditugaskan," tutur Leonardo.

Jerome Brisard mengeluarkan lima kartu merah setelah pemain PSG dan Marseille terlibat tawuran menjelang akhir laga.

Tawuran itu bermula dari dorongan gelandang PSG, Leandro Paredes, ke Dario Benedetto yang terlihat ingin mengulur waktu.

Para pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan Olympique Marseille terlibat bentrokan setelah terjadi pelanggaran pada laga yang berlangsung di Parc des Princes, Minggu (13/9/2020).
Para pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan Olympique Marseille terlibat bentrokan setelah terjadi pelanggaran pada laga yang berlangsung di Parc des Princes, Minggu (13/9/2020). (Twitter BBCSport)

Pelanggaran itu kemudian langsung membuat pemain dari kedua tim terlibat saling dorong, pukul, dan tendang.

Menanggapi insiden itu, Leonardo tidak mau melindungi pemainnya dan berjanji akan mendisiplinkan.

"Kami kehilangan akal sehat. Tawuran itu sangat serius."

"Saya tidak akan berkomentar tentang apa yang terjadi. Kami akan mempelajarinya dari rekaman video," tutur Leonardo.

"Kami akan mengelola masalah ini dengan pemain secara internal. Saya tidak bisa menilai sekarang karena tidak tahu apa yang terjadi," ucap Leonardo.

"Saya pikir PSG sudah bermain bagus. Jika pertandingan ini adalah tinju, saya pikir kami akan menang. Kami banyak menciptakan peluang, tetapi tetap saja kalah," ujar Leonardo.

Baca: Lionel Messi Kini Mulai Tersenyum Kembali Ketika Berlatih, Pertanda Mulai Bahagia Lagi di Barcelona?

Baca: Neymar Berlinang Air Mata Setelah Gagal Bawa Paris Saint-Germain Juara Liga Champions 2019-20

Hasil melawan Marseille menjadi kekalahan kedua secara beruntun yang diderita PSG musim ini.

Pada laga pertama Liga Perancis, PSG juga kalah tipis 0-1 saat bertandang ke markas Lens, Stadion Bollaert-Delelis, Kamis (10/9/2020).

Dikutip dari situs BT Sport, ini adalah kali pertama PSG kalah beruntun dua laga awal Liga Perancis sejak 1984-1985.

Dua kekalahan membuat PSG kini berada di zona degradasi klasemen Liga Perancis tepatnya urutan 18 tanpa mengoleksi poin.

Neymar mendapat hinaan rasis

Pada akhir babak kedua tepatnya ketika masa injury time di laga PSG vs Marseille, Neymar terlibat adu mulut dengan bek Marseille asal Spanyol, Alvaro Gonzalez.

Dikutip dari situs Telefoot, Alvaro Gonzalez dikabarkan mengucapkan hinaan bernada rasial, yang seharusnya tidak boleh diucapkan.

"Tutup mulutmu monyet kotor" dan "orang hitam sialan" adalah kalimat yang dilontarkan Alvaro Gonzalez ke Neymar.

Puncak dari adu argumen keduanya terjadi ketika para pemain PSG dan Marseille terlibat tawuran pada menit ke-90+6.

Tawuran itu bermula dari dorongan yang dilakukan gelandang PSG, Leandro Paredes, kepada Dario Benedetto.

Saat pemain kedua tim saling dorong dan tendang, Neymar dan Alvaro Gonzalez terlihat kembali beradu argumen.

Neymar kemudian terlihat memukul kepala Alvaro Gonzalez dari belakang.

Setelah tawuran mulai mereda, wasit memilih melihat tayangan ulang dari video assitant referee (VAR).

Baca: Awal Mula Konflik Antara Lionel Messi dan Manajemen Barcelona Ternyata Dipicu Persoalan Neymar

Baca: Antisipasi Lionel Messi Hengkang, Barcelona Incar Neymar dan Penyerang Inter Milan

Neymar pada akhirnya mendapat kartu merah karena memukul Alvaro Gonzalez.

Seusai laga, Neymar masih tidak terima dengan perlakuan Alvaro Gonzalez. Hal itu terlihat dari wawancara Neymar dengan Telefoot dan unggahan di akun Twitter pribadinya.

"Saya memukul Alvaro karena dia rasialis," kata Neymar kepada Telefoot.

"Satu-satunya penyesalan saya adalah tidak berada di depan orang-orang sialan ini," tulis Neymar di akun Twitter pribadinya.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Kompas.com berjudul Kalah dalam Drama 5 Kartu Merah, Bos PSG Sebut Wasit Tidak Kompeten





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved