Kasihan Melihat Pelaku Penusukan Babak Belur, Syekh Ali Jaber Sempat Meminta Massa Stop Pukuli AA

Syekh Ali Jaber sempat meminta jemaah untuk berhenti memukuli pelaku penusuknya dan segera menyerahkannya ke kepolisian.


zoom-inlihat foto
ali-jaber1.jpg
Kompas.com
Syekh Ali Jaber.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Diketahui ulama dan pendakwah kondang, Syekh Ali ditusuk orang tak dikenal saat berceramah pada pengajian wisuda Tahfidz Alquran masjid Falauhuddin Jalan Pamin Nomor 45 Sukajawa, Bandar Lampung pada Minggu (13/9/2020). 

Video rekaman penusukan Syekh Ali Jaber saat mengisi ceramah di Lampung pun viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, diketahui peristiwa penusukan terjadi ketika Syekh Ali Jaber di atas panggung seraya mendengarkan seorang anak yang sedang di sampingnya.

Tak diduga-duga, ada seorang pria muda berbaju biru naik ke atas panggung membawa pisau dan menusuk Syekh Ali Jaber.

Sontak para peserta pengajian histeris dan kemudian menolong Syekh Ali Jaber.

Pelaku pun langsung ditangkap dan sempat dipukuli oleh jamaah usai melakukan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber.

Melihat pelaku penusuknya dirisak massa, Syekh Ali Jaber sempat meminta jemaah untuk tidak memukuli pelaku penusukan.

Pelaku berinisial AA itu sempat dihajar massa yang berasal dari jemaah yang menghadiri Wisuda Tahfidz Alquran Masjid Falahudin.

Syekh Ali Jaber justru kasihan melihat pelaku AA ini dipukuli massa.

Dia meminta jemaah untuk segera menyerahkan pelaku AA ke polisi, daripada bertindak anarkis sendiri.

Syekh Ali Jaber meminta hal tersebut saat dia dipapah oleh sejumlah jemaah dari atas panggung.

Baca: Syekh Ali Jaber Sebut Ada Beberapa Kejanggalan dari Sosok Pelaku yang Menikamnya saat Ceramah

Baca: Ditusuk saat Berceramah di Lampung, Syekh Ali Jaber Beberkan Kecurigaannya soal Motif Pelaku

Syekh Ali Jaber.
Syekh Ali Jaber. (Bidik layar YouTube Syekh Ali jaber)

“Saya kasihan (pelaku AA dipukuli). Saya katakan, 'sudah cukup, sudah, serahkan ke polisi',” kata Ali Jaber mengulangi perkataannya, saat ditemui usai pengajian di Rumah Hijrah Annaba, Sukarame, Minggu (13/9/2020) malam, dikutip dari Kompas.com.

Syekh Ali Jaber mengatakan, sebelum ditangkap warga, pelaku AA sempat kembali mencoba menusuknya.

Namun, niat itu dihalangi warga yang langsung menyergap pelaku dan mengajarnya ramai-ramai.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad (Pandra) menambahkan, sebelum penusukan terjadi, Syekh Ali Jaber sedang menguji hapalan bacaan Al-Quran salah satu santri.

Baca: Fakta-fakta Penusukan Syekh Ali Jaber: sang Ulama Sempat Rasakan Kejanggalan hingga Tanggapan MUI

Baca: Syekh Ali Jaber

Sang santri dan ibunya itu naik ke atas panggung.

Setelah berinteraksi, keduanya meminta swafoto dengan ulama nasional tersebut.

“Tapi ponsel ibu itu memorinya penuh, Syekh Ali Jaber lalu mengatakan kepada jemaah agar meminjamkan ponsel kepada ibu itu,” kata Pandra.

Saat itulah pelaku naik ke atas panggung.

Para jemaah lain tidak ada yang curiga karena mengira pelaku hendak meminjamkan ponsel.

Hingga akhirnya begitu naik ke atas panggung, pelaku berlari sambil menusukkan sebilah pisau ke arah Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber melihat ada kejanggalan pada pelaku

Terkait dengan penyerang yang dialami, Syekh Ali Jaber meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penusukan yang dialaminya.

Syekh Ali menduga, ada motif tertentu yang membuat dia menjadi incaran pelaku.

 “Kalau urusan pribadi, saya tidak ada tuduhan, tapi secara hukum, dia (pelaku) harus diproses,” kata Ali Jaber saat ditemui usai kejadian di Rumah Hijrah Annaba, Sukarame, Minggu (13/9/2020) malam, mengutip dari Kompas.com.

Syekh Ali Jaber juga mempertanyakan motif penusukan yang dialaminya.

Tangkapan layar aksi penusukan seorang pria terhadap Syekh Ali Jaber.
Tangkapan layar aksi penusukan seorang pria terhadap Syekh Ali Jaber. (Kolase/ Tribunnews.com/Tangkapan layar Instagram)

Sebab, ada beberapa kejanggalan ketika melihat sosok pelaku.

“(pelaku) bukan orang yang, maaf, gila sembarangan."

"Pertama dari segi kekuatan, badannya kurus, kecil. Tidak mungkin jika melihat tubuhnya bisa ada kekuatan sampai separuh pisau menusuk,” kata Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber bersyukur sempat menengok sekilas ke arah kanan.

Beberapa detik sebelum ditusuk, dia sedang berinteraksi dengan jemaah yang berada di sisi kiri panggung.

Baca: Pernah Gorok Orang, Pelaku Penusukan Supir Angkot di Garut Baru Sebulan Bebas dari Nusakambangan

Baca: Pasca Insiden Penusukan Bapak dan Anak, 140 Warga Diungsikan dan Mendapat Kawalan Ketat Aparat

 

“Mungkin jika saya masih fokus dengan jemaah di sebelah kiri, mungkin sangat mudah dia menusuk bagian dada atau di leher."

"Karena dia tangan di atas, bukan menusuk ke perut,” kata Ali Jaber.

Sebelumnya diberitakan, Ali Jaber ditusuk seorang pemuda berinisial AA saat menghadiri pengajian dan wisuda Tahfidz Alquran di Masjid Falahudin yang berada di Jalan Tamin, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Minggu (13/9/2020) sore.

Akibat kejadian itu, Ali Jaber menderita luka tusuk di bahu dan harus menerima enam jahitan di bagian dalam dan empat jahitan di bagian luar.

Adapun pelaku ditangkap oleh jemaah dan telah diserahkan ke pihak berwajib.

Saat ini polisi masih menyelidiki motif penusukan.

Tanggapan Kepolisian dan MUI

Kapolsek Tanjungkarang Barat, AKP David Jeckson Sianipar membenarkan peristiwa penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber tersebut.

"Benar," kata David Jeckson Sianipar, Minggu (13/9/2020), dikutip dari Tribunnews.com.

David Jeckson Sianipar mengatakan, pihaknya juga sudah mengamankan pelaku penusukan.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas memberi tanggapan atas penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber saat berdakwah di Lampung, Minggu (13/9/2020).

Ia menyebut MUI mengutuk keras penyerangan atau penusukan yang dilakukan pelaku.

MUI pun meminta agar pemerintah mengusut tuntas kasus tersebut.

"MUI benar-benar tidak bisa menerima perilaku dan tindakan ini karena yang namanya tindak kekerasan dan tindak penusukan itu adalah musuh kedamaian dan perusak persatuan dan kesatuan," kata dia dalam keterangannya, Senin (14/9/2020).

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, saat memberikan keterangan pers di gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016).
Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, saat memberikan keterangan pers di gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016). (Kompas.com/Kristian Erdianto)

"Untuk itu MUI meminta supaya pelaku diproses secepatnya dan seadil-adilnya," lanjut dia.

Anwar menuturkan, kasus tersebut mencerminkan ada tindakan permusuhan terang-terangan terhadap ulama dan tindakan ini jelas-jelas sangat berbahaya.

"Dimana ulama yang merupakan sosok yang sangat dihormati oleh umatnya sangat terancam jiwanya," tuturnya.

MUI juga meminta kepada pemerintah dan para penegak hukum kalau ada jaringan yang mendukung di belakangnya maka harus dibongkar sampai ke akarnya.

" MUI sangat mendukung pernyataan Menteri Koordinator Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD yang telah menginstruksikan agar aparat keamanan Lampung membongkar jaringan dan motif pelaku penusukan dai kondang Syekh Ali Jaber," ungkapnya.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Kompas.com berjudul Meski Terluka, Syekh Ali Jaber Sempat Minta Massa Berhenti Pukuli Pelaku Penusukan





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved