Pfizer mengatakan akan menerbitkan protokol lengkap dari uji klinis itu sebagai bagian dari penyerahannya pada jurnal medis.
Detail itu termasuk hasil, kriteria pendaftaran, dan jumlah akhir peserta yang terlibat dalam uji klinis.
Baca: Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin, WHO: Baru Ada Dana $700 Juta, Belum Capai Setengah dari Target
Meski garis besar dari rancangan uji klinis vaksin telah tersedia, detail-detail penting masih menjadi misteri.
Beberapa peneliti mengatakan kurangnya transparansi tidak dapat diterima karena pemerintah federal sudah memiliki kesepakatan bernilai miliaran dollar dengan perusahaan vaksin.
Peter Doshi, seorang pakar di Sekolah Farmasi Universitas Maryland dan editor jurnal kedokteran The BMJ mengatakan dirinya baru saja meminta protokol kepada Pfizer, Moderna, dan Astra Zeneca.
Namun, Doshi mengaku tak ada dari mereka dari yang membagi data.
Doshi mengatakan apabila diterbitkan, protokol itu dapat membantu para peneliti mendapat jawaban dari beberapa pertanyaan penting dalam studi tersebut dan memungkinkan untuk mengkritik mereka.
Baca: Relawan Vaksin Terkena Covid-19, Ketua Tim Riset Uji Klinis: Positifnya Bukan karena Vaksin
Sebagai contoh, bisakah uji klinis menentukan apakah vaksin dapat mencegah Covid-19 dan komplikasi pada kelompok berisiko tinggi seperti para lansia?
Jika dokumen bisa diakses publik, para pakar mengatakan mereka bisa menjaga perusahaan tetap bertanggung jawab apabila perusahaan itu mengubah cara menganalisis hasilnya.
(Tribunnewswiki/Tyo)