Ilmuwan Khawatir karena Perusahaan Vaksin Covid-19 Kurang Terbuka Mengenai Detail Keamanan Produknya

Uji klinis tahap 3 calon vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca sempat dihentikan karena ada relawan yang jatuh sakit


zoom-inlihat foto
astrazeneca.jpg
PAUL ELLIS / AFP
Kantor perusahaan farmasi dan biofarmasi Inggris-Swedia, AstraZeneca, di Macclesfield, Cheshire, Inggris, pada Selasa, 21 Juli 2020. Perusahaan vaksin didorong untuk mempublikasikan protokol uji klinisnya.


Pfizer mengatakan akan menerbitkan protokol lengkap dari uji klinis itu sebagai bagian dari penyerahannya pada jurnal medis.

Detail itu termasuk hasil, kriteria pendaftaran, dan jumlah akhir peserta yang terlibat dalam uji klinis.

Baca: Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin, WHO: Baru Ada Dana $700 Juta, Belum Capai Setengah dari Target

Gambar selebaran yang dikeluarkan oleh kantor pers Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo memperlihatkan Gubernur Negara Bagian Sao Paulo Joao Doria memegang vaksin COVID-19 selama tahap uji coba vaksin yang diproduksi oleh perusahaan China Sinovac Biotech di Rumah Sakit das Clinicas (HC) di negara bagian Sao Paulo , Brasil, pada 21 Juli 2020. Uji coba vaksin akan dilakukan di Brasil dalam kemitraan dengan Brasil Research Institute Butanta.
Gambar selebaran yang dikeluarkan oleh kantor pers Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo memperlihatkan Gubernur Negara Bagian Sao Paulo Joao Doria memegang vaksin COVID-19 selama tahap uji coba vaksin yang diproduksi oleh perusahaan China Sinovac Biotech di Rumah Sakit das Clinicas (HC) di negara bagian Sao Paulo , Brasil, pada 21 Juli 2020. Uji coba vaksin akan dilakukan di Brasil dalam kemitraan dengan Brasil Research Institute Butanta. (AFP)

Meski garis besar dari rancangan uji klinis vaksin telah tersedia, detail-detail penting masih menjadi misteri.

Beberapa peneliti mengatakan kurangnya transparansi tidak dapat diterima karena pemerintah federal sudah memiliki kesepakatan bernilai miliaran dollar dengan perusahaan vaksin.

Peter Doshi, seorang pakar di Sekolah Farmasi Universitas Maryland dan editor jurnal kedokteran The BMJ mengatakan dirinya baru saja meminta protokol kepada Pfizer, Moderna, dan Astra Zeneca.

Namun, Doshi mengaku tak ada dari mereka dari yang membagi data.

Doshi mengatakan apabila diterbitkan, protokol itu dapat membantu para peneliti mendapat jawaban dari beberapa pertanyaan penting dalam studi tersebut dan memungkinkan untuk mengkritik mereka.

Baca: Relawan Vaksin Terkena Covid-19, Ketua Tim Riset Uji Klinis: Positifnya Bukan karena Vaksin

Sebagai contoh, bisakah uji klinis menentukan apakah vaksin dapat mencegah Covid-19 dan komplikasi pada kelompok berisiko tinggi seperti para lansia?

Jika dokumen bisa diakses publik, para pakar mengatakan mereka bisa menjaga perusahaan tetap bertanggung jawab apabila perusahaan itu mengubah cara menganalisis hasilnya.

(Tribunnewswiki/Tyo)





Editor: haerahr
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Kamu Harus Mati

    Kamu Harus Mati adalah sebuah film misteri yang
  • Film - Keluarga Suami Adalah

    Keluarga Suami Adalah Hama adalah sebuah film drama
  • Boah Sartika

    Lahir pada 8 Maret 2000, perjalanan Boah Sartika
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved