Siswa Meninggal Dunia setelah Hukuman Lompat Jongkok 100 Kali Tak Kerjakan PR, Sekolah Minta Maaf

anak laki-laki berusia 13 tahun, asal Thailand meninggal setelah melakukan lompat jongkok selama 100 kali.


zoom-inlihat foto
mahasiswa-uho-tewas-saat-unjuk-rasa.jpg
Pixabay
Ilustrasi jenazah di rumah sakit


Pada hari Jumat (4 September), bocah itu sakit lagi dan disarankan untuk beristirahat di tempat tidur oleh orang tuanya.

Namun, dia tidak bangun keesokan paginya.

Dokter mengatakan anak laki-laki itu meninggal dalam tidurnya sekitar jam 3 pagi.

Penyebab meninggalnya bocah tersebut adalah karena kerusakan jantung.

Pihak sekolah akhirnya menghubungi keluarga tersebut pada Selasa (8/9/2020) untuk meminta maaf dan bertanggung jawab atas tragedi yang terjadi.

Meski pihak keluarga dari anak laki-laki itu sangat marah, mereka ingin kasus ini menjadi contoh bagi guru yang tidak berpikir sebelum menghukum muridnya.

Baca: Janda Ini Tewas Usai Berhubungan Intim dengan Suami Orang, Jenazahnya Ditinggal Kabur Selingkuhan

Menurut The Nation Thailand, bulan lalu, seorang siswi juga meninggal setelah mendapat hukuman selama latihan pemandu sorak di Universitas Rajabhat Phuket.

Gadis itu terpaksa berlari beberapa putaran karena membuat kesalahan selama latihan, tetapi dia pingsan sebelum dia bisa menyelesaikannya.

Laporan otopsi mengatakan dia meninggal karena gagal jantung dengan kekurangan oksigen ke otak selama 16 menit.

Dokter juga melaporkan pendarahan paru-paru yang menyebabkan pendarahan hidung dan mulut.

Guru yang memaksa murid itu didakwa dengan kecerobohan yang fatal.

Baca: Pelajar 13 Tahun Meninggal Dunia Setelah Dihukum Squat Jump 100 Kali, Sekolah Minta Maaf

(Serambinews.com/Firdha Ustin)(Tribunnewswiki)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Tak Kerjain PR, Seorang Siswa Meninggal Setelah Lompat Jongkok 100 Kali, Pihak Sekolah Minta Maaf











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved