Demi Indonesia, Shin Tae-yong Rekrut Tim Analis yang Membantunya Kalahkan Jerman di Piala Dunia 2018

Disetujui PSSI, Shin Tae-yong mendatangkan tim analis pertandingan yang membantunya mengalahkan Timnas Jerman di Piala Dunia 2018 lalu.


zoom-inlihat foto
taeyonggg.jpg
Dokumen PSSI
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Keputusan PSSI merekrut Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia tentu tidak main-main.

Bukti keseriusan PSSI adalah dengan memberikan Shin Tae-yong wewenang banyak sekaligus, yakni melatih Timnas Indonesia di berbagai jenjang usia.

Mulai dari Timnas Indonesia U-19, U-23 hingga senior, Shin Tae-yong akan menjadi pelatih kepala bagi mereka.

Khusus untuk ajang terdekat, rupanya PSSI tidak main-main dengan target.

Indonesia akan bertarung di ajang Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Segala persiapan sudah dijalankan PSSI untuk Timnas Indonesia U-19 yang akan terjun di dua turnamen tersebut.

Salah satunya dengan menggelar pemusatan latihan atau traning center (TC) di Kroasia.

Selain itu, PSSI juga dikabarkan telah mewujudkan keinginan Shin Tae-yong untuk menambah amunisi tim pelatih.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-19 vs Arab Saudi: Jalani Pemulihan, Skuad kembali Fokus

Baca: Pemain Timnas Indonesia U-19 Pingsan Akibat Kerasnya Latihan, Shin Tae-yong Justru Senang, Mengapa?

Permintaan Shin Tae-yong untuk mendatangkan tim analis pertandingan dari Korea Selatan telah mendapat lampu hijau.

Tim analis yang belum disebutkan namanya oleh PSSI itu sempat bekerjasama dengan Shin Tae-yong di timnas Korea Selatan pada Piala Dunia 2018.

Hasilnya? Cukup baik.

Shin Tae-yong bersama penerjemahnya, Jeje ketika memberikan instruksi kepada pemain Timnas Indonesia U-19 pasca-laga kontra Bulgaria, Sabtu (5/9/2020).
Shin Tae-yong bersama penerjemahnya, Jeje ketika memberikan instruksi kepada pemain Timnas Indonesia U-19 pasca-laga kontra Bulgaria, Sabtu (5/9/2020). (Dokumen PSSI)

Berkat kehadirannya, Timnas Korea Selatan saat itu membungkam Jerman dengan skor 2-0, meski tidak lolos dari fase grup.

Menumbangkan Jerman tentu bukan perkara mudah.

Walau Jerman 2018 merupakan tim "sisa-sisa", mereka adalah juara Piala Dunia 2014.

PSSI sendiri meminta Shin Tae-yong untuk memenuhi target yang diminta pemerintah Indonesia di Piala Dunia U-20 2021.

Menjadi tuan rumah, Shin Tae-yong harus membawa timnas U-20 Indonesia minimal lolos dari babak penyisihan grup. 

Hal itu cukup berat, mengingat Piala Dunia U-20 diikuti oleh berbagai negara top dunia.

Baca: Disiplin dan Latihan Keras, Shin Tae-yong Ternyata Sempat Bikin Pemain Timnas Indonesia Kewalahan

Baca: 2 Kali Kalah Beruntun dan Kebobolan 10 Gol, Shin Tae-yong Minta 4 Hal Ini dari Timnas Indonesia U-19

"Saya minta kepada Shin Tae-yong benar-benar untuk memaksimalkan," kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat berbincang dalam acara Tonight Show, Net TV, Selasa (8/9/2020).

"Dia kemarin mendatangkan satu tambahan analis waktu di timnas Korea Selatan melawan Jerman di Piala Dunia 2018. Ini tambahan untuk kita" ucap pria uang juga akrab disapa Iwan Bule itu.

Sebelum tampil di Piala Dunia U-20 2021, timnas U-19 Indonesia harus berlaga di Piala Asia U-19 2020 Uzbekistan pada 14-31 Oktober mendatang.

Setelah dari Kroasia, Timnas Indonesia U-19 direncanakan masih berada di Eropa untuk menjalani pemusatan latihan lanjutan.

Shin Tae-yong: pemain latihan sampai pingsan itu bagus

Selama berada di Kroasia, Timnas Indonesia U-19 yang kini dilatih langsung oleh Shin Tae-yong turun gunung di ajang International U-19 Friendly Tournament 2020.

Timnas Indonesia U-19 saat ini sedang dalam agenda pemusatan latihan atau training center (TC) di Kroasia untuk menyiapkan diri menghadapi Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan.

Laga terakhir Timnas Indonesia U-19 adalah ketika melawan Kroasia pada Selasa (8/9/2020).

Sayangnya Bagus Kaffa dkk dibantai 1-7 oleh Kroasia, yang memang secara kualitas jauh berada di atas Garuda Muda.

Selanjutnya, Timnas Indonesia U-19 dijadwalkan akan melawan raksasa sepak bola Asia, Arab Saudi pada Jumat (11/9/2020).

Salah satu yang disoroti oleh Shin Tae-yong di skuat Timnas Indonesia U-19 kali ini adalah soal kemampuan fisik dan stamina para pemain.

Baca: 2 Kali Kalah Beruntun dan Kebobolan 10 Gol, Shin Tae-yong Minta 4 Hal Ini dari Timnas Indonesia U-19

Baca: Stamina Kedodoran, Shin Tae-yong Kritik Pemain Timnas Indonesia U-19 Paksakan Diri Main 90 Menit

Ketika melawan Kroasia, Shin menilai para pemainnya sengaja menyimpan energi agar bisa selalu berlari di 90 menit pertandingan.

Padahal, mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu ingin melihat Timnas Indonesia U-19 tampil maksimal, intens dan stamina individu pemain dikeluarkan semua untuk mengetahui sejauh mana batas kemampuan fisik mereka.

Demikian demi tujuan meningkatkan fisik pemain Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong justru senang ketika pemain yang mendorong batas kemampuannya bahkan hingga jatuh pingsan.

Dalam pola Shin Tae-yong, latihan hingga mengeluarkan batas maksimum adalah metode yang benar.

Setelah tumbang dari Bulgaria 0-3 di laga perdana International U-19 Friendly Tournament 2020 di Kroasia, Shin Tae-yong melakukan evaluasi kepada anak asuhnya.

Laga antara Timnas Indonesia U-19 vs Kroasia, Selasa (8/9/2020).
Laga antara Timnas Indonesia U-19 vs Kroasia, Selasa (8/9/2020). (Dokumen PSSI)

Masalah stamina pemain menjadi bahasan utama pelatih asal Korea Selatan itu hingga menerapkan pola latihan yang keras dan intens.

Maklum, Timnas Indonesia U-19 sejaitnya mampu menahan Bulgaria 0-0 hingga menit ke-77, sebelum akhirnya kehilangan konsentrasi dan kebobolan 3 gol hanya dalam 6 menit.

Shin Tae-yong dibantu oleh penerjemahnya mengevaluasi para pemain pasca-laga melawan Bulgaria.

"Misalnya capek, stamina turun, paksa harus sampai nangis juga," kata Shin Tae-yong dari channel Youtube PSSI TV.

"Kemarin ada rasa nafas sudah di sini (tenggorokan) seperti mau pingsan nggak," tanya Shin kepada pemain Timnas Indonesia U-19.

"Rasa itu yang harus tetap ada. Lebih penting kita naikkin nafas hingga kehabisan nafas seperti itu ketimbang kita latihan fisik seperti ini," imbuhnya.

Shin menuntun para pemainnya untuk terus mendorong batas kemampuan mereka.

Salah satu pemain yang sempat pingsan di sesi latihan, terungkap juga dalam video di channel Youtube PSSI itu adalah Saddam Emiruddin Gaffar.

Akan tetapi Shin justru menganggap Saddam melakukan instruksinya secara benar.

Baca: International U-19 Friendly Tournament: Kebobolan 10 Gol, Timnas Indonesia Tumbang di 2 Laga Awal

Baca: Mantan Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl Meninggal Dunia

"Nafas udah sampai kehabisan, seperti Saddam waktu itu jogging terus pingsan."

"Bukan mengatur nafas untuk main 90 menit, tetapi main 10 menit saja tapi maksimal dengan terus mendorong batas kemampuan tubuh," katanya.

"Jadi pesan saya kemarin adalah jangan pernah mengatur nafas sendiri untuk dapat bermain 90 menit," tambahnya.

Pada laga kedua, Timnas Indonesia U-19 juga harus kalah dengan skor 1-7 dari Kroasia.

Pasca dua laga tersebut, skuat Shin Tae-yong menjalani latihan pemulihan.

"Hari ini kami hanya satu kali latihan saja dengan menu recovery, terutama untuk pemain yang kemarin tampil melawan Kroasia," tutur Shin Tae-yong dilansir dari laman resmi PSSI pada Rabu (9/9/2020).

"Untuk pemain yang tidak tampil atau menit bermainnya tidak lama kami memberikan materi latihan seperti biasa," tambahnya.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul Shin Tae-yong Datangkan Tim Analis Baru untuk Timnas U-19 Indonesia





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved