China dan India Saling Lepaskan Tembakan di Perbatasan, Pertama Kalinya sejak 1975

China juga mengklaim tentara India melepaskan "tembakan peringatan" di dekat Danau Pangong Tso di Ladakh Timur


zoom-inlihat foto
sebuah-jet-tempur-india-lepas-landas.jpg
MOHD ARHAAN ARCHER / AFP
Sebuah jet tempur India lepas landas dari pangkalan udara di Leh, ibu kota bersama wilayah federal Ladakh yang berbatasan dengan China, pada 9 September 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - China pada Selasa lalu, (8/9/2020), menuduh tentara India melewati garis perbatasan (LAC) China-India.

Menurut media India Zee News, China juga mengklaim tentara India melepaskan "tembakan peringatan" di dekat Danau Pangong Tso di Ladakh Timur.

Atas insiden tersebut, tentara China juga melakukan "tindakan pembalasan".

Dilansir dari Anadolu, 10/9/2020), ini adalah pertama kalinya mereka saling menggunakan senjata api sejak Oktober 1975.

Saat itu, empat tentara India tewas di perbatasan karena senjata api.

Dalam kesepakatan tahun 1996 antara New Delhi dan Beijing, senjata memang dilarang digunakan dalam konflik perbatasan tersebut.

Tentara India memberikan penghormatan selama pemakaman rekan mereka, Nyima Tenzin yang berasal dari Tibet, pada 7 September 2020. Tenzin tewas dalam bentrokan terbaru dengan tentara China di perbatasan Himalaya yang disengketakan.
Tentara India memberikan penghormatan selama pemakaman rekan mereka, Nyima Tenzin yang berasal dari Tibet, pada 7 September 2020. Tenzin tewas dalam bentrokan terbaru dengan tentara China di perbatasan Himalaya yang disengketakan. (MOHD ARHAAN ARCHER / AFP)

Baca: Salahkan India Soal Konflik Perbatasan, China Desak Narendra Modi Patuhi Kesepakatan Kedua Negara

Pada pertempuran Juni lalu, kedua pihak menggunakan batu dan benda lainnya yang dipakai sebagai senjata.

Hasilnya, India kehilangan 20 tentaranya karena mereka tewas.

Juru bicara militer China, Kolonel Senior Zhang Shuili, menyatakan pasukan India memberikan ancaman tembakan kepada pasukan China di perbatasan yang datang untuk bernegosiasi.

"Pasukan penjaga perbatasan China terpaksa melakukan tindakan balasan untuk menstabilkan situasi di tempat itu," kata Shuili.

Dikutip dari Zee News, China menuduh India melanggar kesepakatan kedua belah pihak dan membuat keadaan di wilayah perbatasan semakin memanas.

Shuili mendesak pihak India segera menghentikan "permainan berbahaya" ini dan meminta pasukan India kembali ke perbatasan mereka.

Baca: China Tuduh Tentara India Lewati Perbatasan, Lepaskan Tembakan Peringatan, dan Ancam Tentara China

China juga meminta India menyelidiki masalah ini dan mengambil tindakan terhadap tentara yang melepaskan tembakan agar insiden tersebut tidak terulang lagi.

Global Times, media yang didukung pemerintah China, melaporkan insiden tersebut, " Tentara #India secara ilegal kembali melewati garis perbatasan di Pegunungan Shenpao dekat tepi selatan Danau Pangong Tso pada Senin, kata juru bicara Komando Medan perang Barat #PLA.

Sebuah jet tempur India terbang di atas pegunungan di Leh, ibu kota bersama wilayah federal (union territory) Ladakh yang berbatasan dengan China, pada 2 September 2020.
Sebuah jet tempur India terbang di atas pegunungan di Leh, ibu kota bersama wilayah federal (union territory) Ladakh yang berbatasan dengan China, pada 2 September 2020. (MOHD ARHAAN ARCHER / AFP)

Kementerian Pertahanan India menanggapinya dengan mengatakan bahwa China terus melakukan tindakan provokatif untuk meningkatkan ketegangan.

Sebelumnya, pada tahun 1993, China dan India bersepakat bahwa kedua belah pihak tidak akan menggunakan atau mengancam menggunakan kekerasan satu sama lain dengan cara apa pun.

China Nyatakan Tak Bisa Kehilangan Satu Inci pun Wilayahnya

Pemerintah China pada Sabtu pagi, (5/9/2020), menyatakan India "sepenuhnya" bertanggung jawab atas konflik perbatasan di Himalaya, menurut media India NDTV.

NDTV juga menyebut pemerintah China menyatakan negaranya tidak akan kehilangan "satu inci pun wilayahnya."

Baca: Di Tengah Konflik dengan India, China Akan Gelontorkan 1 Triliun Yuan demi Proyek di Tibet, Ada Apa?

India kemudian segera menanggapi pernyataan ini dan Menteri Pertahanan Rajnath Singh mengatakan bahwa tindakan China, termasuk "mengumpulkan pasukan dalam jumlah besar, berperilaku agresif dan berusaha mengubah status quo secara sepihak", menyalahi kesepakatan bilateral.

 "Penyebab dan fakta ketegangan di perbatasan China-India sudah jelas, dan tanggung jawab sepenuhnya berada di pihak India. China tidak bisa kehilangan satu inci pun wilayahnya," kata China dalam penyataan mereka, dikutip dari NDTV.

China juga mengatakan angkatan bersenjatanya mampu, percaya diri, dan bertekad menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, berjalan bersama komandan militer setelah dirinya sampai di Leh, Ladakh (3/7/2020).
Perdana Menteri India, Narendra Modi, berjalan bersama komandan militer setelah dirinya sampai di Leh, Ladakh (3/7/2020). (HANDOUT / PIB / AFP)

Selain itu, China meminta India untuk "bersungguh-sungguh menerapkan kesepakatan penting yang dicapai oleh Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Narendra Modi dan mendesak untuk menyelesaikan masalah ini melalui pembicaraan dan perundingan".

Kementerian Pertahanan India menganggapinya dan berkata bahwa India juga "bertekad melindungi kedaulatan dan integritas wilayahnya", kendati demikian, mendesak China untuk tidak meningkatkan eskalasi dan mengatakan pihaknya ingin China bekerja sama dengan India..."

Selain itu, kementerian tersebut mengatakan kedua belah pihak harus meneruskan diskusinya, termasuk melalui jalur diplomasi dan militer, agar bisa mengembalikan perdamaian dan ketenteraman di sepanjang garis perbatasan.

Baca: Pascabertemu India di Moskow, China Nyatakan Tak Bisa Kehilangan Satu Inci pun Wilayahnya

Pernyataan kedua belah pihak itu muncul setelah pertemuan tingkat tinggi antara India dan China digelar di Moskow, Jumat (4/9/2020).

Ini adalah pertemuan politik secara tatap muka yang tertinggi sejak situasi di perbatasan memanas pada Mei lalu.

Sebelum bertemu dengan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan perdamaian dan keamanan memerlukan iklim kepercayaan, nonagresi, dan penghormatan terhadap aturan internasional.

(Tribunnewswiki/Tyo)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved