Video itu dianggap sebagai koreksi bagi pemerintah dan petugas konservasi.
"Itu kan koreksi bagi pemerintah, petugas di lembaga konservasi agar lebih baik lagi (merawat)," kata Widodo.
Widodo yakin pengunggah video itu tak berpikir jauh bahwa unggahannya diperbincangkan publik.
Ia berharap video itu menjadi pelajaran bagi seluruh pihak.
"Karena yang bersangkutan tidak tahu, kalau diambil dari atas semua tampak kurus dan sebagainya. Wong dia ambil gambar dan di-posting biasa, enggak ada tendensi apa-apa sepertinya," kata Widodo.
Menurut Widodo, manajemen Maharani Zoo dan Goa Lamongan telah melakukan perawatan satwa dengan baik.
Pemberian vitamin, pakan, dan nutrisi, dilakukan secara rutin.
"Tapi dengan kondisi usia (Baksi) yang tua, harusnya sudah tidak bisa dipertontonkan. Ya kalau masyarakat paham jika hewan itu usianya sudah tua, kalau enggak paham kan dianggap kurus," lanjut dia.
Baca: Wanita Cantik Nekat Pegang Buah Zakar Harimau Mengaku Penyayang Binatang, Panen Hujatan Netizen
Baca: Seekor Harimau Berkeliaran di Perkebunan Musi Rawas Sulawesi Selatan, Warga Diimbau Waspada
Widodo menyarankan Baksi dan hewan lain yang sudah tua di Maharani Zoo dan Goa ditempatkan di kandang perawatan atau karantina khusus untuk edukasi kepada masyarakat.
"Kemarin sudah kami sarankan, agar ada area khusus untuk perawatan lebih intensif bagi satwa-satwa yang sudah tua. Tidak hanya harimau lho, tapi semua hewan yang sudah tua," kata Widodo.
Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan seekor harimau yang terlihat kurus di sebuah kebun binatang viral di media sosial.
Bagian perut harimau itu terlihat mengempis seperti kekurangan makan.
Video berdurasi 13 detik itu diunggah akun Instagram @ndorobei.
Dalam video itu terlihat seekor harimau kurus berjalan di kandang sebuah kebun binatang di Kabupaten Lamongan.
Video itu sempat mengundang beragam komentar dari netizen.
Hingga berita ini ditulis, video itu telah ditonton ratusan ribu orang.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Hamzah Arfah)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BKSDA: Harimau Sumatera Bernama Baksi Itu Tidak Kurus, Tidak Kekurangan Gizi"