In Memoriam Jakob Oetama

Pak JO dan Penyelenggaraan Ilahi

JO, tokoh pers nasional zaman ini, yang menjadi teladan integritas jurnalisme, telah pergi dan beristirahat selamanya.


zoom-inlihat foto
jakob-oetama-kg-05.jpg
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Pendiri Kompas-Gramedia Jakob Oetama menghadiri Syukuran KG 2015 di Gedung Kompas-Gramedia, Palmerah, Jakarta, 2015 silam. Pada hari Rabu, (9/9/2020), Jakob Oetama berpulang dalam usia 88 tahun.


Tetapi juga sudah harus lebih maju, menambahkan to show (menunjukkan).

Tunjukkan.

Ya tunjukkan makna, konteks dari konten informasi (berita) yang memenuhi halaman-halaman surat kabar sehingga pembaca paham, dan mengerti duduknya perkara.

Baca: Jakob Oetama Meninggal Dunia, Kantor Kompas Gramedia Palmerah Akan Jadi Tempat Penghormatan Terakhir

Juga tentang bisnis dan "kerajaan media KG" yang harus senantiasa menjaga Indonesia, menjaga NKRI.

Salah satu indikatornya, Kompas menjadi Indonesia Mini, di mana semua etnis, suku, agama, bisa menjadi bagian dari Kompas, berkarya dan berinovasi.

Tentang kerajaan media KG yang juga sudah menggurita sampai ke luar bisnis media, JO senantiasa berpesan: bersyukur, rendah hati, dan tahu diri.

"Saya ini tahu diri. Saya hanya guru, tidak tahu bisnis. Bersyukur saya dikelilingi orang-orang yang baik di bidang keahliannya. Dan apa yang kita punya saat ini, itu karena penyelenggaraan ilahi," katanya.

Suatu saat, Pak Swantoro, sparring partner JO mengurus redaksi, setelah pensiun, berkunjung ke redaksi.

Kami berkerumun mendengarkan cerita-cerita Kompas masa lalu.

jakob oetama KG 04
Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama.

"Sekarang, saya sudah pensiun. Jakob sudah tua. Jangan pernah melarang Jakob datang ke redaksi. Separoh jiwa Jakob ada di redaksi. Kalau kalian mau lihat Jakib sakit, laranglah dia ke redaksi. Sakit dia," kata Swantoro.

Begitulah adanya.

Hingga usia makin usur, menggunakan kursi roda, bahkan ingatan sudah kacau, Jakob pun sesekali diantar ke redaksi dan ruang kerjanya.

Dan setiap kali datang, ia disambut, dikerumuni oleh karyawan, laiknya dewa yang senantiasa dirindukan kehadirannya.

Tetapi setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada tokohnya.

JO, tokoh pers nasional zaman ini, yang menjadi teladan integritas jurnalisme, telah pergi dan beristirahat selamanya.

Itu juga penyelenggaraan ilahi..

selamat jalan Pak JO.

 *) Andi Suruji, Pemimpin Umum Tribun Timur, Mantan Deputy Managing Editor KOMPAS.





Editor: haerahr
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved