Informasi #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nefritis interstisial adalah infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada ginjal.
Infeksi ini bisa dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan pada bagian ginjal yang mengalami nefritis.
Tiga bagian utama yang biasanya terkena nefritis adalah glomerulus, tubule, dan jaringan renal interstisial.
- Glomerulonefritis – Glomerulus berfungsi untuk menyaring darah. Nefritis jenis ini terjadi ketika pembuluh kapiler kecil di dalam ginjal yang bernama glomerulus mengalami peradangan. Bila mengalami peradangan, glomerulus tidak akan dapat menyaring darah dengan baik.
- Nefritis Interstisial – Apabila peradangan tidak mengenai glomerulus, kemungkinan besar peradangan akan terjadi pada bagian di antara nefron yang bernama interstitium renal, sehingga menyebabkan nefritis interstisial, terkadang dikenal sebagai nefritis tubulointerstitial.
- Pyelonephritis – Kotoran yang dikeluarkan oleh darah akan diantarkan ke kandung kemih melalui tabung yang bernama ureter. Pada beberapa kasus, peradangan akan mulai timbul di kandung kemih dan menjalar ke ureter sampai ginjal. Kondisi ini dikenal sebagai pyelonephritis.
Baca: Hiperhidrosis
Penyebab #
Setiap jenis nefritis memiliki penyebab tersendiri.
Namun, penyebab pasti dari glomerulonefritis sampai saat ini masih belum diketahui.
Para dokter dan peneliti menduga ada beberapa faktor yang kemungkinan bisa menyebabkan infeksi, misalnya penyakit sistem kekebalan tubuh, riwayat kanker, abses yang timbul di bagian tubuh lainnya, dan menyebar ke ginjal melalui peredaran darah.
Penyebab utama pyelonephritis adalah bakteri Escherichia coli (E. coli).
Bakteri ini berada di usus dan dapat menyebabkan infeksi di ginjal.
Selain E. coli, batu ginjal juga merupakan penyebab lain pyelonephritis, penggunaan sistoskopi untuk memeriksa bagian dalam kandung kemih, dan operasi pada kandung kemih, ureter, atau ginjal.
Nefritis interstisial kebanyakan disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu.
Penyebab lainnya adalah konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang dan kadar potasium darah yang rendah.
Baca: Anosmia
Gejala #
Gejala dari nefritis interstisial antara lain adalah
- Demam.
- Ruam.
- Mual dan muntah.
- Kebingungan.
- Kelelahan.
- Mudah mengantuk.
- Jumlah urine berkurang atau bertambah.
- Darah dalam urine.
- Pembengkakan anggota tubuh tertentu.
- Pertambahan berat badan akibat penumpukan cairan.
Pengobatan #
Dokter akan melakukan pengobatan, setelah dokter memastikan adanya nefritis dan berhasil menemukan penyebab pasti di balik infeksi tersebut.
Apabila penyebabnya tidak dapat diketahui, kamu akan diberi obat-obat tertentu untuk mengobati infeksi ginjal.
Obat-obatan yang biasanya digunakan dalam pengobatan infeksi ginjal adalah obat penghilang rasa sakit dan antibiotik.
Obat untuk mengatur tekanan darah juga akan diberikan pada pengidap yang memiliki tekanan darah tinggi.
Bila infeksi disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif atau kelainan pada sistem kekebalan tubuh (kondisi autoimun), pengidap akan diberi obat penekan sistem kekebalan tubuh, misalnya kortikosteroid.
Selain menjalani pengobatan, pengidap juga harus melakukan perubahan gaya hidup secara drastis untuk membantu mereka melawan infeksi ginjal.
Perubahan tersebut meliputi memperbanyak konsumsi air dan mengurangi konsumsi sodium.
Air dapat membantu kinerja ginjal dan menghilangkan kotoran dari darah.
Sementara mengurangi asupan sodium dapat mengurangi risiko penimbunan air, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti edema (pembengkakan) pada berbagai bagian tubuh dan wajah.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)
| Informasi |
|---|
| Penyakit | Nefritis interstisial |
|---|
| Menyerang | Ginjal |
|---|
| Faktor Risiko | Tekanan darah tinggi |
|---|
| Diabetes melitus |
| Konsumsi obat-obatan dan produk herba dalam jangka panjang |
| Merokok |