TRIBUNNEWSWIKI.COM - Setelah sekian lama, kini masyarakat dihebohkan dengan organisasi serupa Sunda Empire.
Kali ini giliran ormas di Kabupaten Garut yang menjadi sorotan publik.
Ormas yang menamakan diri Kandang Wesi Tunggal Rahayu itu diduga mengubah lambang negara untuk digunakan sebagai lambang paguyuban.
Bahkan mereka membuat 'mata uang' sendiri yang digunakan sebagai alat transaksi antaranggota.
Kronologi
Baca: Dua Wanita yang Mengaku sebagai Anak Pendiri Sunda Empire Pernah Ditahan di Malaysia, Ini Kasusnya
Terbongkarnya keberadaan ormas ini bermula saat mereka ingin mendaftarkan diti ke kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Garut.
Kepala Kesbangpolinmas Garut, Wahyudidjaya mengatakan, saat pengecekan berkas, mereka menggunakan lambang burung garuda yang telah diubah.
"Yang kita soal mengenai gambar garuda, karena ini sebagai lambang negara dan sudah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2009 tentang lambang negara," kata Wahyu seperti dikutip dari Kompas.com.
Selain itu, persyaratan mereka pun dinilai tidak lengkap.
"Jangankan akta hukum dari KemenkumHAM atau mungkin surat keterangan terdaftar dari Kemendagri, akta notaris saja tidak punya," jelasnya.
Ubah lambang negara dan buat uang sendiri
Baca: Berbusana Mirip Rangga Sasana, Jenderal Sunda Empire Ini Klaim 25 Persen Penduduk Bumi Pengikut SE
Masih dikutip dari laman yang sama, pada berkas mereka terlihat lambang Burung Garuda dibuat menghadap ke depan, padahal seharusnya menghadap ke kanan.
Selain itu, di bagian kepala Burung Garuda juga ditambahi dengan mahkota.
Pada tulisan semboyan Bhineka Tunggal Ika juga diganti dengan 'Soenata Logawa'.
Tak hanya itu, mereka ternyata juga mengedarkan uang sendiri yang digunakan untuk transaksi antaranggota.
Uang itu terdiri dari pecahan 20.000, 10.000, 5.000 hingga 1.000.
"Pakai foto ketua Paguyuban Tunggal Rahayu, tapi kalau lihat desain, ini gambar Soekarno sebetulnya, tapi mukanya diedit jadi foto yang bersangkutan," kata Wahyu.
Sudah banyak pengikut hingga rekrut ustaz
Jumlah pengikut paguyuban ini masih diinventarisasi, namun berdasarkan sebarannya dari dokumen yang ada di Bakesbangpol Garut ada di empat kecamatan.
Paling dominan para pengikutnya tersebar di wilayah selatan Garut.
Namun, ada juga pengikutnya yang berada di Kabupaten Bandung, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, dan Majalengka.
Di Majalengka, jumlah pengikutnya paling banyak, bahkan lokasinya berada di kampung halaman Bupati Majalengka.
Baca: Kabar Sunda Empire: Dulu Ingin Ubah Tatanan Dunia, Kini Rangga Sasana Cs Terancam 10 Tahun Bui
"Orang yang dulu datang ke sini untuk mengurus perizinan tidak datang lagi saat kami akan konfrontir."
"Kami malah kedatangan dari Kesbang Majalengka yang menyebut di sana sudah banyak pengikutnya," jelasnya.
Tak hanya itu, sejumlah ustaz diklaim masuk sebagai pengurus bidang keagamaan.
Mirip dengan Sunda Empire
Selintas, pergerakan paguyuban tersebut hampir mirip dengan Sunda Empire yang sempat ramai jadi perbincangan banyak orang.
Pasalnya, paguyuban ini juga menjanjikan sesuatu kepada anggotanya, sama seperti Sunda Empire yang menjanjikan pencairan uang dari Bank Swiss kepada anggotanya.
"Selintas ini platformnya hampir sama dengan Sunda Empire."
"Menjanjikan sesuatu kepada anggota, termasuk anggota yang punya utang akan dilunasi oleh ketuanya," jelas Wahyu dikutip dari Kompas.com.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Paguyuban Tunggal Rahayu Garut: Ubah Lambang Negara dan Buat Uang Sendiri, Pimpinan Ngaku Profesor
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)