Sebelum Tutup Usia, Kondisi Jakob Oetama Sempat Kritis Sejak Minggu Sore

Dokter yang menangani Jakob Oetama, Felix mengatakan kondisi terakhir almarbum sebelum meninggal.


zoom-inlihat foto
pemimpin-umum-harian-kompas-jacob-oetama-2.jpg
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
[ARSIP] Pemimpin Umum Harian Kompas, Jacob Oetama hadir pada perayaan syukuran dan peluncuran buku HUT Ke-50 Harian Kompas di Bentara Budaya Jakarta, Minggu (28/6/2015). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pendiri Kompas Gramedia (KG), Jakob Oetama wafat pada Rabu (9/9/2020) sekitar pukul 13.05 WIB.

Jakob Oetama menghembuskan napas terakhir di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta.

Sebelum meninggal, Pemimpin Umum Harian Kompas itu sempat mengalami koma atau kritis sejak Minggu (6/9/2020) sore.

"Bapak sudah mengalami koma atau kritis sejak Minggu sore.

Rupanya Allah lebih senang memanggil beliau sehingga akhirnya pukul 13.05, Bapak berpulang," ujar Direktur Komunikasi Kompas Gramedia Rusdi Amral dalam tayangan di Kompas TV, Rabu.

Baca: Jakob Oetama Meninggal Dunia, Kantor Kompas Gramedia Palmerah Akan Jadi Tempat Penghormatan Terakhir

Baca: BREAKING NEWS: Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia, Berpulang dalam Usia 88 Tahun

Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).
Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020). (Kompas.com/Andrew Lotulung)

Rusdi menuturkan, setelah dibersihkan dan dimandikan di rumah sakit, almarhum akan dibawa ke rumah duka di Jalan Sriwijaya 40, Kebayoran Baru, Jakarta untuk melakukan ibadah misa.

Jenazah Jakob kemudian akan disemayamkan di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta.

"Ini untuk memberikan kesempatan relasi, keluarga, karyawan, hingga rekan-rekan almarhum yang sudah purnakarya membangun dari Intisari hingga Harian Kompas sampai sekarang.

Diberikan kesempatan untuk penghormatan terakhir untuk Bapak," ujar Rusdi.

Sementar itu, dokter yang menangani Jakob Oetama, Felix mengatakan kondisi terakhir almarhum sebelum meninggal.

Baca: Jakob Oetama

Baca: Perjalanan PK Ojong Dirikan Harian Kompas: Pernah Dibredel hingga Traktir Karyawan Telur Rebus

Jakob Oetama, 15 Mei 1994.
Jakob Oetama, 15 Mei 1994. (KOMPAS/ JB SURATNO)

"Pada saat masuk itu dari dua pekan lalu sudah kritis dengan adanya gangguan multiorgan dan komorbid," ujar Felix dikutip dari Kompas TV, Rabu.

Setelah beberapa hari dirawat intensif, Felix menyebut, kondisi Jakob Oetama sempat membaik.

Namun, belakangan kondisi kesehatan Jakob Oetama kembali menurun hingga akhirnya menghembuskan napas yang terkahir kalinya.

Felix menambahkan, faktor usia juga menjadi penyebab meninggal dunianya Jakob Oetama.

"Di samping gangguan multiorgan dan komorbid, usia juga fakfor yang memperberat kondisi sehingga mengalami penurunan dalam perawatan," lanjut dia.

Baca: Perjuangan Abdul Muis, Sastrawan & Jurnalis yang Dapat Gelar Pahlawan Nasional Pertama di Indonesia

Baca: Penulis dan Wartawan Indonesia, Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia

Pemimpin Umum Kompas, Jakob Oetama, menyampaikan pidato sambutan dalam Syukuran Kompas Gramedia 2012 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/2/2012). Syukuran Kompas Gramedia dimeriahkan penampilan reuni Srimulat dengan beberapa personil Srimulat seperti Tarzan, Mamiek, Nunung, Polo, Kadir, Tessy, Gogon, dan Jujuk.(RADITYA HELABUMI)
Pemimpin Umum Kompas, Jakob Oetama, menyampaikan pidato sambutan dalam Syukuran Kompas Gramedia 2012 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/2/2012). Syukuran Kompas Gramedia dimeriahkan penampilan reuni Srimulat dengan beberapa personil Srimulat seperti Tarzan, Mamiek, Nunung, Polo, Kadir, Tessy, Gogon, dan Jujuk.(RADITYA HELABUMI) (RADITYA HELABUMI)

Meninggalnya Jakob Oetama bertepatan dengan ulang tahun kompas TV ke-9 hari ini Rabu 9 September 2020.

Jakob Oetama adalah jurnalis senior dan tokoh pers nasional.

Ia lahir pada 27 September 1931 di Desa Jowahan, Borobudur, Jawa Tengah.

Saat belia cita-citanya adalah menjadi guru seperti ayahnya.

Ia sempat mengajar di SMP Mardi Yuwana Cipanas, Sekolah Guru Bagian B (SGB) Lenteng Agung Jagakarsa, dan SMP Van Lith Jakarta.





Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved